Rabu, 30 Juni 2010

MOMENTUM ARIEL

Belakangan ini public Indonesia kembali di heboh kan dengan issue seputar video mesum buatan local. Dalam video tersebut diduga pemainnya adalah artis terkenal yaitu Ariel Peter Pan, Luna Maya dan Cut Tari.
Saking hebohnya issue ini, sampai sampai mengalahkan issue mengenai century, Susno Duadji, Gayus Tambunan, Dana Aspirasi rakyat, Mavi Marmara bahkan sampai mengalahkan issue piala dunia 2010 sekali pun. Berita ini pun menjadi trend topic hampir di setiap forum internet. Bahkan Koran international seperti The New York Times pun ikut ikutan berkomentar.
Saking hebohnya, sampai sampai Kapolri hingga presiden pun angkat bicara. Dan hampir satu minggu ini media cetak maupun elektronik sibuk menampilkan berita mesum mengenai Ariel, bahkan sampai ada yang membuat dialog khusus yang mengundang para pakar hanya untuk membahas issue ini.
Saya melihat bahwa video Ariel adalah hal yang biasa. Kalo kita mencari di penjualan DVD ataupun searching di internet maka dengan mudah kita akan mendapatkan video video porno local yang lebih hot dari pada video produksi Ariel. Mungkin issuenya menjadi panas karena pemainnya adalah artis artis Indonesia yang sedang naik daun. Ariel adalah seorang musisi yang menciptakan lagu lagu yang laris di pasaran. Sedangkan Luna Maya dan Cut Tari adalah presenter TV yang wajahnya acap kali sering mundar mandir di setiap stasiun televisi.
Tulisan ini bukanlah untuk membahas secara khusus mengenai video Ariel, akan tetapi penulis ingin menjadi kan issue ini untuk di jadikan momentum kita agar menyadari, berfikir dan tetap istiqamah untuk menegakkan daulah khilafah.

BERFIKIR DAN BEREAKSI (THINK AND ACT)
Sudah saat nya rakyat Indonesia menyadari dan berfikir bahwa video mesum yang mirip Ariel bukan satu satunya video porno buatan local. Kalo kita mencarinya di tempat tempat DVD atau searching di internet, maka akan banyak kita dapatkan video porno buatan negeri sendiri. Bahkan pemainnya pun beraneka ragam. Ada yang anak SMP, SMU, Mahasiswa, Pekerja sampai dengan orang tua.
Inilah fakta dan fenomena yang terjadi di negara kita. Fakta bahwa perzinaan bukan lagi menjadi hal yang tabu di tengah masyarakat. Dahulu, apabila kita melihat wanita dengan celana yang mempertontonkan betisnya saja, maka hal tersebut sudah menjadi pergunjingan orang. Akan tetapi sekarang, kita sudah biasa melihat wanita wanita dengan pakaian yang bahkan menunjukkan selangkangannya. Dahulu rata rata wanita Indonesia memakai pakaian yang longgar. Akan tetapi sekarang, justru sebaliknya. Dan apabila ada yang menggunakan pakaian yang sopan, maka wanita tersebut justru di gunjingkan dengan dikatakan wanita desa, kampungan, norak, anak pesantren, tidak ikut trend dan lain sebagainya.

Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah survey yang dilakukan oleh komisi perlindungan anak Indonesia. Berdasarkan survey KPAI disebutkan bahwa 97 % remaja Indonesia pernah mengakses pornografi (tertinggi nomor 3 didunia) dan 93 % remaja pernah berciuman dengan pasangannya.
Dahulu sewaktu penulis masih SMP, apabila kita belum mencium pasangan kita, maka kita akan di gunjing oleh teman teman. Sewaktu saya SMU levelnya pun semakin naik. Apabila pacar kita tidak di pegang pegang maka itu tidak di sebut pacaran. Dan sekarang trendnya pun semakin rusak. Kumpul kebo adalah bentuk pelampiasan kasih sayang kita kepada pasangan.
Inilah bentuk kehancuran moral dan akhlak masyarakat. Padahal, Allah SWT sudah secara tegas mengatakan untuk tidak mendekati zina, karena zina adalah suatu perbuatan yang tercela. Akan tetapi, sangat lah sulit menghindari hal tersebut. Wanita wanita pengundang syahwat berseliweran dimana mana. Dengan pakaian yang minim sulit bagi kita untuk menghindari zina mata. Belum lagi zina hati, pikiran dan lain sebagainya.
Apakah kita belum juga menyadari bahwa negara kita ini sedang mengalami kehancuran? Apakah kita tahu bahwa kaum kaum terdahulu pernah di timpakan azab yang dasyat dari Allah SWT karena kelakuan mereka yang tidak beda dengan keadaan sekarang ?
Oleh karena itu, marilah kita berfikir dan mengambil sebuah aksi untuk mencari jalan keluar dari di lema ini. sebelum kita hancur lebih dalam lagi. Dan juga sebelum Allah SWT memberikan azabnya yang lebih perih lagi kepada kita.
Namun, sebelum kita sampai pada sebuah solusi, maka kita harus tahu dulu biang kerok dari rusaknya akhlak dan moral masyarakat Indonesia. Dengan kita mengetahui virus nya maka kita akan bisa menentukan obatnya.

BUDAYA KEBEBASAN (LIBERALISME) DAN FEMINISME
Seks bukan lagi di anggap sebagai hal yang tabu. Berpegangan tangan ataupun berciuman bahkan berpelukan dan making love sudah dianggap lumrah. Hal ini sudah di anggap sebagai sebuah budaya dan kebebasan. Atas nama hak asasi manusia, orang orang bebas melakukan apa saja.
Budaya liberalism dan feminism menjadi biang kerok atas kebobrokan moral dan akhlak masyarakat Indonesia. Karena kedua ideology ala barat ini lah yang memberikan ruang sebebas bebasnya untuk mengeksploitasi individu.
Liberalism dan feminism adalah sebuah paham yang menjadikan penganutnya tidak beda dengan binatang. Parahnya, masyarakat Indonesia tidak juga aware akan kebusukan ideology ini. mereka merasa bahwa isme ini adalah sebuah paham modern ala barat. Jadi, bagi siapa saja yang anti maka di bilang kampungan, ketinggalan jaman bahkan ekskrim.
Seharusnya mereka lah para menganut kebebasan yang harus sadar secepatnya. Sadar kalau kebebasan bukanlah memberikan ruang sebebas bebasnya untuk melakukan apa saja.
Contohnya saja wanita. Kita sudah sering mendengar para kaum hawa ini meneriakkan kebebasan wanita. Akan tetapi kebebasan seperti apakah yang mereka mau?
Apabila kita menawarkan kebebebasan ala Islam. Mereka akan menyebut kebebebasan itu sudah usang dan ketinggalan jaman. Karena anggapan mereka Islam justru membelenggu wanita. Islam mewajibkan muslimah untuk memakai jilbab, patuh kepada suami, mengutamakan untuk mengurusi anak dari pada bekerja, menjadikan pria sebagai imam (pemimpin), tidak boleh keluar kecuali dengan mahramnya dan lain lain.
Yang mereka mau adalah kebebebasan ala barat. Yaitu bebas menggunakan pakaian apa saja, bergaul dengan siapa saja, adanya persamaan derajat, hak dan kewajiban antara pria dan wanita, apa yang bisa pria lakukan, wanita pun bisa (termasuk menjadi pemimpin) dan kebebebasan nyeleneh lainnya.
Justru liberalism ala barat ini lah yang menjadi kan wanita sebagai produk. Paham ini bukan mengangkat harkat dan martabat wanita. Akan tetapi justru menjatuhkan wanita ke dalam lubang kenistaan.
Sebagai contoh, sekarang ini wanita justru banyak dijadikan sebagai obyek. Lihatlah kalau ada launching suatu produk atau pameran. Strategi marketing yang mudah adalah memposisikan wanita untuk penarik agar konsumen datang.


KEBEBEBASAN PERGAULAN
Paham ini juga memberikan ruang untuk kebebebasan dalam bergaul. Tidak ada lagi sekat antara laki laki dan perempuan. Kita bebas untuk bergaul dengan siapa saja. Apakah itu pria atau pun wanita.
Dampak dari kebebebasan pergaulan ini adalah di halalkannya berpacaran dan berzina.
Barat mengajarkan bahwa kita adalah orang bebas. Dan hanya cinta sesama yang menyatukan insan manusia. Ini berbeda dengan Islam yang menegaskan bahwa manusia di satukan atas nama akidah.
Paham kebebebasan menjadikan cinta antar sesama sebagai tolak ukur penyatu manusia. Oleh karena itu, tak perduli apakah dengan sesama jenis, binatang atau pun dengan siapa saja (orang mati sekali pun) asalkan cinta, maka mereka bisa disatukan di atas jalinan suci.
Ini lah yang menyebabkan masyarakat Indonesia kebablasan. Dengan kebebasan pergaulan dan atas nama cinta maka tak perduli sudah nikah atau belom yang penting berzina lah. Dengan berzina maka rasa cinta dan kasih sayang akan tersalurkan. Pernikahan bukan lagi menjadi hal yang sacral.

SAATNYA BERUBAH KEDALAM IDEOLOGY ISLAM
Islam adalah sebuah ideology yang mempunyai ide dan metode untuk membentuk sebuah masyarakat yang sejahtera secara moral maupun materi. Dengan peraturan Islam maka harkat dan martabat manusia bisa kembali terangkat.
Manusia jelas berbeda dengan binatang. Karena manusia mempunya akal fikiran. Dengan diterapkannya hukum Islam, maka kita bisa mengembalikan kodrat manusia sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya. Sebagai contoh, binatang tanpa rasa malu mengumbar aurat nya di tempat umum dan bisa menyetubuhi lawan jenisnya dimana saja dia mau. Ini sama persis dengan kejadian pada sekarang ini. Akan tetapi dengan adanya hukum Islam maka akan ada pengaturan yang membatasi masalah pakaian dan juga pergaulan.
Islam akan mengatur dan mengangkat harkat dan martabat wanita. Dengan adanya aturan untuk menutup auratnya serta mengatur agar setiap wanita harus menjaga kehormatannya maka pelecehan terhadap kaum hawa tersebut bisa dihilangkan.
Begitu pula halnya dengan pria. Islam mengatur bahwa pria haruslah menjaga pandangan dan kemaluannya (syahwat).
Selain itu dalam urusan pergaulan pun diatur didalam Islam. Hukum Islam melarang manusia yang bukan mahram nya untuk saling bersentuhan, saling bertatap mata dan juga berdua duaan. Ini di maksudkan agar perzinaan tidak terjadi. Karena dengan bersentuhan, bertatap tatapan bahkan bedua duaan, maka hal tersebut jelaslah akan menimbulkan syahwat dan selanjutnya bisa mengarah kepada perzinaan yang lebih besar lagi.
Dan apabila manusia sudah mencukupi umur (dewasa) maka Islam pun sangat menganjurkan untuk menikah. Memang sudah menjadi kodrat dari manusia untuk memiliki nafsu seksual. Oleh karena itu dengan menikah maka nafsu tersebut akan tersalurkan. Bukan dengan berzina yang memiliki dampak negative yang sangat luar biasa.
Hukum islam juga mengatur mengenai hukuman bagi penzina. Hukum ini diberikan bukan untuk melanggar Hak Azazi Manusia (HAM), namun justru sebaliknya. Hukuman perzinaan di terapkan agar memberikan efek jera bagi pelakunya dan memberikan rasa takut kepada orang lain.
Di dalam Islam, hukum bagi penzina bisa bervariasi. Seperti pengusiran dari kampung, cambuk bahkan dihukum mati. Ini berbeda dengan hukum positive Indonesia dimana penzina tidak terlalu mendapat hukuman yang relative berat. Bahkan apabila ada pasangan yang hamil diluar nikah maka hukumannya hanyalah dinikahkan saja. Berbeda dengan Islam. Bahwa kehamilan diluar nikah tidak serta merta bisa langsung dinikahkan. Akan tetapi orang tersebut haruslah menikahi sang wanita pada saat hamil akan tetapi baru bisa di setubuhi setelah melahirkan. Pasangan ini pun harus dicambuk dan diusir dari kampung. Bahkan ada sebagian ulama berpendapat pasangan ini harus dipisahkan terlebih dahulu selama beberapa waktu.
Itulah beberapa hukuman penzina didalam Islam. Hukum ini adalah hukum buatan Allah SWT. Maka sudah jelas hasilnya pun akan memuaskan akal, nurani dan menenangkan hati kita. Akan tetapi untuk menerapkan hukum tersebut maka Indonesia haruslah merubah dahulu sistem yang ada sekarang ini menjadi negara Islam. Karena tanpa adanya daulah maka akan sulit untuk menerapkannya.

PENUTUP
Tragedy video perno Ariel adalah sebuah tragedy gunung es. Ini hanya lah satu dari sekian banyak kejadian perzinaan di Indonesia. Musibah ini adalah dampak dari diterapkanya ideology liberal dan juga feminis. Kedua paham ini menuntun setiap individu untuk melakukan kebebasan ala barat, dimana mengumbar aurat dan bergaul dengan bukan mahramnya adalah sebuah hal yang biasa.
Paham ini justru menjatuhkan kita kedalam lubang kenistaan. Padahal manusia adalah makhluk yang mulia yang mempunyai aurat, akal, pikiran dan hati nurani.
Negara haruslah turun tangan untuk segera menyelesaikan masalah moral dari bangsa ini. Dan sudah saatnya lah negara menyingkirkan liberalism dan feminism dari bumi Indonesia dan menggunakan Islam sebagai solusi.


KRITERIA PEMIMPIN

Pemimpin sangat lah mempunyai peranan besar dalam hal membawa kemajuan ataupun kebangkitan para pengikutnya. Pemimpin adalah ibarat supir dan rakyat adalah penumpangnya. Jadi tugas pemimpin adalah membawa para penumpang tersebut untuk sampai ke tujuan dengan selamat.
Kita mengenal pemimpin di rumah tangga yaitu Bapak sebagai kepala rumah tangga. Dan ada juga pemimpin Negara yaitu presiden atau raja.
Pemimpin yang baik adalah yang memberikan kesejahteraan, perlindungan, keadilan dan menjaga moral serta akhlak rakyatnya dan menjadikan negaranya sebagai baldatul tayibatun wa rabbun ghafur.
Sejarah pernah membuktikan pada saat kekhilafan Islam masih berdiri di dunia ini. Dimana kebutuhan rakyatnya bisa terpenuhi. Dimana keadilan bisa di tegakkan. Dimana tidak ada perbedaan antara kaum minoritas maupun mayoritas. Serta tidak adanya kesenjangan social.
Lihatlah pada saat Rasulullah memimpin umat Islam atau pada saat Khulafur Rasyidin. Ummat Islam bisa hidup sejahtera dan bersatu secara agama maupun negara.
Atau pada saat khalifah Umar bin Abdul Aziz, dimana baitul mal kebingungan untuk mendistribusikan hasil zakat karena semua rakyatnya sejahtera sehingga lebih banyak pemberi zakat dari pada penerima.
Bandingkan dengan keadaan Indonesia sekarang ini. Dimana hukum bisa diperjual belikan, kesenjangan social terjadi dimana mana, korupsi menggurita di setiap sector dan kebobrokan kebobrokan lainnya.
Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu membawa Negara ini maju dalam segala bidang. Pemimpin yang mampu merubah tidak hanya rezim masa lalu, akan tetapi seseorang yang bisa merombak total sistem yang ada di Indonesia sekarang ini.
Berikut adalah criteria pemimpin yang dibutuhkan Indonesia untuk menuju kepada kebangkitan yang cemerlang. Criteria ini diambil dari Koran Republika pada tanggal 23 April 2010 oleh Ustadz Arifin Ilham.

1. Teladan dalam ketaqwaan dan paham Kitabullah dan Sunnah. Contoh keteladanan itu bisa di lihat pada Abu Bakar as Shidiq pada pidato pertamanya saat terpilih sebagai khalifah Islam. Beliau berkata “Jika kepemimpinanku benar menurut Al Quran dan Sunnah maka ikuti aku. Jika tidak, maka tinggalkanlah aku”
2. Wara (berhati hati dalam hukum Allah SWT) dan Istiqamah. “Sesungguhnya orang orang yang mengatakan ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) ‘jangan lah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah di janjijakan Allah kepadamu. Kami-lah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; didalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) didalamnya apa yang kamu minta” (41:30-31)
3. Sehat, kuat, cerdas dan visioner dalam membangun dan mensejahterakan rakyat “Hai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (59:18)
4. Ahli ibadah, dzikir, tadabur Quran, berjamaah di mesjid, puasa sunnah dan ahli tahajud
5. Tsiqah (bisa di percaya), adil, jujur, amanah, tepat janji, tegas dan berani.
6. Rendah hati, merakyat, tulus mencintai rakyatnya, serta dekat dengan anak yatim piatu dan fakir miskin
7. Jabatan menjadi wasilah dakwah “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba tiba orang yang di antaramu dan diantara dia ada permusuhan seolah oleh telah menjadi teman yang setia” (41:34)
8. Mendengar nasihat ulama, siap dikritik, terus belajar, tidak mudah tersinggung dan marah. “Syu’ayb berkata: Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan ku dan dianugrahi Nya aku dari Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada Nya lah aku kembali” (11:88)
9. Selalu berdoa untuk rakyatnya disertai tawakal yang kuat “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh diri dari sekeliling mu. Karena itu, maafkanlah mereka; mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertawakal kepada Nya” (3:159)

Rabu, 16 Juni 2010

ADAB RESEPSI DALAM ISLAM

Mengadakan resepsi sangatlah dianjurkan di dalam islam. Rasulullah SAW bersabda pada saat Fatimah RA dipinang Ali bin Abi Thalib RA bahwa “Sesungguhnya pada pernikahan haruslah diadakan walimah”.
Akan tetapi budaya resepsi pada saat ini, khususnya di Indonesia, banyak melakukan penyimpangan dalam syariat Islam. Sebuah resepsi menjadi ajang untuk pamer, pemborosan, memberatkan, dan banyak melakukan perkara-perkara yang mungkar.
Oleh karena itu, agar sebuah resepsi (walimah) pernikahan tidak terjerembab kedalam perkara yang bertentangan, ajaran Islam telah menetapkan adab dalam menyelenggarakan walimah. Berikut adalah adab dan tata cara walimah atau resepsi pernikahan berdasarkan syariat Islam yang diambil dari Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Mausuu’atul Aadaab al-Islaamiyyah.
Pertama, hendaknya sebuah walimah di selenggarakan dengan niat yang benar. “niatkan walimah itu sebagai sunnah Rasulullah SAW dan memberi makan orang-orang” tutur Syekh as-Sayyid Nada.
Sesuatu yang diniatkan dengan baik akan menjadi amal saleh. Sehingga, harta yang dibelanjakan dan waktu yang diluangkan akan diganti menjadi pahala.
Kedua, membuat dan menyediakan hidangan yang sesuai dengan kemampuan. Menurut Syekh as-Sayyid Nada, seorang tuan rumah tak perlu memberatkan diri diluar batas kemampuannya untuk menyediakan hidangan bagi para undangan.
Kesederhanaan dalam menyelenggarakan walimah telah di contohkan Rasulullah SAW. Ketika memiliki rezeki, Rasulullah SAW menyembelih kambing sebagai sumber hidangan. Namun, saat tak memiliki apa-apa, walimah pun digelar sesuai kemampuan. Semua contoh berwalimah sesuai kemampuan itu dijelaskan dalam hadist. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia berkata, “aku melihat Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Zainab, yang tidak pernah diadakah untuk istri-istrinya beliau lainnya, dan beliau menyembelih seekor kambing”.
Namun, saat mengadakan walimah dengan Shafiyyah binti Huyay RA, Rasulullah SAW tak menyembelih apapun. Menurut Anas RA, Nabi SAW pernah menginap tiga hari di suatu tempat antara Khabir dan Madinah untuk menyelenggarakan perkawinan dengan Shafiyyah RA. Nabi SAW kemudian mengundang kamu muslimin untuk menghadiri walimahnya. Dalam walimah itu para undangan tidak disuguhi roti maupun daging. Hidangan disajikan bagi para tamu undangan hanyalah kurma kering, gandum, dan minyak samin. Hal ini diajarkan Rasulullah untuk menghindari umat Islam terjerat dari utang, karena memaksakan diri mengadakan walimah diluar batas kemampuan.
Ketiga, seorang Muslim yang mengadakan walimah hendaknya mengundang karib kerabat, tetangga, dan rekan-rekan seagama. Menurut Syekh as-Sayyid Nada, mengundang karib kerabat dalam acara walimah akan mempererat tali silaturahim. Sedangkan, mengundang tetangga dapat mendatangkan kebaikan. “selain itu mengundang rekan-rekan seagama akan melanggengkan kasih sayang dan menambahkan rasa cinta” paparnya.
Keempat, Nabi SAW mengingatkan agar seorang Muslim tidak hanya mengundang orang-orang kaya saja. Nabi SAW menekankan agar saat walimah orang miskin pun harus diundang. Syekh as-Sayyid Nada menuturkan, meninggalkan atau melupakan orang miskin dari walimah bukanlah ajaran Islam. Mengabaikan orang-orang miskin dapat mematahkan hati mereka. Sehingga, mereka yang mengadakan walimah namun mengabaikan orang-orang miskin di cap Islam sebagai orang-orang yang sombong. Bahkan, hidangan walimah yang mengabaikan orang fakir dan miskin disebut Nabi SAW sebagai makanan paling buruk. Rasulullah SAW bersabda “seburuk buruknya hidangan adalah makanan walimah, yang di undang untuk menghadirinya hanyalah orang-orang kaya, sedangkan orang-orang miskin tidak di undang…” (HR Bukhari-Muslim).
Kelima, Nabi SAW mengajarkan agar sebuah acara walimah tak diselenggarakan secara berlebih-lebihan. Dalam Al-Quran surat al-A’raaf, Allah SWT berfirman “….Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. Saat ini, menurut Syekh as-Sayyid Nada, begitu banyak orang yang mengadakan walimah secara berlebihan. Bahkan ada yang mengadakannya sampai menghabiskan uang berpuluh bahkan ratusan milyar rupiah. “ Berbangga-bangga dan pamer di hadapan manusia untuk menjaga kedudukan dan gengsi, merupakan bentuk mengkufuri nikamat Allah SWT”, paparnya. Alangkah baiknya, jika kelebihan itu di berikan kepada mereka yang membutuhkan.
Keenam, sebuah acara walimah tak boleh berisi perkara munkar. Menurut dia, jika undangan sebuah walimah berisi perkara-perkara munkar, maka wajib bagi yang diundang untuk tidak menghadirinya.
Ketujuh, wajib mendatangi undangan bagi yang diundang. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya” (HR Bukhari dan Muslim).

Diambil dari tabloid Republika Dialog Jum’at, Halaman 10, jumat 23 April 2010