<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425</id><updated>2012-01-04T14:32:35.729+07:00</updated><title type='text'>بسم الله الرحمن الرحيم</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>28</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-8676180439615799102</id><published>2012-01-04T14:32:00.001+07:00</published><updated>2012-01-04T14:32:35.744+07:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN PERKEBUNAN</title><content type='html'>Saya sedang membangun perkebunan sawit dan karet yang cukup luas. Namun ada banyak kendala yang harus saya hadapi untuk membangun perkebunan tersebut.&lt;br /&gt;Kondisi baik pokok sawit maupun karet dalam kondisi tidak sehat. Hal ini menyebabkan hasil panen pun tidak maksimal. Sebagai ilustrasinya bisa saya gambarkan bahwa untuk 1 ha sawit bisa menghasilkan sekitar 1-2 ton buah segar. Sedangkan kebun sawit saya hanya menghasilkan 200-300 kg buah segar per ha. Kacau kan…&lt;br /&gt;Memang untuk membenahi kebun tersebut sangatlah mudah. Cukup dilakukan pembersihan, penunasan, pemupukan dan perawatan lainnya. Itu teorinya. Tapi secara praktek sulit karena saya mempunyai kendala financial. Saya harus menyiapkan uang sebesar 100-200 juta untuk perawatan awal. Belum lagi mempersiapkan uang untuk perawatan lanjutan. Sedangkan uang dikantong saya boleh dibilang nol rupiah.&lt;br /&gt;Untuk melakukan pinjaman di bank kemungkinan besar sulit. Karena saya masih ada pinjaman di bank lain yang belum lunas. Sedangkan untuk melakukan pinjaman uang dengan pihak lain (non bank) pun cukup sulit. Siapa yang mau meminjamkan banyak uang ke saya? Sedangkan saya adalah orang yang baru menetap disini. Belum mengenal banyak orang.&lt;br /&gt;Tantangan lain adalah, bahwa untuk melakukan pemupukan tidak bisa dilakukan sembarangan. Pemupukan hanya bisa diaplikasikan setiap awal dan akhir musim hujan. Ini berarti setahun hanya bisa di lakukan dua kali. Awal tahun dan akhir.&lt;br /&gt;Akhirnya selama 8 bulan terakhir ini, saya memutar otak agar bisa membenahi kebun ini. Dan harapan saya diakhir 2011 ini bisa melakukan pemupukan. For info, bahwa awalnya saya sama sekali tidak tahu tentang perkebunan.&lt;br /&gt;Setelah mengerti secara teori, pelan-pelan saya pun melakukan program aksi. Pertama-tama saya focus pada membangun image kebun dan memotivasi pekerjanya. Image kebun saya lakukan dengan membabat rumput-rumput yang sudah tinggi dan melakukan beberapa pembersihan baik di pokok maupun di lahan kebun. Tujuannya agar kebun saya enak dipandang.&lt;br /&gt;Pelan-pelan saya bangun kebun itu agar terlihat cantik sembari mencari cara untuk mendapatkan pupuk apabila musim hujan datang.&lt;br /&gt;Hasil panen saya sangat tidak maksimal. Bahkan hasil panen tersebut kadang tidak bisa menutupi untuk membayar hak karyawan. Namun begitu, saya tetap yakinkan mereka bahwa ini hanyalah sementara, saya hanya menunggu waktu hujan agar bisa memupuk. Dengan begitu hasil panen pun akan naik. Dan bisa meng cover kebutuhan kebun. &lt;br /&gt;Saya berbicara begitu dengan keyakinan yang minim bahwa saya akan mendapatkan pupuk. Karena waktu itu saya sama sekali belum mendapatkan jalan keluar dari mana pupuk akan didapatkan.&lt;br /&gt;Singkat cerita, musim hujan pun datang. Kebun cantik dan rapi, dan yang dibutuhkan tinggal pupuk. Dan untuk mendapatkan pupuk butuh uang !!!!&lt;br /&gt;Saya tetap berusaha dan berdoa agar bisa memberi makan pohon-pohon sawit dan karet saya. Saya pun membeli pupuk secara eceran. Saya membeli pupuk 1 sak dan saya bawa sendiri dengan menggunakan motor. Setiap saya mempunyai uang lebih, selalu saya sisihkan untuk membeli pupuk walau hanya 1 sak. Prinsip saya, biarlah satu pohon ada yang bagus dari pada tidak sama sekali.&lt;br /&gt;Bahkan orang-orang banyak yang menertawai dan mencibir saya. Bagaimana bisa bagus kebunnya kalau cuma beli pupuk eceran. Sedangkan kebun saya luas. Dibutuhkan sekitar 800 sak untuk memupuk semuanya. Tapi saya cuek. Yang penting jalan terus. Toh saya tidak menyusahkan atau meminta makan dari mereka.&lt;br /&gt;Tuhan memberi saya jalan. Ada orang yang menawarkan sapinya untuk ditempatkan di kebun saya. Awalnya saya ragu, tapi setelah saya pelajari ternyata kotoran sapi sangat membantu menyuburkan kebun saya. Akhirnya saya pun menyetujui untuk membuat kandang disana.&lt;br /&gt;Awalnya orang tersebut membuat satu kandang dengan jumlah 20 ekor sapi. Selang beberapa lama kemudian kandangnya menjadi dua buah, karena ada juga orang lain yang menitipkan sapi nya dikebun saya. Sehingga total ada 53 ekor sapi berkeliaran di kebun. Alhamdulillah setidaknya kebutuhan pupuk saya menjadi lebih ringan.&lt;br /&gt;Tapi tetap saja saya berusaha untuk mecari pupuk. Karena kotoran sapi hanya menutupi sekitar 10 persen dari total kebutuhan pupuk untuk kebun.&lt;br /&gt;Saya berfikir keras untuk mendapatkan pupuk. Saya pupuk sekarang atau harus menunggu tahun depan. Yang berarti kebun saya semakin rusak.&lt;br /&gt;Akhirnya saya pun mencoba adu nasib untuk meminjam dana dengan orang yang sama sekali tidak saya kenal. Alhamdulillah orang itu pun setuju untuk meminjamkan modal setelah saya yakinkan. Padahal kita baru saja kenal.&lt;br /&gt;Namun peminjaman tersebut ada syaratnya. Pertama, pembayaran dicicil dan dilakukan setiap kali saya panen. Kedua, uang tersebut untuk membeli pupuk dan tidak digunakan untuk hal lain. Yang ketiga, saya harus menyiapkan uang 10 juta sebagai biaya administrasinya. Untuk poin no satu dan dua saya tidak ada masalah. Tapi untuk poin ketiga yang agak berat. Kenapa? Karena saya tidak pegang uang. Saldo saya hanya 1 juta. &lt;br /&gt;Saya putar otak lagi untuk mendapatkan 9 jutanya. Dipikiran saya, bagaimana modal 1 juta ini tapi saya bisa menghasilkan miliaran rupiah.&lt;br /&gt;Setelah kasak kusuk, saya pun mendapatkan pinjaman sebesar 9 juta. Bersyukur ada yang meminjamkan walau temponya hanya 1 minggu. Itu pun harus dikembalikan tepat waktu dan harus cash (tidak boleh dicicil). Saya menyanggupi.&lt;br /&gt;10 juta terkumpul. Saya lunasi administrasinya. Dan saya dijanjikan pinjaman tersebut akan cair dalam 2 hari kedepan.&lt;br /&gt;Setelah 2 hari, ternyata pinjaman tersebut belum juga cair. Saya mulai gelisah. Apa lagi, saya melihat gelagat bahwa orang tersebut mulai bimbang untuk men support saya. Mungkin karena saya masih muda dan baru kenal. &lt;br /&gt;Saya mulai gelisah. Karena bukan hanya 9 juta yang terancam tidak bisa dikembalikan. Tapi banyak hal lain yang saya pertaruhkan seandainya uang itu tidak cair (saya tidak bisa menjabarkan kebutuhan apa saja).&lt;br /&gt;Saya pun melakukan manajemen kepepet. Yaitu saat kita kepepet, kita pun akan semakin nekat. Saya tekan dan yakinkan orang itu agar mau mencairkan pinjamannya. Tidak bisa tidak, pokoknya  harus cair. Dan pada momen ini iman saya pun benar-benar bertambah. Doa dan ibadah saya lakukan setiap saat (biasalah manusia kalo susah biasanya suka begitu).&lt;br /&gt;Dan Alhamdulillah setelah melalui perjuangan panjang, uangnya pun cair. Tapi ada masalah lain. Uang  yang cair tidak sesuai harapan. Tapi tetap saya terima. Toh saya tidak punya pilihan lagi.&lt;br /&gt;Saya putar otak lagi supaya uang ini bisa menutup semua kebutuhan yang diperlukan. Tidak bisa tidak. Harus !!!&lt;br /&gt;Langkah pertama adalah saya mencari toko penjual pupuk besar yang bisa kredit. Setelah dapat, saya pun menemui nya dan berkenalan. Saya katakan dan yakinkan kepada pemiliknya  bahwa saya mau order pupuk dalam jumlah besar. Saya akan bayar DP 80 persen dan sisa 20 persennya akan saya cicil. Alhamdulillah dia pun mau. Walau awalnya ragu.&lt;br /&gt;Lalu sisa uangnya saya bayarkan hutang 9 juta, bayar emas untuk investasi dan membayar kebutuhan yang urgen lainnya.&lt;br /&gt;Singkatnya, belum semua kebun saya yang dipupuk. Mungkin baru 60 persennya. Tapi target 2011 saya untuk perkebunan Alhamdulillah tercapai. Dan 2012 sudah disiapkan dan insya Allah lebih baik lagi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-8676180439615799102?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/8676180439615799102/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2012/01/membangun-perkebunan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8676180439615799102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8676180439615799102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2012/01/membangun-perkebunan.html' title='MEMBANGUN PERKEBUNAN'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-5602777625356741946</id><published>2012-01-04T14:26:00.002+07:00</published><updated>2012-01-04T14:30:40.536+07:00</updated><title type='text'>MEMBANGUN PASAR</title><content type='html'>Saya pernah melakukan kerja sama bisnis untuk membangun pasar. Diatas tanah 2 hektar akan dibangun ruko 24 unit, kios 96 unit dan beberapa kios ditengahnya. Lokasi ada di Sumatera Utara.&lt;br /&gt;Dibelakang tanah 2 hektar tersebut, terhampar tanah seluas 8 hektar yang rencannya dibangun perumahan type 36 m2.&lt;br /&gt;Kalau dilihat lokasi dan keadaan sekitarnya, maka proyek ini mempunyai prospek yang sangat baik. Makanya, saya pun bersedia untuk ambil bagian dalam kerja sama ini.&lt;br /&gt;Bentuk kerja samanya adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tanah yang 2 hektar (peruntukan pasar) pada dasarnya sudah bebas. Sang pemilik tanah mewakafkan tanah ini untuk dibangun pasar. Tugas developer adalah memberikan ganti rugi kepada orang-orang yang tinggal disitu. Bentuk ganti ruginya ada dua macam; bisa dengan uang dan bisa juga diberikan ruko (dihitung selisihnya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pemilik tanah diberikan wewenang menjadi kontraktor untuk membangun pasar. Dengan keuntungan 15 persen per unit bangunan yang dibangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hamparan tanah 8 hektar yang rencananya dibangun perumahan adalah dikelola oleh pemilik tanah. Karena ada pasar, harga tananya pun naik. Disinilah dia mendapatkan keuntungan dari tanah yang 2 hektar tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sewaktu saya diajak kerja sama, kondisi proyek tersebut sekarat. Tidak ada saldo dikas, management mati, banyak tagihan yang tidak tertagih dan tidak adanya dukungan bank untuk kredit kepemilikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi nilai positifnya, bahwa keseluruhan ruko sudah dibangun 80 persen dan kios sudah dibangun 20 persen. Selain itu seluruh unit sudah laku terjual. Masalahnya konsumen tidak terdata dengan baik (management yang amburadul).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya pun menyanggupi untuk menjalankan proyek tersebut. Saya melihat, walaupun keuntungannya kecil  (dibawah 15 persen) tapi saya melihat prospek yang bagus diproyek ini. Apabila saya percepat dan berhemat, maka keuntungan bisa naik menjadi 20 persen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jujur saja, saya sama sekali tidak mempunyai modal uang untuk mengerjakan proyek ini. Bagi saya bangunan yang belum akad kredit sudah menjadi modal yang cukup untuk menjalankan proyek.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya kontak management lama. Saya katakana bahwa saya adalah penanggung jawab yang baru. Saya yakinkan mereka untuk kembali lagi bekerja dan sama sama berusaha membangun pasar. Mereka setuju. Entah mereka yakin dengan omongan saya atau mungkin juga mereka tidak punya pilihan karena sulitnya mendapatkan pekerjaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Management sudah ada. Saya hanya merekrut seorang manager, keuangan, dan marketing. Saya belum butuh kepala proyek karena untuk sekarang ini memang belum butuh. Selain juga untuk penghematan fixed cost.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keuangan, saya tugaskan mengumpulkan data-data uang muka, tagihan dan hal-hal lain yang berhubungan dengan uang.&lt;br /&gt;Sedangkan marketing, saya tugaskan untuk merapikan buku kavling dan mengumpulkan berkas-berkas konsumen untuk ke bank.&lt;br /&gt;Manager, bertugas memanage mereka. Sedangkan saya melancarkan perizinan, dan mencari dukungan bank.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah semuanya lancer sesuai agenda kerja. Hampir setiap hari kita rapat dan saya tekankan untuk terus bergerak mengejar agenda kerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Urusan legalitas proyek selesai. Meskipun saya harus membayar lebih. Begitu juga urusan dukungan bank. Setelah saya entertain berkali-kali dan memberikan beberapa kali bonus akhirnya kepala cabangnya pun takluk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah semua lancar, kita pun beralih ke agenda berikutnya; yaitu wawancara konsumen kepada bank. Tujuannya agar mereka bisa akad kredit. Sengaja saya melakukan proses wawancara di proyek dengan mengundan konsumen sebanyak-banyaknya. Tujuannya agar kepercayaan masyarakat dan konsumen pelan-pelan kembali pulih. Dengan melihat proyek ramai orang pun akan percaya bahwa proyek ini akan berjalan lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah proses wawancara selesai, beberapa hari kemudian akad kredit pun dilakukan. Ini berarti uang pun akan cair. Kas berisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya melakukan semua ini dalam tempo satu bulan. Saya rasa ini keajaiban. Saya pun bingung kenapa bisa selancar ini. Padahal target saya adalah 6 bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyek yang tadinya mati akhirnya bisa berjalan lagi. Kas yang tadinya kering, sekarang sudah basah. Dalam tempo 1 bulan, saya berhasil mencairkan kios sampai ratusan juta rupiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi setelah proyek lancar, mulailah timbul masalah. Mulailah muncul pahlawan-pahlawan kesiangan. Mereka merasa berjasa melancarkan proyek. Sang pemilik tanah merasa pahlawan karena bangunannya adalah bangunan dia. Dan karena letak tanahnya yang strategislah makanya pasar bisa ramai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain lagi dengan developer terdahulu. Dia merasa berjasa karena berhasil menjual habis unit-unit dipasar itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Intinya, mereka ingin kembali mengelola proyek ini.&lt;br /&gt;Sebenarnya, bisa saja saya pertahankan. Toh di perjanjian awal, saya mengelola pasar ini dan memberikan kompensasi kepada pemilik tanah dan developer sebelumnya. Tapi saya tidak mau. Saya sedang banyak masalah dan sangat membutuhkan uang. Apabila saya berkonfrontasi, berarti saya harus fight mengeluarkan uang, waktu dan tenaga lebih hanya untuk mempertahankan proyek yang keuntungannya sedikit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya, saya ambil keuntungan dan tinggalkan proyek itu. &lt;br /&gt;3 bulan kemudian, proyek itu pun kembali sekarat. Managemen bubar karena tidak kerasan lagi. Selain itu, ternyata ada adajuga developer lain yang merekrut mereka. Mungkin karena dia melihat prestasi orang-orang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupun dengan bank. Mereka mengambil tindakan antisipatif. Karena melihat munculnya penanggung jawab baru di proyek ini. Mereka tentunya bertanya-tanya.&lt;br /&gt;Saya sempat dikontak mereka untuk bekerja sama lagi di pasar tersebut. But I learn my lesson. Gak lah… bisnis adalah kepercayaan. Dan bermitra dengan orang serakah itu tidak memberikan keuntungan apa-apa.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-5602777625356741946?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/5602777625356741946/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2012/01/membangun-pasar.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/5602777625356741946'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/5602777625356741946'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2012/01/membangun-pasar.html' title='MEMBANGUN PASAR'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-4141076611489730338</id><published>2011-08-17T21:45:00.001+07:00</published><updated>2011-08-17T21:45:08.268+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>Udah lama gak nulis di blog ini. &lt;br /&gt;Hampir 6 bulan sudah perjuangan saya di Sumatera Utara. Perjuangan saya insya Allah tetap konsisten untuk membangun harkat dan martabat hidup, secara ekonomi maupun politik.&lt;br /&gt;Dari segi ekonomi, saya berjuang untuk memapankan diri dan keluarga. Dengan basis properti, kelapa sawit dan karet insya Allah bisa menjadi sumber daya saya untuk maju.&lt;br /&gt;Untuk urusan developer kontraktor, saya tidak terlalu menemui kendala yang berarti. Ini karena pengalaman saya sejak tahun 2004 berkutat dibidang ini.&lt;br /&gt;Disini konsumen sudah lengkap. Sehingga saya tidak terlalu repot untuk mengadakan promosi marketing. Hanya yang harus kejar adalah bagaimana mencairkan bangunan-bangunan kios dan ruko yang sudah tersedia. Selain itu, tantangan lain adalah bagaimana mengembangkan sumber daya finansial dan management agar menjadi kekuatan saya.&lt;br /&gt;Selain properti, saya juga memasuki dunia perkebunan (sawit dan karet). Ini adalah hal baru buat saya, karena sebelumnya saya belum menguasai sektor ini. Jadi, tiada hari bagi saya untuk terus belajar. So far, saya sudah sedikit menguasai tekhnik pemupukan dan perawatannya. &lt;br /&gt;Bahwa aplikasi pupuk untuk kelapa sawit dosisnya lebih banyak dibandingkan kebun karet. &lt;br /&gt;Sebagai contoh saja, untuk sawit umur 9-13 tahun dibutuhkan lebih kurang 2.75 kg urea, 2.25 kg SP36, 2.25 kg MOP dan 1.50 kg kieserite. Sehingga total pupuknya adalah 8.75 kg.&lt;br /&gt;Sedangkan karet untuk umur yang sama hanya membutuhkan 300 gram urea, 190 gram SP36 dan 250 gram MOP.&lt;br /&gt;Namun begitu, secara perawatan hemat saya karet lebih manja dibandingkan sawit karena karet membutuhkan perhatian setiap hari.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk arah politik, saya sudah menemukan arahnya. Pada awal kedatangan saya di Sumatera Utara, saya tidak mengetahui kalau ada Hizbut Tahrir disini. Akhirnya, saya mengarahkan politik saya ke kawan-kawan di Partai Keadilan Sejahtera. Namun, setelah menghubungi mursyid, didapati kalau HTI memiliki cabang di Padang Sidempuan. Dan akhirnya, saya pun melanjutkan halqah saya disana.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-4141076611489730338?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/4141076611489730338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2011/08/udah-lama-gak-nulis-di-blog-ini.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/4141076611489730338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/4141076611489730338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2011/08/udah-lama-gak-nulis-di-blog-ini.html' title=''/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-5285706848551273231</id><published>2011-04-11T20:45:00.001+07:00</published><updated>2011-04-11T21:00:14.930+07:00</updated><title type='text'>CATATAN SUMATERA UTARA I</title><content type='html'>"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita" (An Nisaa 34)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu bulan lebih semenjak hari H, semenjak itu tugas dan tanggung jawab saya bertambah. Saya harus bisa bertanggung jawab sebagai pemimpin untuk bisa membawa diri dan keluarga agar terhindar dari siksa api neraka. "Wahai orang-orang beriman, pelihara dirimu dan keluargamu dari api neraka..." (66;6)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini bukan tugas yang mudah,karena menyatukan visi dan misi adalah pekerjaan yang sulit. Bagaimana agar orang yang kita pimpin bisa memahami arah dan tujuan sebuah peradaban kecil. Sangat jarang (menurut saya) sebuah keluarga yang mempunyai visi dan misi. Mereka hanya menjalankan hidup ini apa adanya. Mereka hanya mengikuti trend yang berkembang dimasyarakat, tanpa pernah berani taking risk untuk menciptakan trend sendiri ditengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah (menurut saya) orang orang menengah kebawah. Orang orang high society adalah orang orang yang mempunyaii visi dan misi. Mereka berani tampil berbeda ditengah masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Visi dan misi didalam sebuah keluarga sangat penting. Karena keluarga adalah sebuah peradaban kecil. Apabila peradaban kecil ini bisa terbangun, maka Insya Allah arah untuk menciptakan peradaban yang lebih besar (peradaban dunia) akan lebih mudah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu visi dan misi didalam keluarga sangatlah penting. Visi misi yang berlandaskan hukum hukum Islam tentunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya Tuhan kami, anugerahkan lah kepada kami isteri isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati kami. Dan jadikanlah kami imam bagi orang orang bertaqwa" (25;74)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-5285706848551273231?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/5285706848551273231/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2011/04/catatan-sumatera-utara-i.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/5285706848551273231'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/5285706848551273231'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2011/04/catatan-sumatera-utara-i.html' title='CATATAN SUMATERA UTARA I'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-140866790979519728</id><published>2010-11-12T22:07:00.000+07:00</published><updated>2010-11-12T22:09:08.199+07:00</updated><title type='text'>Catatan Jambi II</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;''Dan taatilah Allah dan Rasul supaya kamu diberi rahmat'' (3;132)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; ''Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba''  (2;275)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Dan sesungguhnya akan kami berikan cobaan kepadamu dengan sedikit  ketakutan, kelaparan dan kekurangan harta, jiwa dan buah buahan. Dan  berikanlah berita gembira kepada orang orang yang sabar'' (2;155)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Dan barang siapa yang menaati Allah dan Rasul Nya, mereka itu akan  bersama sama dengan orang orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah''  (4;69)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Bahwa 9 dari 10 pintu rizki terletak pada perniagaan (bisnis)''  (hadist)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebelum saya datang ke Jambi, saya mendapat 2 bekal yang sangat  berharga. Bekal tersebut bukanlah berupa materi. Akan tetapi ilmu ilmu  yang insya Allah bermanfaat untuk diri saya, orang lain dan pemberi ilmu  itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal yang pertama datangnya dari kawan kawan saya. Mereka memberikan  ilmu mengenai agama khususnya hukum hukum muammalah. Mereka memberikan  ilmu tentang betapa kita harus selalu berpegang teguh pada Quran dan  Hadist. Lebih jauhnya, kawan kawan saya memberikan pengetahuan berharga  mengenai hukum jual beli, khiyar, sewa menyewa (ijarah), hutang (al  qardh) dan lain sebagainya yang berhubungan dengan bisnis Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bekal kedua diberikan ayah saya. Beliau mengingatkan bahwa kita harus  terus bergerak. Dengan kita bergerak maka akan datanglah ide atau solusi  (atau bahasa beliau mencari nasratullah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain bergerak, beliau juga menyarankan untuk menguatkan hati untuk  mencapai tujuan. Yakin dan jangan ada keraguan. Bahwa apa yang ada  dihati kita, itu lah yang akan kita dapatkan. Kekuatan hati inilah yang  menimbulkan permintaan kepada Allah SWT. Beliau mengutip surah al  fatihah; 5. Bahwa ada doa dan ada permintaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa doa khusus untuk ummat Muhammad saja. Sedangkan permintaan  diberikan kepada semua manusia. Itulah mengapa orang orang china dan  yahudi lebih sukses dari pada kita. Ini karena mereka mempunyai hati  yang kuat untuk meminta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebulatan hati inilah yang menjadikan keyakinan. Dan keyakinan tersebut  yang menjadi kekuatan. Atau bahasa Ayah saya, Faith To Be Power!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua bekal inilah yang saya gunakan selama di Jambi. Bahwa bisnis yang  baik adalah bisnis yang penuh keberkahan dan penuh keridha an dari Allah  SWT dengan selalu menjadikan hukum hukum Nya sebagai landasan. Dan  untuk mencapai kesuksesan bisnis , maka saya harus terus bergerak penuh  keyakinan (dengan hati sebagai kekuatan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu setengah bulan sudah saya di Jambi. Dan kedua bekal tersebut masih  saya pergunakan sampai sekarang. Memang pada perakteknya agak sulit.  Apalagi Indonesia tidak menggunakan sistem Islam. Jadi saya harus benar  benar selektif dalam menentukan kebijakan. Belum lagi tantangan  tantangan dan hambatan yang lain, seperti faktor finansial, menghindari  riba, menghindari suap menyuap dan perkara perkara lain yang kadang  menggoyahkan iman dan mental saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi saya yakin, kemenangan akan datang apabila saya tetap berpegang  teguh pada hukum Allah. Yang jelas saya tetap mencari keridhaan Nya,  terus bergerak dan menjadikan hati sebagai kekuatan (faith to be power).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya mendapat pelajaran bahwa walaupun saya dalam kondisi ketakutan,  kelaparan ataupun kekurangan, akan tetapi saya harus bersikap sabar,  tawakal dan terus bergerak. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-140866790979519728?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/140866790979519728/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/11/catatan-jambi-ii.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/140866790979519728'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/140866790979519728'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/11/catatan-jambi-ii.html' title='Catatan Jambi II'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-490775772678719159</id><published>2010-11-03T16:47:00.000+07:00</published><updated>2010-11-03T16:49:25.397+07:00</updated><title type='text'>Betulkah Homoseks adalah Kehendak Tuhan?</title><content type='html'>&lt;em&gt;Oleh Eko Yuniarsih (Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia)&lt;/em&gt; &lt;p align="center"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p&gt;Kalangan lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT) tak berhenti mencari dukungan atas penyimpangan perilaku yang mereka idap. Berbagai upaya telah dilakukan agar perilaku “sakit” kelompok ini dapat diterima oleh masyarakat luas di negara ini. Dede Oetomo, staf pengajar di FISIP Universitas Airlangga adalah salah satu pendiri dan aktivis Lambda Indonesia (1982), organisasi gay pertama di Indonesia, pendiri dan Ketua KKLGN (Kelompok Kerja Lesbian dan Gay Nusantara).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dede juga merintis publikasi Majalah GAYa NUSANTARA. Dari hasil jeri payahnya Dede mendapat anugerah Felipe de Souza Award dari International Gay and Lesbian Human Rights Commision (IGLHRC), pada tahun 1998 dan Utopian Award.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada tahun 2004 sebuah buku yang merupakan kumpulan artikel dari Jurnal Justisia Fakultas Syariah IAIN, Semarang edisi 25 tahun I, diterbitkan. Dengan judul “Indahnya Kawin Sesama Jenis: Demokratisasi dan Perlindungan Hak-Hak Kaum Homoseksual,” kaum homoseks kembali berusaha agar eksistensinya diakui dan diterima.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Islam dan Kristen Mengecam Homoseksual&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dalam sejarah peradaban manusia, fenomena penyimpangan seksual sudah muncul jauh sebelum masa Nabi Muhammad SAW, tepatnya pada masa Nabi Luth yang diutus untuk kaum Sodom. Hampir semua kitab tafsir mengabadikan kisah tersebut ketika menyingkap kandungan ayat-ayat yang berkaitan dengan kisah nabi Luth.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah SWT berfirman: &lt;em&gt;Dan Luth ketika berkata kepada kaumnya: mengapa kalian mengerjakan perbuatan faahisyah (keji) yang belum pernah dilakukan oleh seorangpun sebelum kalian. Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan syahwat, bukan kepada wanita; malah kalian ini kaum yang melampaui batas. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: “Usirlah mereka dari kotamu ini, sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan). Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.&lt;/em&gt;” [QS Al-A'raf:80-84].  Nabi Muhammad saw. juga bersabda, “&lt;em&gt;Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.&lt;/em&gt;” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki). Imam Syafii berpendapat, bahwa pelaku homoseksual harus dirajam tanpa membedakan apakah pelakunya masih bujangan atau sudah menikah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak hanya Islam, agama Kristen pun menganggap homoseks adalah perilaku yang menyimpang. Bibel menyebutnya sebagai ibadah kafir yang lazim dikenal dengan nama “pelacuran kudus”. Bibel sangat mengutuk dan mengecam pelakunya karena itu bertentangan dengan moral. Gereja Katolik, misalnya, tetap mempertahankan doktrinnya yang menolak praktek homoseksual. Tahun 1975, Vatikan mengeluarkan keputusan bertajuk “The Vatican Declaration on Sexual Ethics.” Isinya, antara lain menegaskan: “&lt;em&gt;It (Scripture) does attest to the fact that homosexual acts are intrinsically disordered and can in no case be approved of.”&lt;/em&gt; Sementara Paus Benediktus XVI dalam pidatonya pada malam Tahun Baru 2006, juga menegaskan kembali tentang terkutuknya perilaku homoseksual.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan di Amerika, negara nomor satu pengusung faham liberal, setengah dari penduduknya menentang perilaku abnormal ini. Dari hasil sebuah survei yang dilakukan oleh Pew, yang dilaksanakan antara 15-19 Oktober 2003, mendapati penentang perkawinan gay meningkat menjadi 59 persen responden dari 53 persen dalam survai sebelumnya Juli lalu. Survei itu juga mendapati penentangan terhadap perkawinan sesama jenis lebih keras di antara kelompok-kelompok keagamaan. Pengumpulan pendapat itu menyertakan 1.512 orang dewasa, dengan marjin kesalahan tiga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Benarkah Homoseks terjadi secara Alami?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Para pembela dan kaum homosesks mengatakan bahwa penyimpangan perilaku mereka, adalah sesuatu yang alami dan &lt;em&gt;created by God&lt;/em&gt;. Sehingga, anggapan masyarakat selama ini yang memandang homoseks adalah sesuatu yang hina, tercela dan berdosa, dikatakan sebagai anggapan yang bertentangan dengan kenyaataan yang ada dan melanggar hak asasi manusia (HAM). Benarkah demikian ?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Psikiater Prof. Dr. Dadang Hawari menyatakan, munculnya penyimpangan seksual ini tidak terjadi secara alamiah begitu saja, tapi ini masalah psikologi (kejiwaan) yang terjadi karena lingkungan yang rusak. Seseorang yang melakukan penyimpangan ini, kemungkinannya ada dua, pertama seseorang mengalami kelainan ini karena trauma masa lalu, misalnya ia pernah jadi korban (maaf) sodomi sehingga ia ingin membalas dendam kepada orang lain atas apa yang terjadi padanya. Makanya seringkali kelainan seksual ini dianggap sebagai ‘penyakit menular’ dimana ketika seseorang menjadi korban biasanya ia berupaya untuk balas dendam dengan melakukan hal yang sama dan seterusnya. Kedua, kelainan seksual terjadi karena kebosanan terhadap lawan jenis atau karena ia hidup secara terus menerus dilingkungan lawan jenisnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada fakta yang harus diketahui dan dilihat secara obyektif oleh kalangan homoseksual. Beberapa waktu yang lalu, seorang waria yang pernah menyabet gelar Miss Waria, tersadar dan kembali pada kodratnya menjadi laki-laki. Jika ada kemauan yang kuat pada diri sendiri, maka waria ataupun kalangan homoseksual dapat mengubah perilaku “sakit”nya, ujar mantan waria tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi jika homoseksual adalah sesuatu yang alami dan diciptakan oleh Tuhan, maka mantan Miss Waria tersebut tentu tak akan dapat kembali menjadi laki-laki normal. Masalahnya adalah kaum homoseks ini mau atau tidak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Tindakan Preventif Islam&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai agama paripurna, Islam telah memberikan solusi preventif menangkal terjadinya penyimpangan perilaku seksual. Islam menetapkan terpisahnya tempat tidur anak laki-laki dan anak perempuan sejak usia tujuh tahun. Syariat Islam juga menetapkan bahwa jama’ah laki-laki dan perempuan dalam kehidupan umum adalah terpisah, kecuali dalam hal muamalat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain solusi preventif, Islam juga memberikan hukuman yang tegas terhadap kelainan seksual ini. Pelaku praktik homoseks diganjar dengan hukuman mati. Hukuman inipun bukan dilaksanakan oleh individu, tetapi negara yang menetapkan (al-Maliki, 2002 : 54). Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah saw., “&lt;em&gt;Siapa saja yang menemukan pria pelaku homoseks, maka bunuhlah pelakunya tersebut.&lt;/em&gt;” (HR Abu Dawud, at-Tirmizi, an-Nasai, Ibnu Majah, al-Hakim, dan al-Baihaki).&lt;/p&gt; Dengan lingkungan kondusif, penyimpangan perilaku homoseksual tak akan tumbuh dengan subur. Apalagi negara benar-benar menjaga penduduknya dari perilaku ’sakit’ tersebut. Homoseksual bukanlah alami diciptakan Tuhan, melainkan penyimpangan perilaku akibat pengaruh berbagai faktor lingkungan. Sekali lagi, asalkan mau, kalangan LGBT dapat kembali normal, menjadi laki-laki atau perempuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2010/10/31/betulkah-homoseks-adalah-kehendak-tuhan/&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-490775772678719159?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/490775772678719159/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/11/betulkah-homoseks-adalah-kehendak-tuhan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/490775772678719159'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/490775772678719159'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/11/betulkah-homoseks-adalah-kehendak-tuhan.html' title='Betulkah Homoseks adalah Kehendak Tuhan?'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-3023937886044209111</id><published>2010-11-03T16:33:00.000+07:00</published><updated>2010-11-03T16:39:15.102+07:00</updated><title type='text'>Masih adakah Indonesia 100 tahun kedepan</title><content type='html'>''Dan bila dikatakan kepada mereka; janganlah kamu membuat kerusakan dibumi ini, mereka menjawab; Sesungguhnya kami orang orang yang mengadakan perbaikan. Ingatlah sesungguhnya mereka itulah orang orang yang membuat kerusakan, tetapi mereka tidak sadar. Apabila dikatakan kepada mereka; Berimanlah kamu sebagaimana orang orang lain telah beriman. Mereka menjawab; Akan berimankah kami sebagaimana orang orang yang bodoh itu telah beriman? Ingatlah sesungguhnya merekalah orang orang bodoh, tetapi mereka tidak tahu'' (al Baqarah; 11-13)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi Nuh as diangkat oleh Allah SWT sebagai rasul untuk mengajak kaumnya agar menyembah Allah. Namun mereka ingkar dan justru menutup diri mereka akan seruan tersebut. Mereka lebih memilih kenikmatan dunia dari pada akhirat. (71; 21-24).&lt;br /&gt;Pada akhirnya Allah menurunkan azab Nya berupa hujan yang menenggelamkan kaum Nuh (71-25).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pula halnya dengan kaum nabi Luth as. Kaum ini menolak untuk menyembah Allah dan mementingkan urusan dunia. Kaum Sodom sangat terkenal dengan perilaku seksualnya yang menyimpang, selain tingkah laku mereka yang selalu berkhianat (27: 54-55).&lt;br /&gt;Peringatan Luth as tidak digubris, dan Allah pun menurunkan hujan batu yang menghancurkan kaum tersebut (27;58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh diatas adalah dua dari sekian banyak contoh mengenai kaum yang ingkar menyembah Allah. Meskipun sudah berkali kali diperingatkan, namun mereka tetap membangkang. Dan azab Allah pun akhirnya turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa waktu lalu, Indonesia diguncang oleh bencana yang datang hampir bersamaan. Saat kota Jakarta sedang sibuk oleh bencana banjir, tiba tiba mentawai bergejolak dengan gempa buminya. Disusul gunung Merapi yang memuntahkan isinya.&lt;br /&gt;Istilahnya, kita di 'serang' dari dua arah sekaligus, yaitu dari atas (hujan) dan dari bawah (gempa dan letusan gunung).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sudah jelas jelas peringatan dari Allah SWT agar kita bertobat dan kembali menggunakan hukum Islam. Allah memperingatkan bahwa segala musibah yang menimpa kita karena ulah tangan kita sendiri (42;30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah saatnya kita mengintropeksi diri dan bangkit. Allah tidak akan merubah keadaan suatu kaum sehingga mereka merubah keadaan yang ada pada diri mereka masing masing (13;11). Ayat ini menerangkan bahwa kita lah yang harus melakukan perubahan agar nasib negeri ini tidak lagi dirundung petaka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang terjadi pada kaum Nuh as dan Luth as adalah hampir sama dengan keadaan yang terjadi pada masyarakat Indonesia sekarang ini.&lt;br /&gt;Sudah banyak perilaku seksual yang menyimpang, Sudah jelasnya seks bebas, dan sudah banyak bencong bencong yang tanpa malu berkeliaran ditengah tengah kita.&lt;br /&gt;Yang lebih parahnya lagi, banyak pula kelompok kelompok yang meneriakkan kebebasan seks dan legalitas perkawinan sesama jenis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Indonesia menjadi negara munafik. Banyak orang berlomba lomba untuk mencitrakan dirinya agar terlihat baik. Tujuannya agar mendapatkan penghormatan dan kemuliaan dimata orang. Padahal, Allah lah yang berhak memuliakan ataupun menghinakan seseorang (3;26).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Dan masih banyak lagi kemungkaran kemungkaran yang kita lakukan. Namun hanya sedikit orang orang atau kelompok kelompok yang mencegah kemungkaran tersebut. Kalo pun ada, maka orang dan kelompok ini akan mengalami sinisme, cacian, makian bahkan perlawanan dari khalayak umum.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Sudah cukup segala teguran teguran Allah selama ini. Sudah saatnya kita sadar dan kembali kepada Islam. Sudah saatnya kita menggunakan Islam secara menyeluruh (kaffah) dan meninggalkan perkara perkara yang diharamkan Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga 100 tahun kedepan Indonesia masih tetap ada. Bukan bagian dari cerita sejarah tentang suatu kaum yang binasa karena kemungkarannya&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-3023937886044209111?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/3023937886044209111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/11/masih-adakah-indonesia-100-tahun.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/3023937886044209111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/3023937886044209111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/11/masih-adakah-indonesia-100-tahun.html' title='Masih adakah Indonesia 100 tahun kedepan'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-5739706219972779981</id><published>2010-10-23T18:43:00.001+07:00</published><updated>2010-10-23T18:43:51.376+07:00</updated><title type='text'>Catatan Jambi I</title><content type='html'>Beberapa minggu sudah saya berada di kota Jambi. Banyak sekali yg  berubah dari kota ini. Ada yang positive dan ada pula yang negative.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya bisa merasakan pertumbuhan ekonomi (economic growth) yang sangat  cepat di Jambi. Mall mall sudah banyak yang dibangun. Para investor  sudah banyak yang datang, tekhnologi yang berkembang, dan pemikiran  masyarakatnya pun sudah banyak yang maju (intelek).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun begitu, ada hal yang sangat disayangkan. Kemajuan Jambi juga  dibarengi oleh masuknya paham kebebasan (liberalisme) ala barat yang  menggiring masyarakat ini, khususnya pemuda. Tahun lalu, saya sangat  merasakan culture timur yang masih sangat kental. Masyarakatnya masih  bersikap ramah, penuh toleransi, kekeluargaan, sopan dan santun. Intinya  adalah, tahun lalu, Jambi masih menjadi kota yang tentram dan penuh  ketenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang hal-hal tersebut perlahan hilang. Kota ini seakan brutal. Suara  knalpot motor sangat bising. Kemacetan mulai timbul, dan yang sangat  ekstrim (menurut saya) adalah perubahan dari tingkah polah para  wanitanya. Mereka sudah tidak malu-malu lagi untuk berpakaian minim  mengumbar aurat. Mereka sudah tidak segan-segan lagi bermesraan (zina)  ditempat umum. Bahkan (saya belum menyaksikan langsung), banyak yang  mengatakan bahwa sudah banyak hotel-hotel yang menyediakan layanan short  time check in. Dan mayoritas pemesannya adalah kalangan muda mudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada sebuah patokan penilaian mengenai keadaan/kondisi suatu masyarakat  (society). Baik buruknya suatu masyarakat bisa dilihat dari kondisi  wanitanya.&lt;br /&gt;Kalau menilai dari kacamata tersebut, maka saya menyimpulkan sekarang  ini, bahwa kota Jambi sudah diambang kebobrokan. Karena lebih banyak  wanita bobrok dari pada yang baik (mungkin yang baik sudah menyingkir ke  desa).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya harap penilaian saya terhadap Jambi salah. Saya harap Jambi masih  seperti dahulu, dimana masyarakatnya masih memegang teguh adat Istiadat  dan agama.&lt;br /&gt; Mudah-mudahan penglihatan saya mengenai wanita-wanita ''pemberani'' dan  semakin menjamurnya club-club malam, tempat karoke dan panti pijat gak  jelas hanyalah fatamorgana.&lt;br /&gt;Mudah-mudahan Jambi tak separah yang saya kira. Karena Jambi saja yang  kota kecil sudah begini bebas, bagaimana jadinya dengan kota-kota besar  seperti, Medan, Palembang, Yogyakarta, Bandung bahkan Jakarta.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-5739706219972779981?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/5739706219972779981/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/10/catatan-jambi-i.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/5739706219972779981'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/5739706219972779981'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/10/catatan-jambi-i.html' title='Catatan Jambi I'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-7981731490871332632</id><published>2010-09-09T18:54:00.000+07:00</published><updated>2010-09-09T18:55:09.635+07:00</updated><title type='text'>Sepuluh Sahabat yang dijamin masuk Surga</title><content type='html'>&lt;em&gt;“Dan orang-orang  yang terdahulu lagi yang petama-tama (masuk Islam) di antara orang-orang  Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik,  Allah ridho kepada mereka dengan mereka dan mereka ridho kepada Allah.  Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya  sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah  kemenangan yang agung.”&lt;/em&gt; (Qs At-Taubah : 100)&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt; &lt;p&gt;Berikut ini 10 orang sahabat Rasul yang dijamin masuk surga (&lt;em&gt;Asratul Kiraam&lt;/em&gt;).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Abu Bakar Siddiq ra.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau adalah khalifah pertama sesudah wafatnya Rasulullah Saw.  Selain itu Abu bakar juga merupakan laki-laki pertama yang masuk Islam,  pengorbanan dan keberanian beliau tercatat dalam sejarah, bahkan juga  didalam Quran (Surah At-Taubah ayat ke-40) sebagaimana berikut :  “Jikalau tidak menolongnya (Muhammad) maka sesungguhnya Allah telah  menolongnya (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Mekah)  mengeluarkannya (dari Mekah) sedang dia salah seseorang dari dua orang  (Rasulullah dan Abu Bakar) ketika keduanya berada dalam gua, diwaktu dia  berkata kepada temannya:”Janganlah berduka cita, sesungguhya Allah  bersama kita”. Maka Allah menurunkan ketenangan kepada (Muhammad) dan  membantunya dengan tentara yang kamu tidak melihatnya, dan Allah  menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang rendah. Dan kalimat  Allah itulah yang tinggi. Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” Abu  Bakar Siddiq meninggal dalam umur 63 tahun, dari beliau diriwayatkan 142  hadiets.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Umar Bin Khatab ra.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beliau adalah khalifah ke-dua sesudah Abu Bakar, dan termasuk salah  seorang yang sangat dikasihi oleh Nabi Muhammad Saw semasa hidupnya.  Sebelum memeluk Islam, Beliau merupakan musuh yang paling ditakuti oleh  kaum Muslimin. Namun semenjak ia bersyahadat dihadapan Rasul (tahun  keenam sesudah Muhammad diangkat sebagai Nabi Allah), ia menjadi salah  satu benteng Islam yang mampu menyurutkan perlawanan kaum Quraish  terhadap diri Nabi dan sahabat. Dijaman kekhalifaannya, Islam berkembang  seluas-luasnya dari Timur hingga ke Barat, kerajaan Persia dan Romawi  Timur dapat ditaklukkannya dalam waktu hanya satu tahun. Beliau  meninggal dalam umur 64 tahun karena dibunuh, dikuburkan berdekatan  dengan Abu Bakar dan Rasulullah dibekas rumah Aisyah yang sekarang  terletak didalam masjid Nabawi di Madinah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Usman Bin Affan ra.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Khalifah ketiga setelah wafatnya Umar, pada pemerintahannyalah  seluruh tulisan-tulisan wahyu yang pernah dicatat oleh sahabat semasa  Rasul hidup dikumpulkan, kemudian disusun menurut susunan yang telah  ditetapkan oleh Rasulullah Saw sehingga menjadi sebuah kitab (suci)  sebagaimana yang kita dapati sekarang. Beliau meninggal dalam umur 82  tahun (ada yang meriwayatkan 88 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Ali Bin Abi Thalib ra.&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merupakan khalifah keempat, beliau terkenal dengan siasat perang dan  ilmu pengetahuan yang tinggi. Selain Umar bin Khatab, Ali bin Abi Thalib  juga terkenal keberaniannya didalam peperangan. Beliau sudah mengikuti  Rasulullah sejak kecil dan hidup bersama Beliau sampai Rasul diangkat  menjadi Nabi hingga wafatnya. Ali Bin Abi Thalib meninggal dalam umur 64  tahun dan dikuburkan di Koufah, Irak sekarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;5. Thalhah Bin Abdullah ra. &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masuk Islam dengan perantaraan Abu Bakar Siddiq ra, selalu aktif  disetiap peperangan selain Perang Badar. Didalam perang Uhud, beliaulah  yang mempertahankan Rasulullah Saw sehingga terhindar dari mata pedang  musuh, sehingga putus jari-jari beliau. Thalhah Bin Abdullah gugur dalam  Perang Jamal dimasa pemerintahan Ali Bin Abi Thalib dalam usia 64  tahun, dan dimakamkan di Basrah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;6. Zubair Bin Awaam &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memeluk Islam juga karena Abu Bakar Siddiq ra, ikut berhijrah  sebanyak dua kali ke Habasyah dan mengikuti semua peperangan. Beliau pun  gugur dalam perang Jamal dan dikuburkan di Basrah pada umur 64 tahun.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;7. Sa’ad bin Abi Waqqas &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mengikuti Islam sejak umur 17 tahun dan mengikuti seluruh peperangan,  pernah ditawan musuh lalu ditebus oleh Rasulullah dengan ke-2 ibu  bapaknya sendiri sewaktu perang Uhud. Meninggal dalam usia 70 (ada yang  meriwayatkan 82 tahun) dan dikuburkan di Baqi’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;8. Sa’id Bin Zaid&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudah Islam sejak kecilnya, mengikuti semua peperangan kecuali Perang  Badar. Beliau bersama Thalhah Bin Abdullah pernah diperintahkan oleh  rasul untuk memata-matai gerakan musuh (Quraish). Meninggal dalam usia  70 tahun dikuburkan di Baqi’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;9. Abdurrahman Bin Auf&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memeluk Islam sejak kecilnya melalui Abu Bakar Siddiq dan mengikuti  semua peperangan bersama Rasul. Turut berhijrah ke Habasyah sebanyak 2  kali. Meninggal pada umur 72 tahun (ada yang meriwayatkan 75 tahun),  dimakamkan di baqi’.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;10. Abu Ubaidillah Bin Jarrah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masuk Islam bersama Usman bin Math’uun, turut berhijrah ke Habasyah  pada periode kedua dan mengikuti semua peperangan bersama Rasulullah  Saw. Meninggal pada tahun 18 H di urdun (Syam) karena penyakit pes, dan  dimakamkan di Urdun yang sampai saat ini masih sering diziarahi oleh  kaum Muslimin.&lt;/p&gt; &lt;!-- Social Buttons Shared Counts Generated by Digg Digg plugin v4.2.2.2,      Author : Yong Mook Kim     Website : http://www.mkyong.com/blog/digg-digg-wordpress-plugin/ --&gt;  &lt;!-- If the post is in Photo Gallery --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-7981731490871332632?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/7981731490871332632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/09/sepuluh-sahabat-yang-dijamin-masuk.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/7981731490871332632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/7981731490871332632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/09/sepuluh-sahabat-yang-dijamin-masuk.html' title='Sepuluh Sahabat yang dijamin masuk Surga'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-6759666675940559935</id><published>2010-07-11T16:52:00.001+07:00</published><updated>2010-07-11T16:54:01.896+07:00</updated><title type='text'>Khilafah vs demokrasi</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="Section1"&gt; &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sejak keruntuhan Khilafah pada 28 Rajab 1342 H, 89  tahun lalu, bisa disebut hampir sebagian besar Dunia Islam mengadopsi  sistem demokrasi. Harapannya, sistem demokrasi akan membuat Dunia Islam  lebih baik, ternyata tidak. Dunia Islam tetap saja mengidap berbagai  persoalan yang akut seperti kemiskinan, kebodohan, pembantaian dan  konflik yang berkepanjangan.&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di sisi lain, arus besar  untuk kembali ke sistem Khilafah semakin menguat. Ada pernyataan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;berulang:  Demokrasi memang tidak sempurna, tetapi sampai saat ini merupakan  sistem terbaik untuk melawan sistem totaliter. Muncul pula pertanyaan  berulang: Kebaikan apa yang ditawarkan sistem Khilafah untuk  menggantikan sistem demokrasi? Bisakah sistem Khilafah mewujudkan  harapan-harapan manusia yang gagal diwujudkan demokrasi? Kita tentu  menjawab dengan tegas: sistem Khilafah pasti mampu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Pertama: menjamin kebenaran  yang hakiki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;. Demokrasi telah gagal dalam  hal ini. Klaim suara rakyat adalah suara Tuhan dan menganggap suara  mayoritas rakyat adalah suara kebenaran tidak terbukti. Bagaimana suara  mayoritas rakyat Amerika bagian utara yang melegalkan perbudakan pada  abad ke-19 dianggap benar. Demikian juga, sulit diterima sebagai sebuah  kebenaran ketika mayoritas wakil rakyat lewat proses demokrasi  melegalkan penghinaan terhadap manusia apalagi manusia yang mulia  seperti Rasululllah saw., perkawinan homoseksual dan lesbian. termasuk  serangan terhadap Irak, Afganistan yang telah membunuh ratusan ribu  orang yang dilegalkan lewat suara mayoritas rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Adapun Islam menawarkan  sebuah sistem yang sempurna karena berasal dari Zat Yang Mahasempurna,  yaitu Allah SWT. Memang, mungkin saja terjadi penyimpangan dari  pelaksaan sistem yang sempurna ini. Namun, dari segi sumbernya sistem  Khilafah ini adalah yang terbaik. Sebaliknya, demokrasi sejak dasarnya  saja sudah bermasalah ketika kebenaran diserahkan kepada manusia.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kedua: memberikan ruang bagi  masyarakat untuk berpendapat, memilih pemimpinnya sendiri, berekspresi,  mengkritik sesuatu yang keliru&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;. Demokrasi memang mengklaim  telah memenuhi seluruh harapan ini. Namun, nilai-nilai liberal kemudian  menjadi pilarnya. Akibatnya, kebebasan yang ditawarkan menjadi  kebablasan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dan mengancam masyarakat sendiri. Bukankah atas  dasar kebebasan berekspresi, berpendapat dan berkumpul,  kelompok-kolompok homoseksual dan pelaku-pelaku pornografi menginginkan  eksistensinya diakui? Ahmadiyah, Lia Eden, dan aliran sesat lainnya pun  minta diakui dengan berdalih pada kebebasan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Di sisi lain, kebebasan yang  ditawarkan demokrasi mengidap penyakit hipokrit (standar ganda).  Mengklaim kebebasan beragama tetapi melarang pemakaian cadar, jilbab,  atau burqa di Eropa. Klaim menghargai pilihan rakyat, tetapi menghadang  kemenangan FIS di Aljazair dan Hamas di Palestina, yang&lt;span&gt; &lt;/span&gt;sebenarnya  menang secara demokratis. Boleh menghujat Nabi Muhammad sekalipun,  tetapi siapa pun yang mempertanyakan kebenaran holocaust dikriminalkan.  Sudah pula menjadi rahasia umum, terdapat pengekangan terhadap media  baik lewat sensor internal pemilik modal media ataupun pemerintah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sebaliknya, sistem Islam  memberikan ruang bagi masyarakat seluas-luasnya, namun tetap dalam  kerangka hukum syariah yang menjadi standar acuan. Dalam sistem  Khilafah, kepala negara atau Khalifah dipilih oleh rakyat&lt;span&gt; &lt;/span&gt;dengan  berdasarkan keridhaan mereka. Mengkritik penguasa yang menyimpang dalam  Islam bukan hanya hak, tetapi sekaligus merupakan kewajiban. Pahala  sangat besar pun diberikan kepada mereka yang syahid mengkritik penguasa  dengan sebutan sebaik-baik jihad (afdhal al-jihad) dan pemimpin para  syuhada. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Terdapat juga Mahkamah  Mazhalim &lt;span&gt; &lt;/span&gt;yang akan menyelesaikan persengketan antara  rakyat dan penguasa, kalau rakyat menganggap kebijakan penguasa telah  merugikan mereka. Mahkamah Mazhalim juga akan meluruskan  keputusan-keputusan Khalifah yang bertentangan dengan hukum syariah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Adapun Majelis Ummah, tempat  tokoh-tokoh yang merupakan representasi dari masyarakat, bisa mengkritik  penguasa atau memberikan masukan kepada Khalifah (musyawarah).&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Perbedaan pendapat selama  masih berlandaskan pada hukum syariah juga dibolehkan dalam Islam.  Meskipun Khlifah bisa jadi mengadopsi salah satu pendapat Imam mazhab  dalam pemerintahannya untuk diterapkan, perdebatan ilmiah&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tentang  itu tetap saja dibiarkan. Inilah yang membuat dalam sistem Khilafah  muncul berbagai mazhab, sebagai cerminan dari pengakuan perbedaan  pendapat ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Ketiga: menjamin hak-hak  mendasar manusia.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Ini adalah sesuatu yang  gagal dipenuhi oleh sistem demokrasi. Praktik pelanggaran HAM terbanyak  dan terbesar justru dilakukan oleh negara-negara kampiun demokrasi  seperti AS dan Inggris. Sebaliknya, penerapan syariah Islam&lt;span&gt; &lt;/span&gt;akan  menjaga nyawa manusia, keturunan, &lt;span&gt; &lt;/span&gt;harta dan kehormatan.  Di antaranya dengan menjatuhkan sanksi yang keras bagi pelaku  pembunuhan, pencuri,pezina dll. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Keempat: menjamin kepastian  hukum dan persamaan di depan hukum.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Syariah  Islam yang akan diterapkan oleh Khilafah menjamin hal ini bagi seluruh  warga, baik Muslim maupun non-Muslim. Rasulullah saw. menolak makelar  hukum yang menginginkan agar perempuan bangsawan tidak dihukum.  Rasulullah saw. dengan&lt;span&gt; &lt;/span&gt;tegas mengatakan kalaupun anaknya  Fatimah mencuri, beliau akan memotong tangannya. Khalifah Ali bin Thalib  pernah kalah ketika memperkarakan seorang Yahudi dengan tuduhan telah  mencuri baju perangnya. Saat itu hakim menilai Khalifah Ali bin Abi  Thalib tidak memilik saksi yang bisa diterima oleh hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Kelima: membuat kebijakan  yang pro rakyat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; Demokrasi gagal mewujudkan  hal ini. Sistem demokrasi telah melahirkan hubungan simbiosis mutualisme  antara penguasa dan pemilik modal yang merugikan rakyat. Akibatnya,  muncullah kebijakan elit politik yang lebih pro kepada pemilik modal  daripada rakyat. Industrialisasi politik, politik transaksional,  pragmatisme politik dan suap-menyuap merupakan penyakit kronis  demokrasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Sebaliknya, Khilafah melalui  syariah Islam akan menutup pintu kejahatan ini. Dalam bidang ekonomi  syariah Islam juga menjamin kebutuhan pokok tiap individu rakyat,  pendidikan gratis dan kesehatan gratis.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Barang tambang yang  melimpah (emas, perak, minyak dll), air, hutan dan listrik merupakan  milik umum yang digunakan untuk kepentingan rakyat; tidak boleh  diberikan kepada swasta atau individu.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Dengan cara seperti  ini Khilafah akan mensejahtrakan masyarakat, yang gagal diwujudkan oleh  sistem demokrasi. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;Walhasil, tidak ada alasan  bagi kita untuk tidak menerima sistem Khilafah yang akan mewujudkan  harapan-harapan manusia. Selain itu, karena menegakkan Khilafah adalah  kewajiban agama kita. Kalau ada sistem yang sempurna, mengapa kita tidak  mengambilnya?&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;http://hizbut-tahrir.or.id/2010/07/11/khilafah-vs-demokrasi/?utm_source=twitterfeed&amp;amp;utm_medium=twitter&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=";font-family:&amp;quot;;" &gt;&lt;span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-6759666675940559935?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/6759666675940559935/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/khilafah-vsa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/6759666675940559935'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/6759666675940559935'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/khilafah-vsa.html' title='Khilafah vs demokrasi'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-2246045385647707354</id><published>2010-07-07T21:45:00.003+07:00</published><updated>2010-07-07T21:57:43.403+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HAK AZAZI MANUSIA DALAM ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right; font-family: arial;"&gt;Oleh: Hamaydi Raja Sultan Harahap&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;“Wahai manusia sekalian! Perhatikanlah kata-kataku ini! saya tidak tahu, kalau kalau sesudah tahun ini, dalam keadaan seperti ini, tidak lagi saya akan bertemu dengan kamu sekalian.&lt;br /&gt;“Saudara saudara! Bahwasannya darah kamu dan harta benda kamu sekalian adalah suci buat kamu, seperti hari ini dan bulan ini yang suci, sampai datang saatnya kamu sekalian menghadap Tuhan. Dan pasti kamu akan menghadap Tuhan; pada waktu itu kamu dimintai pertanggung jawaban atas segala perbuatanmu. Ya, aku sudah menyampaikan ini.&lt;br /&gt;“ Barang siapa telah diserahi amanah, tunaikanlah amanat itu kepada yang berhak menerimanya.&lt;br /&gt;“ Bahwa segala riba sudah tidak berlaku. tetepai kamu berhak menerima kembali modalmu. Janganlah kamu berbuat zalim merugikan orang lain, dan jangan pula kamu teraniaya dirugikan. Allah telah menentukan bahwa tidak boleh lagi ada riba dan bahwa riba Al-Abbas bin Abdul-Muthalib semua sudah tidak berlaku.&lt;br /&gt;“ Bahwa semua tuntutan darah selama masa jahiliah tidak berlaku lagi, dan bahwa tuntutan darah pertama yang kuhapus adalah darah Ibn Rabi’ah bin al-Haris bin Abdul Muthalib!&lt;br /&gt;“Kemudian dari pada itu saudara saudara, hari ini nafsu setan yang meminta disembah di negeri ini sudah putus buat selama lamanya. Tetapi kalau kamu turutkan dia walaupun dalam hal yang kamu anggap kecil, yang berarti merendahkan segala amal perbuatanmu, niscaya akan senanglah dia. Oleh karena itu peliharalah agamamu baik baik.&lt;br /&gt;“saudara saudara. Menunda nunda berlakunya larangan bulan suci berarti memperbesar kekufuran. Dengan itu orang kafir itu sesat. Suatu tahun mereka langgar dan tahun yang lain mereka sucikan, untuk disesuaikan dengan jumlah yang sudah disucikan Allah dan mengharamkan mana yang sudah dihalalkan.&lt;br /&gt;“Zaman itu berputar sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Jumlah bilangan bulan menurut Allah ada dua belas bulan, empat bulan diantaranya bulan suci, tiga bulan berturut turut dan bulan Rajab antara bulan Jumadilakhir dan Sya’ban.&lt;br /&gt;Kemudian dari pada itu, saudara saudara. Sebagaimana kamu mempunyai hak atas istri kamu, juga istri mu sama mempunyai hak atas kamu. Hak kamu atas mereka ialah untuk tidak mengizinkan orang yang tidak kamu sukai menginjakkan kaki ke atas lantai rumahmu, dan jangan sampai mereka dengan jelas membawa perbuatan keji. Kalau sampai mereka melakukan itu Allah mengizinkan kamu berpisah ranjang dengan mereka dan boleh menghukum mereka dengan suatu hukuman yang tidak sampai menunggu. Bila mereka sudah tidak lagi melakukan itu, maka kewajiban kamulah memberi nafkah dan pakaian kepada mereka dengan sopan santun. Berlaku baiklah terhadap istri kamu, mereka itu mitra yang membantu kamu, mereka tidak memiliki sesuatu untuk diri mereka. Kamu mengambil mereka dengan amanat Allah, dan kehormatan mereka dihalalkan buat kamu dengan Allah.&lt;br /&gt;“Perhatikanlah kata kata saya ini, saudara saudara. Saya sudah menyampaikan ini. Ada masalah yang sudah jelas saya tinggalkan ditangan kamu, yang jika kamu pegang teguh, kamu tak akan tersesat selama lamanya – Kitabullah dan Sunnah Rasulullah.&lt;br /&gt;“Wahai manusia sekalian! Dengarkanlah kata kataku ini dan perhatikanlah! Kamu akan mengerti, bahwa setiap muslim saudara muslim yang lain., dan bahwa muslimin semua bersaudara. Seseorang tidak dibenarkan (mengambil sesuatu) dari saudaranya, kecuali jika dengan senang hati diberikan kepadanya. Janganlah kamu menganiaya diri sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah khutbah Rasulullah pada saat melakukan ibadah hajinya yang terakhir. Bagi saya, khutbah ini bisa dikatakan sebagai deklarasi hak azasi manusia. Karena apabila kita mencermatinya maka akan bisa diambil point point sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Setiap manusia bertanggung jawab atas dirinya sendiri. Apakah itu didunia maupun diakhirat.&lt;br /&gt;2. Setiap orang berkewajiban memelihara keamanan jiwa dan keselamatan harta benda manusia lainnya.&lt;br /&gt;3. Setiap orang hendaknya menjaga dan memelihara amanah dan kepercayaan yang diberikan.&lt;br /&gt;4. Bahwa riba sudah dihapuskan. Yang berarti tidak adalagi penindasan bagi orang orang yang lemah.&lt;br /&gt;5. Penegasan tentang pengakuan hak hak wanita, serta hak dan kewajiban suami istri.&lt;br /&gt;6. Bahwa sesama Muslim adalah bersaudara dan harus saling bantu membantu.&lt;br /&gt;7. Bahwa perbedaan bangsa, kulit, ras, kedudukan social dll telah dihapuskan. Maka dengan ini tidak ada lagi diskriminasi social.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Sejarah Hak Asasi Manusia (HAM) versi barat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hak Asasi Manusia menurut terminology dan pengertian umum adalah satu rangkaian hak hak dasar dan kebebasan yang dijamin oleh undang undang dasar berbagai negara, yang melindungi setiap orang dari tindakan ataupun perbuatan sewenang wenang.&lt;br /&gt;Pada zaman dahulu, seiring dengan maraknya penjajahan oleh bangsa bangsa, sehingga merenggut hak hak setiap warga sipil, maka timbullah suatu gerakan yang memperjuangkan hak hak dasar dan kebebebasan itu, yang bersendi kepada kebenaran.&lt;br /&gt;Menurut sejarah, bahwa sumber pertama gerakan HAM berasalah dari negeri Inggris pada tahun 1215, yang bernama Magna Charta, kemudian disempurnakan dengan lahirnya Petition of Rights (1627) dan Bill of Rights (1688). Sedangkan di Amerika, lahir pada tahun 1776 yang dinamakan Declaration of Rights, dan di Perancis namanya Declaration des droits (1789).&lt;br /&gt;Sebagai dampak dari Perang Dunia ke II, maka pada bulan Juni 1948, Panitia Ekonomi Sosial Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) membentuk satu komisi untuk merumuskan soal hak hak asasi itu, yang diketuai oleh Anna Eleanor Roosevelt. Dan akhirnya pada tanggal 10 Desember 1948, bertempat di Paris, maka diadakanlah deklarasi Hak Hak Asasi Manusia atau Declaration of Human Rights.&lt;br /&gt;Deklarasi ini wajib ditaati oleh setiap negara anggota PBB (termasuk di Indonesia). Hak hak asasi ini terperinci dalam 30 pasal, yang meliputi hak hak dalam politik, social, ekonomi, kebudayaan dan lain lain. Namun garis besarnya terbagi menjadi dua bagian, yaitu:&lt;br /&gt;1. Kebebasan pribadi seperti perlindungan terhadap diri, harta benda, kebebasan bergerak, kebebasan mengemukakan pendapat, kebebasan tempat tinggal dll.&lt;br /&gt;2. Kebebasan rohani, seumpama kemerdekaan beragama, jaminan terhadap rahasia perhubungan dan surat menyurat dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Hak Asasi Manusia versi Islam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Manusia mahluk utama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan” &lt;/span&gt;(Qs Al Israa: 70)&lt;br /&gt;Manusia adalah makhluk yang mulia. Manusia adalah pemimpin atau khalifah dimuka bumi ini. sebagai makhluk yang mulia, Allah SWT memberikan kelebihan untuk kita sesuai ayat diatas, yaitu:&lt;br /&gt;1. Allah SWT memberikan anugerah kepada kita berupa angkutan didarat, lautan (bahkan sekarang diudara) untuk melestarikan hubungan antar manusia sehingga bisa berkembang dan maju dari zaman ke zaman.&lt;br /&gt;2. Manusia diberikan rezeki yang berlimpah oleh Allah SWT berupa kekayaan alam.&lt;br /&gt;3. Manusia diberikan keistimewaan dan fasilitas sehingga membuat derajat manusia lebih tinggi dan mulia dari makhluk makhluk Allah SWT lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Intisari Hak Asasi Manusia. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa pada dasarnya, hak asasi itu terbagi atas dua unsur, yaitu persamaan dan kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Persamaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;i. Persamaan hak dan kewajiban manusia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam menegaskan bahwa setiap manusia adalah sama. Tidak ada yang membedakan satu dengan yang lainnya. Setiap manusia yang lahir didunia ini adalah anak cucu Adam as. dan diciptakan dari tanah.&lt;br /&gt;Dalam proses perkembangannya juga sama, yaitu sama sama dari zat sperma laki laki dan perempuan.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, setiap manusia yang ada didunia ini adalah sama. Sama sama nenek moyangnya Adam as. dan sama sama terlahir dari proses zat seperma laki laki dan perempuan.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”.&lt;/span&gt; (Qs. Al Hujarat: 13)&lt;br /&gt;Ayat ini menjelaskan bahwa tidak ada perbedaan dalam hal keadaan maupun kedudukan antara laki laki maupun perempuan. Semuanya sama dihadapan Allah SWT. Yang membedakannya adalah ketaqwaan.&lt;br /&gt;Dalam sebuah hadist dikatakan bahwa:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Seluruh ummat manusia adalah sama, tak obahnya laksana susunan sisir rambut. Tidak ada kelebihan antara orang yang berwarna kulit merah dengan yang berkulit hitam, dan tidak pula antara bangsa Arab dengan bangsa asing. Tidak ada kelebihan orang Arab dari orang asing kecuali ketaqwaannya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;”Hai manusia! Sesungguhnya Allah SWT telah melenyapkan dari kamu kesombongan zaman jahiliah dan kebanggaan karena bapak bapak kamu. Kamu semua adalah anak cucu Adam dan Adam dijadikan dari tanah. Tidak ada kelebihan orang Arab dari orang asing kecuali ketaqwaan nya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ii. Persamaan dalam melaksanakan ibadah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam Islam, setiap orang apakah laki laki, perempuan, kaya, miskin, dll mempunyai hak dan kedudukan yang sama dalam menjalankan ibadahnya. Contohnya adalah shalat berjamaah. Siapa saja yang terlebih dahulu datang, maka dia berhak untuk berada di shaf (barisan) terdepan. Dan barang siapa yang datang terlambat, apabila barisan didepan telah penuh, maka dia harus mengisi barisan yang dibelakang, meskipun ia adalah seorang konglomerat, presiden dll.&lt;br /&gt;Begitu pula dalam ibadah shaum. Setiap orang apakah kaya atau miskin, maka harus sama sama menahan lapar dari shubuh sampai magrib. Begitu pula halnya dengan ibadah lain, semisal haji dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;iii. Persamaan dalam hukum dan peradilan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal peradilan semua orang harus medapatkan persamaan hak untuk mendapatkan keadilan tanpa memandang keadaan dan kedudukan. Dalam melayaninya harus tidak ada perbedaan termasuk dalam pemeriksaan dan menjatuhkan vonis.&lt;br /&gt;Hakim tidak boleh berpihak, pilih kasih, mempersulit, atau memeriksa dan memvonis secara sewenang wenang. Semua harus diperlakukan secara adil sesuai dengan firman Allah SWT:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Wahai orang-orang yang beriman, jadilah kamu orang yang benar-benar penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah biar pun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapa dan kaum kerabatmu. Jika ia kaya atau pun miskin, maka Allah lebih tahu kemaslahatannya. Maka janganlah kamu mengikuti hawa nafsu karena ingin menyimpang dari kebenaran. Dan jika kamu memutar balikkan (kata-kata) atau enggan menjadi saksi, maka sesungguhnya Allah adalah Maha Mengetahui segala apa yang kamu kerjaan”. &lt;/span&gt;(Qs. An Nisa: 135)&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. Sesungguhnya Allah memberi pengajaran yang sebaik-baiknya kepadamu. Sesungguhnya Allah adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”. (Qs. An Nisa: 58)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;• Kemerdekaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan itu meliputi perlindungan atau jaminan terhadap hak hak jasmaniah maupun rohaniah, semisal kemerdekaan diri, akidah, harta benda, tempat tinggal, berfikir, menyatakan pendapat dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;i. Kemerdekaan jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Jiwa adalah karunia Ilahi yang paling berharga. Oleh karena itu, Islam memberikan perlindungan hukum bukan hanya kepada jiwa saja, akan tetapi juga melindungi hal hal yang bisa merusak jasmaniah manusia. Baik kerusakan melalui perbuatan, ucapan maupun yang lain.&lt;br /&gt;Islam melarang manusia membunuh manusia dan makhluk lain kalau tidak ada motif-motif yang sesuai syari’. Demikian juga dilarang membunuh diri sendiri.&lt;br /&gt;Mengenai larangan tersebut, ditegaskan dalam surat:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar. Dan barang siapa dibunuh secara lalim, maka sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya, tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam membunuh. Sesungguhnya ia adalah orang yang mendapat pertolongan”. &lt;/span&gt;(Qs. Al Israa: 33)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu”.&lt;/span&gt; (Qs. An Nisa: 29)&lt;br /&gt;Didalam undang undang Islam, ada satu peraturan yang dinamakan Qishas (pembalasan). Hukum ini didasarkan pada adanya pembalasan sebagai salah satu jaminan untuk melindungi jiwa manusia dari pembunuhan penganiayaan dll.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan kami telah tetapkan terhadap mereka di dalamnya (At Taurat) bahwasanya jiwa (dibalas) dengan jiwa, mata dengan mata, hidung dengan hidung, telinga dengan telinga, gigi dengan gigi, dan luka-luka (pun) ada kisasnya. Barang siapa yang melepaskan (hak kisas) nya, maka melepaskan hak itu (menjadi) penebus dosa baginya. Barang siapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang lalim”. &lt;/span&gt;(Qs. Al Maidah: 45)&lt;br /&gt;Akan tetapi hukum Qishas tidaklah berarti bahwa orang yang memotong telinga dibalas telinga, tetapi hukum ini menunjukkan adanya pembalasan yang setimpal. Dalam keputusan hukumnya pun dijalankan dan diputuskan oleh hakim.&lt;br /&gt;Pada surat Al Israa: 33, dinyatakan bahwa tidak boleh membunuh manusia kecuali untuk keadilan. Yang dimaksud keadilan disini ialah melaksanakan hukum hukum yang telah ada ketentuannya dalam Al Quran maupun Hadist, dan dengan keputusan pengadilan pula.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tidak halal darah seorang Muslim yang mengucapkan kalimat Syahadat kecuali terhadapt tiga kejahatan, yaitu: penzina yang sudah pernah kawin, pembunuhan yang disengaja dan orang yang murtad dari agama”. &lt;/span&gt;(HR: Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;Adapun membunuh diri sendiri itu diancam dengan hukuman yang kekal dineraka. Sebagaimana dalam suatu hadist:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barang siapa yang menjatuhkan diri dari puncak gunung sehingga dia mati, maka dia akan dilempar kedalam api neraka untuk selama lamanya. Barangsiapa yang memakan racun sampai mati, maka dengan memegang racun ditangan dia kelak dimasukkan kedalam neraka jahanam, juga untuk selama lamanya. Dan barang siapa yang membunuh diri dengan besi tajam, maka dengan besi ditangan kelak dia memukul dirinya masuk kedalam  neraka dan kekal didalamnya. &lt;/span&gt;(HR: Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah)&lt;br /&gt;Nyatalah bahwa ajaran Islam memelihara dan menjamin kemerdekaan jiwa manusia, sebagai salah satu hak asasi. Begitu jahatnya membunuh sampai Allah SWT memandang bahwa membunuh seseorang tanpa alasan maka sama dengan membunuh seluruh ummat manusia.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Barang siapa yang membunuh seorang manusia, bukan karena orang itu (membunuh) orang lain, atau bukan karena membuat kerusakan di muka bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh manusia seluruhnya. Dan barang siapa yang memelihara kehidupan seorang manusia, maka seolah-olah dia telah memelihara kehidupan manusia semuanya”. &lt;/span&gt;(Qs. Al Maidah: 32)&lt;br /&gt;Selain memberikan perlindungan terhadap jiwa manusia, Islam juga melindungi dan melarang perbuatan perbuatan yang merusak diri atau kehormatan seseorang seperti penganiayaan, bergunjing, fitnah mencari cari kesalahan orang lain, menghina dll.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim.”  &lt;/span&gt;(Qs. Al Hujurat: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;ii. Kemerdekaan Agama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam memberikan kebebasan setiap manusia untuk menganut kepercayaan dan agama yang dipeluknya. Setiap non muslim tidak boleh dipaksa keluar dari agama yang dianut.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” &lt;/span&gt;(Qs. Al Baqarah: 256)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan jika Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?” &lt;/span&gt;(Qs. Yunus: 99)&lt;br /&gt;Islam memang mewajibkan setiap pemeluknya untuk berdakwah tentang kebenaran Islam kepada siapa saja apakah Muslim ataupun non Muslim. Akan tetapi didalam penyampaiannya tidak boleh dilakukan dengan kekerasan dan pemaksaan.&lt;br /&gt;Setiap orang diberi kebebasan untuk menganut agamanya masing masing. Bahkan dalam negara Islam, setiap orang diberikan kebebasan dan dilindungin asalkan mematuhi dua hal, yaitu: menaati peraturan peraturan yang berlaku dalam negara itu dan membayar jizyah (pajak).&lt;br /&gt;Contohnya adalah pada saat kekhalifahan Umar bin Khattab, pada saat kaum muslimin memasuki dan menguasai Baitul Maqdis. Khalifah memberikan petunjuk kepada petugas petugasnya dengan berkata: &lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Berikanlah kepada penduduk jaminan keamanan terhadap jiwa dan harta benda mereka, kepercayaan dan tempat tempat ibadah mereka. Jangan ditempati kuil kuil dan gereja mereka, jangan dipaksa keluar dari agama mereka dan tidak seorang pun yang boleh dianiaya”.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;iii. Kemerdekaan Harta Benda.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam melindungi harta benda dan milik tiap tiap orang. Tidak boleh dirampas, dicuri dll. Itulah sebabnya maka setiap Muslim diperintahkan tidak boleh mencari harta dengan cara yang haram. Tidak boleh menipu, korupsi dll.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim, supaya kamu dapat memakan sebahagian daripada harta benda orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui”. &lt;/span&gt;(Qs. Al Baqarah: 188)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Celakalah untuk orang orang yang menipu. Apabila mereka menyukai dari orang lain (untuk dirinya), dipenuhkannya (takaran). Tetapi apabila menakar untuk orang lain, dikuranginya”. &lt;/span&gt;(Qs. Al Mutaffifin: 1-3)&lt;br /&gt;Menurut pandangan Islam, harta benda seseorang adalah hak miliknya yang tidak boleh diganggu gugat. Mempertahankan harta benda dari perampok atau perampasan orang lain adalah termasuk jihad yang apabila sampai meninggal maka akan syahid.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Siapa yang dibunuh karena mempertahankan harta bendanya, maka ia syahid. Barangsiapa yang dibunuh lantaran mempertahankan agamanya, maka dia syahid. Dan barangsiapa yang terbunuh karena mempertahankan keluarganya, maka dia mati syahid”&lt;/span&gt;  (HR: Abu Daud,  Nasai dan Tarmizi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;iv. Kemerdekaan Tempat Kediaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tempat kediaman/ rumah bagi setiap orang adalah tempat rahasia pribadi dan keluarga, dimana dia mengecap kebebasan dan kenikmatan hidup, senang, susah, suka dan duka.&lt;br /&gt;Islam mengatur kebebasan setiap manusia atas tempat tinggalnya. Seperti dalam ayat:&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat. Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja) lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. &lt;/span&gt;(Qs. An Nur: 27-28)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;v. Kemerdekaan menyatakan pendapat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan berfikir dan kebebasan menyatakan pendapat adalah salah satu unsur yang penting dari hak asasi.&lt;br /&gt;Agama Islam bukan saja menghormati hak hak tersebut, akan tetapi memupuk supaya pikiran manusia senantiasa berkembang dan maju. Dalam Al Quran banyak ayat ayat yang mendorong supaya menggunakan akal dan pikiran untuk memperhatikan cipataan Allah SWT.&lt;br /&gt;Ummat Islam haruslah mempergunakan pikirannya untuk memperhatikan manusia, hidup dan alam semesta.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Jika kamu tidak menemui seorang pun di dalamnya, maka janganlah kamu masuk sebelum kamu mendapat izin. Dan jika dikatakan kepadamu: "Kembali (saja) lah", maka hendaklah kamu kembali. Itu lebih bersih bagimu dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan? Dan gunung-gunung bagaimana ia ditegakkan? Dan bumi bagaimana ia dihamparkan?&lt;/span&gt;” (Qs. Al Ghasyiyah: 17-20)&lt;br /&gt;Islam menghidupkan satu sarana yang dinamakan ijtihad dan menjadikannya sebagai salah satu alat untuk menetapkan hukum.&lt;br /&gt;Seperti diketahui bahwa, pokok pokok hukum Islam adalah Quran, Sunnah, Ijma dan Qias.&lt;br /&gt;Dalam melaksanakan Qias itu harus mempergunakan akal dan pikiran yang dilakukan dengan ijtihad.&lt;br /&gt;Apabila suatu hukum tidak ditemui didalam Al Quran, hadist ataupun belum ada Ijma dari para ulama, maka dapat dipakai Qias dengan mengadakan perbandingan dengan hukum hukum lain mengenai hal hal yang ada persamaannya. Syaratnya adalah mempergunakan pikiran yang mempunyai landasan ilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Penutup dan Kesimpulan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa dunia barat baru memperkenalkan hak asasi manusia pada abad ke 12 M dan kemudian dideklarasikanlah secara universal pada tahun 1948. Sedangkan didalam Islam, issue mengenai hak asasi setiap manusia ini sudah diterapkan jauh hari sebelum barat. Yaitu pada saat Nabi SAW mendakwahkan Islam di abad ke 5 M.&lt;br /&gt;Sebagai ummat Islam, sudah saatnya kita bangga dan menyadari bahwa Islam adalah agama yang sempurna. Buat apa kita capai capai memeras keringat untuk memperlajari hak asasi manusia versi barat. Buat apa kita berteriak teriak dan memprakterkkan HAM ala barat, sedangkan Islam juga mempunyai konsep tersebut. Bahkan lebih baik dan sudah terbukti ke efektifannya pada zaman Rasulullah dahulu.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sudah saatnya kita membuang jauh jauh konsep hak asasi manusia versi barat dan mempergunakan Islam sebagai pedoman hidup kita dalam segala aspek kehidupan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-2246045385647707354?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/2246045385647707354/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/hak-azazi-manusia-dalam-islam-oleh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/2246045385647707354'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/2246045385647707354'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/hak-azazi-manusia-dalam-islam-oleh.html' title=''/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-4940282561199621414</id><published>2010-07-07T21:31:00.003+07:00</published><updated>2010-07-07T21:45:02.601+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;div style="font-weight: bold; text-align: center;"&gt;MEMBENTUK KEPRIBADIAN YANG ISLAMI&lt;br /&gt;(SAKSIYAH ISLAMIYAH)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Hamaydi Raja Sultan Harahap&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah SWT memberikan manusia kelebihan berupa akal (aqliyah) dan juga jiwa (nafsiyah). Akal (aqliyah) berfungsi untuk memahami sesuatu hal. Dengan menggunakan akal, maka terjadilah proses berfikir. Manusia akan bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk. Mana yang enak dan mana yang tidak enak dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan akal yang baik, maka terjadilah sebuah pemikiran dan selanjutnya akan membentuk sebuah tingkah laku yang baik pula. Akal lah yang menjadikan manusia berbeda dengan makhluk Allah lainnya. Karena akal adalah motor penggerak untuk membentuk suatu tingkah laku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain akal (aqliyah), manusia juga diberikan jiwa (nafsiyah). Jiwa adalah sebuah aktivitas (activity) atau tingkah laku (behavior). Manusia akan hidup apabila memiliki jiwa. Karena eksistensinya bisa dilihat dari tingkah lakunya dalam memenuhi keinginan jiwa tersebut.&lt;br /&gt;Manusia yang baik adalah yang mempunyai kepribadian yang Islami. Maksudnya adalah yang menggunakan akalnya untuk memahami sesuatu dalam frame berfikir sesuai Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain menggunakan akal, manusia juga harus bertingkah laku dan memenuhi kebutuhan jiwa secara Islami pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;I. AKAL (AQLIYAH)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَهُوَ الَّذِي مَدَّ الأرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْهَارًا وَمِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ اثْنَيْنِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;وَفِي الأرْضِ قِطَعٌ مُتَجَاوِرَاتٌ وَجَنَّاتٌ مِنْ أَعْنَابٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَى بِمَاءٍ وَاحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَى بَعْضٍ فِي الأكُلِ إِنَّ فِي ذَلِكَ لآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. Kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir.”&lt;/span&gt; (Qs. Ar raad: 3-4)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia diberikan Allah SWT kelebihan berupa akal. Dengan akal, maka kita akan bisa berfikir (tafkir) dan pemikiran itu nantinya akan membentuk sebuah persepsi (mafahim) dan mempengaruhi tingkah laku kita. Sebagai contoh, tingkah laku kita akan berbeda antara orang tua dengan seorang pencuri. Hal ini dikarenakan kita mempunyai mahfum yang baik terhadap orang tua kita. Karena kita menyayangi mereka. Sedangkah terhadap pencuri, kita mempunyai mahfum yang negative, sehingga kita akan bersikap lebih hati hati atau bahkan menghindar.&lt;br /&gt;Untuk mencapai sebuah pemikiran maka diperlukan empat persyaratan, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Adanya fakta.&lt;br /&gt;2. Dapat dijangkau panca indera.&lt;br /&gt;3. Bisa diserap/dicerna oleh otak.&lt;br /&gt;4. Adanya informasi terdahulu (ma’lumat tsabiqah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. fakta.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran tidak bisa dilakukan apabila tidak adanya fakta. Bagaimana kita bisa memikirkan sesuatu obyek sedangkan obyek itu tidak pernah dilihat oleh manusia. Sebagai contoh, kita tidak bisa berfikir mengenai surga atau pun neraka. Hal ini karena fakta mengenai surga atau pun neraka tidak ada (tidak bisa dijangkau oleh akal kita). Sedangkan sebuah pemikiran yang tidak ada faktanya (ghoib), maka status hukumnya adalah sebuah imajinasi, rekaan, atau pun khayalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Panca Indera.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Fakta tersebut haruslah bisa terindera oleh kita. Apakah melalui indera menglihatan, penciuman, pendengaran, ataupun indera perasa kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Otak.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Proses berfikir akan terjadi apabila fakta yang tersedia bisa dijangkau oleh akal melalui panca indera. Penyerapan fakta tersebut akan diserap oleh otak untuk kemudian ditentukan status hukumnya. Sebagai contoh, selembar kertas adalah obyek yang bisa dijangkau oleh indera kita. Dari penyerapan itulah maka kita bisa menentukan/mengetahui bahwa obyek tersebut adalah kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Informasi terdahulu (ma’lumat tsabiqah).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan Dia mengajarkan kepada Adam nama-nama (benda-benda) seluruhnya, kemudian mengemukakannya kepada para Malaikat lalu berfirman: "Sebutkanlah kepada-Ku nama benda-benda itu jika kamu memang orang-orang yang benar!" Mereka menjawab: "Maha Suci Engkau, tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami; sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”.&lt;/span&gt; (Qs. Al Baqarah: 31-32)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”&lt;/span&gt; (Qs. Al Alaq: 5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi terdahulu sangatlah penting dalam proses berfikir. Kita tidak akan mengetahui nama dan juga kegunaan kertas tanpa adanya informasi yang diberikan orang orang yang lebih terlebih dahulu tahu mengenai kertas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah proses berfikir (tafkir). Keempat syarat tadi adalah syarat mutlak untuk melakukan proses berfikir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu, hal hal yang tidak bisa dijangkau oleh akal (panca indera) seharusnya tidak untuk kita pikirkan. Kita cukup mempercayainya (mengimani) saja karena hal tersebut ada didalam Al Quran maupun Sunnah Nabi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;II. JIWA (NAFSIYAH)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jiwa adalah sesuatu yang harus manusia penuhi. Dengan adanya jiwa, maka manusia bisa melakukan aktvitasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan jiwa pada manusia terbagi menjadi dua, yaitu kebutuhan jasmani (hajatul udlowiyah) dan kebutuhan naluri (ghorizah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebutuhan jasmani datangnya dari dalam tubuh manusia (internal) dan apabila tidak dipenuhi (fulfill) maka akan menimbulkan penyakit bahkan bisa mengakibatkan kematian. Contohnya adalah, rasa lapar, haus, mengantuk, ingin buang hajat dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kebutuhan naluri datangnya dari luar tubuh kita (external). Kalau kebutuhan jasmani bersifat terbatas (limited), maka kebutuhan naluri sifatnya tidak terbatas (unlimited). Akan tetapi, kebutuhan naluri tidaklah menimbulkan kematian apabila tidak dipenuhi. Contohnya adalah kebutuhan untuk mempunyai harta benda, kebutuhan untuk berhubungan seks, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Potensi (potential) naluri manusia pada dasarnya hanya terbagi menjadi tiga bagian. Yaitu naluri mempertahankan diri (ghorizah baqo’), naluri mencintai lawan jenis (gharizah nau’) dan naluri mensucikan sesuatu hal (gharizah tadayyun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Naluri mempertahankan diri (ghorizah baqo’)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Naluri manusia adalah selalu ingin mempertahankan diri dalam setiap keadaan dan situasi. Hal ini karena pada dasarnya manusia ingin terlihat eksis ditengah masyarakat. Dengan adanya potensi ini, maka manusia cenderung ingin kaya, punya rumah, kendaraan, hemat, kikir, berani dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Naluri mencintai lawan jenis (gharizah nau’)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Manusia yang normal adalah manusia yang mencintai lawan jenisnya. Potensi ini adalah anugerah dari Allah SWT. Karena dengan adanya naluri ini, maka manusia akan mempunyai sifat sayang, iba, benci, ingin mempunyai keturunan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Sesungguhnya wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengan Yusuf, dan Yusuf pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu andaikata dia tiada melihat tanda (dari) Tuhannya. Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih”.&lt;/span&gt; (QS. Yusuf: 24)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Naluri mensucikan sesuatu hal (gharizah tadayyun).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan apabila manusia itu ditimpa kemudaratan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudaratan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu, dan dia mengada-adakan sekutu-sekutu bagi Allah untuk menyesatkan (manusia) dari jalan-Nya. Katakanlah: "Bersenang-senanglah dengan kekafiranmu itu sementara waktu; sesungguhnya kamu termasuk penghuni neraka".&lt;/span&gt;(Qs. Azzumar: 8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia pasti mensucikan sesuatu. Apakah itu mensucikan Allah SWT, manusia (idola), pohon, patung (batu), matahari, bulan, bintang, api dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;III. KEPRIBADIAN ISLAM (SAKSIYAH ISLAMIYAH)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seseorang yang memiliki kepribadian Islam (saksiyah Islamiyah) adalah yang selalu menggunakan akal dan juga jiwanya sesuai dengan tuntunan Al Quran dan Sunnah. Dengan begitu, maka orang tersebut akan selalu berfikir, melihat dan bertingkah laku sesuai syariat Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses berfikir sesuai akal yang Islami adalah yang selalu mengaitkan obyek bahwa itu adalah ciptaan Allah SWT. Dia yakin bahwa segala sesuatu yang menyangkut manusia (human), hidup (life) dan alam semesta (universe) adalah sifatnya tidak kekal. Sedangkan hal yang tidak kekal (terbatas) pasti bergantung pada sesuatu juga. Dengan begitu, kita akan mencapai pemikiran bahwa Allah SWT adalah Dzat yang kekal (azzali), Pencipta (Khaliq) dan Maha Pengatur (Mudabbir). Sebagai contoh, manusia adalah makhluk yang tidak kekal karena suatu saat pasti akan mati. Manusia membutuhkan nasi untuk hidup. Sedangkan nasi terbuat dari padi dan padi membutuhkan air untuk panen. Air datangnya dari hujan melalui proses awan….dan seterusnya sehingga sampailah kita pada kesimpulan bahwa segala sesuatu ujung ujungnya akan bergantung hanya kepada Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan dalam pemenuhan kebutuhan jiwa (nafsiyah), kita pun tidak akan keluar dari koridor Islam. Dalam memenuhi kebutuhan jasmani maka kita akan menempuh jalan Islam. Seperti dalam memenuhi keinginan untuk makan, tentulah kita akan memakan makanan yang halal dengan bekerja ditempat yang halal pula.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu pun dalam memenuhi kebutuhan naluri kita. Tentulah pula kita akan memenuhinya dengan cara yang sesuai Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memenuhi kebutuhan naluri mencintai lawan jenih (gharizah nau’) tentulah kita akan menikah terlebih dahulu karena itu adalah tuntunan Islam. Kita tidak akan memilih jalan untuk berpacaran ataupun berzina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitupula dengan pemenuhan mensucikan sesuatu (gharizah tadayyun). Kita pasti hanya akan menyembah, mematuhi dan menjauhi larangan Allah SWT dan tidak menduakan Nya (syirik)&lt;br /&gt;Kita pun akan menggunakan cara yang Islami pula dalam mempertahankan diri. Kita akan bekerja sesuai tuntunan syari’ agar kaya. Kita akan membayar zakat dan bersedekah agar Allah SWT selalu melindungi harta kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;IV. PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahwa akal adalah anugerah yang diberikan Allah SWT. Akal adalah motor penggerak manusia untuk bertingkah laku. Dengan akal, maka kita akan punya pemahaman untuk menentukan status hukum atas suatu perkara/hal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain akal, Allah SWT juga memberikan manusia jiwa. Jiwa adalah kebutuhan yang harus kita penuhi. Pemenuhan kebutuhan jiwa inilah yang disebut tingkah laku. Dan sebagai muslim yang baik, maka kita harus bisa membedakan antara kebutuhan jasmani dan kebutuhan naluri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hal inilah (akal dan jiwa) yang dimiliki manusia. Untuk mencapai sebuah kepribadian Islam (saksiyah Islamiyah), maka manusia haruslah mengkombinasikan akal dan memenuhi kebutuhan jiwanya sesuai dengan syari’. Manusia haruslah berpegang teguh kepada Al Quran dan Sunnah agar bisa menjadi individu yang kuat dan berkarakter Islami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wallahu a’lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Dirangkum dari Halqah Hizbut Tahrir Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-4940282561199621414?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/4940282561199621414/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/membentuk-kepribadian-yang-islami.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/4940282561199621414'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/4940282561199621414'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/membentuk-kepribadian-yang-islami.html' title=''/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-6188075154512569535</id><published>2010-07-07T21:21:00.002+07:00</published><updated>2010-07-07T21:31:18.211+07:00</updated><title type='text'>PROTOKOL ZION</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Protokol Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Kemenangan dapat kita capai dengan lebih mudah berdasarkan kenyataan bahwa dalam hubungan dengan masyarakat yang kita inginkan, kita selalu bekerja pada simpul simpul yang paling sensitive pada pikiran manusia, yaitu pada urusan dana, pada aspek nafsu syahwat manusia, pada keserakahan akan materi yang tidak akan pernah dapat dipuaskan dan setiap kelemahan manusia tadi bila diamati satu persatu cukup untuk melumpuhkan daya prakarsa, karena semuanya itu terenggut dari diri mereka, karena ia telah menyerahkan kemauan manusia pada posisi dia yang telah membeli kegiatan kegiatannya, yang pada dasarnya menjadi motor pendorong kegiatan kehidupan mereka…&lt;br /&gt;Kualitas luhur yang ada pada masyarakat adalah kejujuran dan keterbukaan, merupakan peluang penting dalam politik, karena sifat sifat ini akan melengserkan secara pasti dan meyakinkan, melebihi musuh paling kuat sekalipun. Sifat sifat ini melekat pada kaum non Yahudi: kita sudah barang tentu tidak dipimpin oleh mereka…&lt;br /&gt;…Kita akan memaksa menaikkan upah, yang sebenarnya tidak akan memberikan manfaat sedikit pun bagi kaum buruh, karena pada saat yang bersamaan kita menaikkan harga harga keperluan utama, dengan berpura pura berdalih bahwa semuanya terjadi karena menurunnya hasil pertanian dan perternakan. Kita juga dengan cantik dan dengan sungguh sungguh harus merusak sumber sumber produksi dengan menanamkan gagasan anarki kepada kaum buruh, dan mendorong mereka untuk mengkonsumsi minuman keras dan dengan itu pada saat yang bersamaan mengambil langkah langkah untuk mengusir kaum intelektual non Yahudi untuk meninggalkan negerinya…&lt;br /&gt;…Sejak masa kuno kita adalah orang pertama yang meneriakkan kata kata kebebasan, persamaan, persaudaraan, diantara manusia. Kata kata itu telah berkali kali diulang ulang beo kampanye pemilihan umum, yang menghimpun orang untuk mendengarkan umpan ini, dengan mana mereka telah meruntuhkan kemakmuran dunia dan kemerdekaan abadi yang sejati. Orang non Yahudi yang menyangka dirinya pandai dan cerdas tidak mengerti perlambangan dari kata kata tadi, tidak mengamati kontradiksi maknanya, tidak memperhatikan bahwa secara kondrati tidak ada persamaan…&lt;br /&gt;…Kemerdekaan politik hanyalah sekedar ide, bukan fakta. Adalah penting untuk memahami bagaimana menerapkan ide bilamana ada kebutuhan untuk mendapatkan dukungan masyarakat terhadap suatu partai atau seseorang, jika partai itu ingin mengalahkan partai lain yang tengah berkuasa. Tugas ini menjadi lebih ringan bila pihak lawan telah dicemari oleh prinsip prinsip kebebasan, atau apa yang disebut liberalism. Biasanya demi sebuah ide ia akan bersedia menyerahkan sebagian dari kekuasaannya…&lt;br /&gt;…Situasi seperti diatas tidak boleh sampai diketahui secara premature oleh kaum non Yahudi, kita harus memasang tirai melalui usaha seolah olah gerakan kita untuk membentuk kelas buruh dan mempromosikan prinsip prinsip ekonomi yang hebat; untuk maksud itu propaganda yang aktif harus dijalankan dengan menggunakan teori teori ekonomi kita…&lt;br /&gt;…Diatas puing puing reruntuhan aristrokrasi kamu non Yahudi, kita akan membangun aristrokrasi dari kalangan kelas terdidik kita, dan atas segenap aristrokrasi keuangan. Kita telah membangun basis bagi arostrokrasi yang baru ini atas dasar kekayaan yang kita kendalikan, dan atas dasar ilmu pengetahuan yang dibimbing oleh kaum bijak kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Protokol Kelima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Untuk menguasai pendapat umum, yang pertama tama diperhatikan ialah pentingnya mengacaukan pendapat umum itu dengan cara menyampaikan beragam pendapat yang saling bertentangan. Ini kaidah pertama. Kaidah yang kedua ialah upaya meningkatkan dan mengintensifkan tentang kekurangan kekurangan yang ada didalam masyarakat, tentang kebiasaan yang berkembang, aspirasi dan gaya hidup, sehingga ditumbuhkan kekesalah terhadap kehidupan yang memperlihatkan adanya kekacauan; akibatnya, masyarakat akan kehilangan saling percaya satu sama lainnya. Langkah ini akan membuahkan perbedaan pendapat pada semua pihak dan lapisan, mendeskriditkan kekuatan kolektif yang ada pada mereka, diiringin upaya menghilangkan atau menekan prakarsa prakarsa yang mungkin dapat menjegal usaha kita…&lt;br /&gt;Protokol Ketujuh&lt;br /&gt;…Kita harus memaksa pemerintah non Yahudi untuk menerima langkah langkah yang akan meningkatkan secara luas rencana yang telah kita buat yang telah kian dekat dengan tujuannya dengan cara meletakkan tekanan pada pendapat umum yang telah kita agendakan yang harus didorong oleh kita dengan bantuan apa yang dinamakan “kekuatan besar” pers. Dengan sedikit pengecualian, tak perlu terlalu dipikirkan, kekuatan itu telah berada dalam genggaman kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Protocol Kedelapan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Untuk sementara waktu sampai saat yang cukup aman tiba untuk memberikan jabatan jabatan pemerintahan kepada saudara saudara kita kaum Yahudi, kita akan memercayakan jabatan jabatan itu kepada mereka yang track record dan watakanya sedemikian rupa, yaitu adanya jurang yang lebar antara mereka dengan rakyatnya…&lt;br /&gt;…Kita akan mengepung pemerintahan yang ada dengan para ekonom kita. Karena alasan inilah ilmu ekonomi menjadi mata pelajaran utama yang dituntut dan diajarkan oleh kaum Yahudi. Kita akan dikelilingi oleh galaksi yang terdiri dari para banker, industrialis, kapitalis, dan terutama kaum milyuner, karena sebenarnya segala sesuatu akan ditentukan oleh daya tarik kepada angka angka…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Protocol Kesembilan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Dalam kenyataan tidak ada yang merintangi kita, adipemerintahan kita memiliki status hukum yang luar biasa yang disebut dengan nama kediktatoran. Saya dengan sadar dapat menyatakan bahwa pada waktu ini kitalah pencipta undang undang. Kita membentuk peradilan yang yurispreudensi. Kita memerintah dengan tegad yang kuat ada didalam genggaman tangan kita, sekarang kitalah yang berkuasa…&lt;br /&gt;…Agar tidak menghancurkan institusi institusi kaum non Yahudi sebelum waktunya, kita telah meletakkan iktiar dan menggenggam pegas mekanisme mereka. Mekanisme itu semula ada dalam keadaan kuat dan tertib, tetapi kita telah menggantikannya dengan sesuatu administrasi bebas yang membuatnya kacau. Kita telah melakukan campur tangan terhadap yurisprudensi wiralabanya, persnya, kebebasan pribadinya, dan yang paling penting, pendidikan dan budayanya yang merupakan soko guru dari eksistensinya yang bebas…&lt;br /&gt;…Kita telah menyesatkan, membuat mereka terpana dan mendemoralisasi generasi muda kaum non Yahudi melalui pendidikan tentang prinsip prinsip dan teori teori yang bagi kita merupakan hal hal yang palsu, yang telah kita jadikan inspirasi bagi mereka. Di atas hukum yang berlaku, tanpa perubahan yang sesungguhnya, kita telah mendistorsikannya dengan interpretasi yang kontraproduktif, kita telah menciptakan sesuatu yang mengagumkan dilihat dari hasilnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Protokol Kesebelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;…Tuhan telah melimpahkan karunia kepada kita, umat umat pilihan Nya, dengan suatu Rahmat, yang Nampak seolah olah seperti kelemahan kita, padahal sebenarnya merupakan kekuatan kita, itulah yang telah membawa kita keserambi penguasaan atas seluruh dunia…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Protokol Keduabelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;…Kita telah menguasai pers pada saat ini sampai ke tingkat dimana semua berita disalurkan melalui kantor kantor berita kita kesemua bagian dunia. Kantor kantor berita ini berdasarkan tujuan dan maksudnya menjadi institusi kita dan akan menyiarkan hanya yang kita izinkan…&lt;br /&gt;…Pers kita akan mengekspos masalah masalah pemerintahan dan keagamaan dan tentang ketidakbecusan kaum non Yahudi, dengan menggunakan istilah istilah melecehkan sedemikian rupa, sehingga mendekati penghinaan, keahlian yang sudah lama dikenal dikalangan kaum kita…&lt;br /&gt;…Kita akan menangani pers dengan cara sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Kita harus menungganginya dan mengendalikannya dengan ketat. Kita juga harus melakukan hal yang sama dengan barang cetakan, karena kita perlu melepaskan diri kita dari serangan serangan pers, kalau kita tetap terbuka terhadap kecaman melalui pamphlet dan buku buku.&lt;br /&gt;2. Tak boleh satu pun pernyataan sampa kemasyarakat diluar pengawasan kita. Kita telah mencapai hal itu pada saat ini sampai pada suatu tingkatan dimana semua berita disalurkan melalui kantor kantor berita yang kita kendalikan dari seluruh bagian dunia.&lt;br /&gt;3. Literature dan jurnalisme merupakan dua kekuatan pendidikan yang sangat penting, dank arena itu pemerintahan kita akan menjadi pemilik sebagian besar dari jurnal jurnal yang ada. Kalau ada sepuluh jurnal swasta, maka kita harus memiliki tiga puluh jurnal milik kita sendiri dan seterusnya……Hal ini tidak boleh sampai menimbulkan kecurigaan dimasyarakat, karena alasannya semua jurnal yang kita terbitkan akan diluar kecenderungan dan pendapat yang paling controversial, jadi kita membangun kepercayaan pada masyarakat dan menarik perhatian lawan lawan kita yang tidak mencurigai kita, dan akan masuk perangkat kita dan membuat mereka tidak berbahaya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Protokol Ketigabelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Persoalan kebijakan, bagaimanapun juga tidak diizinkan kepada siapapun kecuali mereka yang merumuskan kebijakan itu dan telah mengarahkannya selama berabad adab…Sementara memberi kuliah kepada non Yahudi, kita harus menjaga masyarakat dan agen agen kita dengan ketaatan yang tidak boleh diragukan. Rencana administrasi haru memancar dari satu pikiran tunggal. Oleh karena itu meskipun kita boleh mengetahui rencana aksinya, tetapi kita tidak boleh mendiskusikannya, jika tidak kita akan menghancurkan wataknya yang unik. Karya inspirasi dari pemimpin kita oleh karenanya tidak boleh dilemparkan kepada massa untuk dirobek robek menjadi serpihan serpihan, bahkan juga kepada kelompok terbatas sekalipun…&lt;br /&gt;…dan engkau juga boleh memperlihatkan bahwa kita mencari persetujuan, bukan terhadap tindakan tindakan kita, tetapi terhadap tutur kata kita yang diucapkan dalam hubungan satu dan lain persoalan. Kita selalu mengumumkan secara terbuka bahwa kita dibimbing dalam setiap tindakan kita dengan harapan dan keyakinan bahwa kita bekerja untuk kebajikan…&lt;br /&gt;Protokol Keempatbelas&lt;br /&gt;…Jika kita telah menjadi penguasa kita harus memandang sebagai hal yang sama sekali tidak dikehendaki keberadaan agama agama lainnya kecuali agama kita; menyatakan hanya ada satu Tuhan yang oleh takdir Nya kita telah ditentukan sebagai “umat pilihan”, dan yang melalui takdir Nya pula nasib kita menyatu dengan masa depan dunia. Karena alasan inilah kita harus menghancurkan semua agama lainnya. Kalau ada muncul ateisme kontemporer, sebagai langkah transisi paham ini tidak akan menghalangi tujuan kita…&lt;br /&gt;…Dalam divergensi ini antara kaum non Yahudi dengna kita, dalam kemampuan berfikir dan mengembangkan nalar harus dilihat dengan jelas alasan mengapa kodrat menetapkan kita sebagai “umat pilihan, sebagai manusia yang memiliki derajat lebih tinggi, yang membedakan kita dengan kaum non Yahudi yang memiliki hanya naluri dan pikiran hewani. Mereka mengamat, tetapi mereka tidak mampu melihat ke depan, dan mereka tidak mampu menciptakan apapun (kecuali mungkin hal hal yang bersifat material) dari sini jelas bahwa alam sendiri telah menakdirkan kita untuk menguasai dan membimbing dunia…&lt;br /&gt;…Di negara negara yang disebut maju, kita telah menciptakan literature yang tak berperasaan, jorok, dan memuakkan. Segera setelah kita memegang kekuasaan, kita akan makin mendorong kehadiran literature semacam itu, sehingga mereka akan memperlihatkan secara lebih kontras antara tulisan tulisan media mereka dengan pernyataan pernyataan tertulis maupun lisan yang datang dari kita…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Protokol Kelimabelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;…Dibawah pengaruh kita, pelaksanaan hukum kaum non Yahudi harus dapat direduksi seminim mungkin. Penghormatan kepada hukum harus dirongrong dengan cara interpretasi sebebas mungkin sesuai dengan apa yang telah kita perkenalka pada bidang ini. Pengadilan akan memutuskan apa yang kita dikte, bahkan dalam kasus kasus yang mungkin mencakup prinsip prinsip dasar atau isu isu politik melalui jalur pendapat surat kabar dan jalur lainnya…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic;"&gt;Protokol Ketujuhbelas&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;…Kita telah lama menjaga dengan hati hati upaya mendiskreditkan para rohaniawan non Yahudi dalam rangka menghancurkan misi mereka, yang pada saat ini dapat secara serius menghalangi misi kita. Pengaruh mereka atas masyarakat mereka berkurang dari hari ke hari. Kebebasan hati nurani yang bebas dari paham agama telah dikumandangkan dimana mana. Tinggal masalah waktu maka agama agama itu akan bertumbangan…&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Referensi:&lt;br /&gt;Aria Maheswara “Rahasia kecerdasan Yahudi” Yogyakarta: PINUS BOOK PUBLISHER 2007&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-6188075154512569535?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/6188075154512569535/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/protokol-zion.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/6188075154512569535'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/6188075154512569535'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/protokol-zion.html' title='PROTOKOL ZION'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-1655031531272065696</id><published>2010-07-07T21:17:00.001+07:00</published><updated>2010-07-07T21:21:14.878+07:00</updated><title type='text'>PIAGAM MADINAH</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;“ Dengan nama Allah yang maha Pengasih dan Penyayang. Surat perjanjian ini dari Muhammad, Nabi; antara orang beriman dan Muslimin dari kalangan Quraisy dan Yasrib serta yang mengikut mereka dan menyusul mereka dan berjuang bersama sama mereka; bahwa mereka adalah satu ummat, diluar golongan lain.&lt;br /&gt;“Kaum Muhajirin dari kalangan Quraisy tetap menurut adat kebiasaan baik yang berlaku dikalangan mereka, bersama sama menerima atau membayar tebusan darah antara sesama mereka dan mereka menebus tawanan perang mereka sendiri dengan cara yang baik dan adil diantara sesama orang beriman.&lt;br /&gt;“Bahwa banu Auf tetap menurut adat kebiasaan mereka yang berlaku, bersama sama membayar tebusan darah seperti yang sudah sudah. Dan setiap golongan harus menebus tawanan mereka sendiri dengan cara yang baik dan adil diantara sesama orang beriman. Kemudia disebutnya tiap tiap suku Anshar itu serta kuarga tiap puak: Banu Al Haris, Banu Saidah, Banu Jusyam, Banu an Najjar, Banu Amr bin Auf dan Banu an Nabit. Selanjutnya disebutkan.&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman tidak boleh membiarkan seseorang yang menanggung beban hidup dan utang yang berat diantara sesama mereka. Mereka harus dibantu dengan cara yang baik dalam membayar tebusan tawanan atau membayar diat.&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman tidak boleh mengikat janji dalam menghadapi mukmin lainnya.&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman dan bertakwa harus melawan orang yang melakukan kejahatan diantara mereka sendiri, atau orang yang suka melakukan perbuatan zalim, kejahatan, permusuhan atau berbuat kerusakan diantara orang beriman sendiri, dan mereka semua harus sama sama melawannya walaupun terhadap anak sendiri.&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman tidak boleh membunuh sesama mukmin demi orang kafir untuk melawan orang beriman.&lt;br /&gt;“Bahwa jaminan Allah itu satu: Dia melindungi orang yang lemah diantara mereka.&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman hendaklah tolong menolong satu sama lain.&lt;br /&gt;“Bahwa barang siapa dari kalangan Yahudi yang menjadi pengikut kami, ia berhak mendapatkan pertolongan dan persamaan; tidak menganiaya atau melawan mereka.&lt;br /&gt;“Bahwa persetujuan damai orang beriman itu satu; tidak dibenarkan seorang mukmin mengadakan perdamaian sendiri dengan meninggalkan mukin lainnay dalam keadaan perang dijalan Allah. Mereka harus sama dan adil.&lt;br /&gt;“Bahwa setiap orang yang berperang bersama kami, satu sama lain harus saling bergiliran.&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman itu harus saling membela sesamanya yang tewas di jalan Allah.&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman dan bertakwa hendaklah berada dalam pimpinan yang baik dan lurus.&lt;br /&gt;“Bahwa orang tidak diperbolehkan melindungi harta benda atau jiwa orang Quraisy dan tidak boleh merintangi orang beriman.&lt;br /&gt;“Bahwa barang siapa membunuh orang beriman yang tidak bersalah dengan cukup bukti, harus mendapatkan balasan yang setimpal, kecuali bila keluarga si terbunuh sukarela (mau menerima tebusan).&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman harus menentangnya semua dan tidak dibenarkan mereka tinggal diam.&lt;br /&gt;“Bahwa orang beriman yang telah mengakui isi piagam ini dan percaya kepada Allah dan kepada hari kemudian, tidak dibenarkan menolong pelaku kejahatan atau membelanya, dan bahwa barang siapa yang menolongnya atau melindunginya, ia akan mendapat kutukan dan murka Allah pada hari kiamat, dan tak ada suatu tebusan yang boleh diterima.&lt;br /&gt;“Bahwa bilamana diantara kamu timbul perselisihan tentang suatu masalah yang bagaimanapun, maka kembalikanlah kepada Allah dan kepada Muhammad SAW.&lt;br /&gt;“Bahwa masyarakat Yahudi harus mengeluarkan belanja bersama sama orang beriman selama mereka masih dalam keadaan perang.&lt;br /&gt;“Bahwa masyarakat Yahudi banu Auf adalah satu umat dengan orang beriman. Masyarakat Yahudi hendaklah berpegang pada agama mereka, dan kaum Muslimin pun hendaklah berpegang pada agama mereka pula, termasuk pengikut pengikut mereka dan diri mereka sendiri, kecuali orang yang melakukan perbuatan zalim dan durhaka. Orang semacam ini hanyalah akan menghancurkan dirinya dan keluarganya sendiri.&lt;br /&gt;“Bahwa terhadap kabilah kabilah Yahudi Banu an Najjar, Yahudi Banu al Haris, Yahudi Banu saidah, Yahudi Banu Jusyam, Yahudi Banu Aus, Yahudi Banu Salabah, Jafnah dan Banu Syutaibah, berlaku sama seperti terhadap mereka sendiri.&lt;br /&gt;“Bahwa tiada seorang pun dari mereka boleh keluar kecuali dengan izin Muhammad SAW.&lt;br /&gt;“Bahwa seorang tidak boleh diringtangi dalam menuntut haknya karena dilukai; dan barang siapa yang diserang ia dan keluarganya harus berjaga diri, kecuali jika ia menganiaya, maka Allah juga yang menentukan.&lt;br /&gt;Bahwa maysarakat Yahudi berkewajiban menanggung nafkah mereka sendiri dan Muslimin berkewajiban menanggung nafkah mereka sendiri pula. Antara mereka harus ada tolong menolong dalam menghadapi orang yang hendak menyerang pihak yang mengadakan piagam perjanjian ini.&lt;br /&gt;“Bahwa mereka sama sama berkewajiban, nasehat menasehati dan saling berbuat kebaikan dan menjauhi segala perbuatan dosa.&lt;br /&gt;“Bahwa seorang tidak dibenarkan melakukan perbuatan salah terhadap sekutunya dan bahwa yang harus ditolong adalah yang teraniaya.&lt;br /&gt;“Bahwa masyarakat Yahudi berkewajiban mengeluarkan belanja bersama orang beriman selama masih dalam keadaan perang.&lt;br /&gt;“Bahwa kota Yasrib adalah kota yang dihormati bagi orang yang mengikuti perjanjian ini.&lt;br /&gt;“Bahwa tetangga tetangga itu seperti jiwa sendiri, tidak boleh diganggu dan diperlakukan dengan perbuatan jahat.&lt;br /&gt;“Bahwa tempat yang dihormati tak boleh didiami orang tanpa seizing penduduknya.&lt;br /&gt;“Bahwa bila diantara orang yang mengakui perjanjian ini terjadi perselisihan yang dikhawatirkan akan menimbulkan kerusakan, maka tempat kembalinya kepada Allah dan Muhammad SAW, dan bahwa Allah bersama orang yang teguh dan setia pemegang perjanjian ini.&lt;br /&gt;“Bahwa melindungi orang orang Quraisy atau menolong mereka tidak dibenarkan.&lt;br /&gt;“Bahwa antara mereka harus saling bantu membantu melawan pihak yang mau menyerang Yasrib. Tetapi bilamana diajak berdamai maka sambutlah ajakan perdamaian itu.&lt;br /&gt;“Bahwa bilamana mereka diajak demikian, maka orang beriman wajib menyambutnya, kecuali pihak yang memerangi agama. Bagi setiap orang, dari pihaknya sendiri mempunyai bagiannya masing masing.&lt;br /&gt;“Bahwa kabilah Yahudi Aus, baik mereka sendiri atau bersama sama dengan pengikut pengikut mereka mempunyai hak dan kewajiban seperti mereka yang sudah menyetujui naskah perjanjian ini dengan segala hak dan kewajiban sepenuhnya dari mereka yang menyetujui naskah perjanjian ini.&lt;br /&gt;“Bahwa kebaikan tidak sama dengan kejahatan, dan bagi orang orang yang melakukannya akan menanggung sendiri akibatnya. Dan bahwa Allah bersama pihak yang benar dan patuh menjalankan isi perjanjian ini.&lt;br /&gt;“Bahwa hanya orang yang zalim dan jahat yang melanggar isi perjanjian ini.&lt;br /&gt;“Bahwa barang siapa keluar atau tinggal dalam kota ini, keselamatan nya terjamin, kecuali orang yang melakukan kezaliman dan kejahatan.&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah melindungin orang yang berbuat baik dan bertakwa.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-1655031531272065696?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/1655031531272065696/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/piagam-madinah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/1655031531272065696'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/1655031531272065696'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/07/piagam-madinah.html' title='PIAGAM MADINAH'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-8007236923492023111</id><published>2010-06-30T17:48:00.002+07:00</published><updated>2010-06-30T17:51:22.726+07:00</updated><title type='text'>MOMENTUM ARIEL</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Belakangan ini public Indonesia kembali di heboh kan dengan issue seputar video mesum buatan local. Dalam video tersebut diduga pemainnya adalah artis terkenal yaitu Ariel Peter Pan, Luna Maya dan Cut Tari.&lt;br /&gt;Saking hebohnya issue ini, sampai sampai mengalahkan issue mengenai century, Susno Duadji, Gayus Tambunan, Dana Aspirasi rakyat, Mavi Marmara bahkan sampai mengalahkan issue piala dunia 2010 sekali pun. Berita ini pun menjadi trend topic hampir di setiap forum internet. Bahkan Koran international seperti The New York Times pun ikut ikutan berkomentar.&lt;br /&gt;Saking hebohnya, sampai sampai Kapolri hingga presiden pun angkat bicara. Dan hampir satu minggu ini media cetak maupun elektronik sibuk menampilkan berita mesum mengenai Ariel, bahkan sampai ada yang membuat dialog khusus yang mengundang para pakar hanya untuk membahas issue ini.&lt;br /&gt;Saya melihat bahwa video Ariel adalah hal yang biasa. Kalo kita mencari di penjualan DVD ataupun searching di internet maka dengan mudah kita akan mendapatkan video video porno local yang lebih hot dari pada video produksi Ariel. Mungkin issuenya menjadi panas karena pemainnya adalah artis artis Indonesia yang sedang naik daun. Ariel adalah seorang musisi yang menciptakan lagu lagu yang laris di pasaran. Sedangkan Luna Maya dan Cut Tari adalah presenter TV yang wajahnya acap kali sering mundar mandir di setiap stasiun televisi.&lt;br /&gt;Tulisan ini bukanlah untuk membahas secara khusus mengenai video Ariel, akan tetapi penulis ingin menjadi kan issue ini untuk di jadikan momentum kita agar menyadari, berfikir dan tetap istiqamah untuk menegakkan daulah khilafah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BERFIKIR DAN BEREAKSI (THINK AND ACT)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sudah saat nya rakyat Indonesia menyadari dan berfikir bahwa video mesum yang mirip Ariel  bukan satu satunya video porno buatan local. Kalo kita mencarinya di tempat tempat DVD atau searching di internet, maka akan banyak kita dapatkan video porno buatan negeri sendiri. Bahkan pemainnya pun beraneka ragam. Ada yang anak SMP, SMU, Mahasiswa, Pekerja sampai dengan orang tua.&lt;br /&gt;Inilah fakta dan fenomena yang terjadi di negara kita. Fakta bahwa perzinaan bukan lagi menjadi hal yang tabu di tengah masyarakat. Dahulu, apabila kita melihat wanita dengan celana yang mempertontonkan betisnya saja, maka hal tersebut sudah menjadi pergunjingan orang. Akan tetapi sekarang, kita sudah biasa melihat wanita wanita dengan pakaian yang bahkan menunjukkan selangkangannya. Dahulu rata rata wanita Indonesia memakai pakaian yang longgar. Akan tetapi sekarang, justru sebaliknya. Dan apabila ada yang menggunakan pakaian yang sopan, maka wanita tersebut justru di gunjingkan dengan dikatakan wanita desa, kampungan, norak, anak pesantren, tidak ikut trend dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fakta yang lebih mencengangkan lagi adalah survey yang dilakukan oleh komisi perlindungan anak Indonesia. Berdasarkan survey KPAI disebutkan bahwa 97 % remaja Indonesia pernah mengakses pornografi (tertinggi nomor 3 didunia) dan 93 % remaja pernah berciuman dengan pasangannya.&lt;br /&gt;Dahulu sewaktu penulis masih SMP, apabila kita belum mencium pasangan kita, maka kita akan di gunjing oleh teman teman. Sewaktu saya SMU levelnya pun semakin naik. Apabila pacar kita tidak di pegang pegang maka itu tidak di sebut pacaran. Dan sekarang trendnya pun semakin rusak. Kumpul kebo adalah bentuk pelampiasan kasih sayang kita kepada pasangan. &lt;br /&gt;Inilah bentuk kehancuran moral dan akhlak masyarakat. Padahal, Allah SWT sudah secara tegas mengatakan untuk tidak mendekati zina, karena zina adalah suatu perbuatan yang tercela. Akan tetapi, sangat lah sulit menghindari hal tersebut. Wanita wanita pengundang syahwat berseliweran dimana mana. Dengan pakaian yang minim sulit bagi kita untuk menghindari zina mata. Belum lagi zina hati, pikiran dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Apakah kita belum juga menyadari bahwa negara kita ini sedang mengalami kehancuran? Apakah kita tahu bahwa kaum kaum terdahulu pernah di timpakan azab yang dasyat dari Allah SWT karena kelakuan mereka yang tidak beda dengan keadaan sekarang ?&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita berfikir dan mengambil sebuah aksi untuk mencari jalan keluar dari di lema ini. sebelum kita hancur lebih dalam lagi. Dan juga sebelum Allah SWT memberikan azabnya yang lebih perih lagi kepada kita.&lt;br /&gt;Namun, sebelum kita sampai pada sebuah solusi, maka kita harus tahu dulu biang kerok dari rusaknya akhlak dan moral masyarakat Indonesia. Dengan kita mengetahui virus nya maka kita akan bisa menentukan obatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;BUDAYA KEBEBASAN (LIBERALISME) DAN FEMINISME&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seks bukan lagi di anggap sebagai hal yang tabu. Berpegangan tangan ataupun berciuman bahkan berpelukan dan making love sudah dianggap lumrah. Hal ini sudah di anggap sebagai sebuah budaya dan kebebasan. Atas nama hak asasi manusia, orang orang bebas melakukan apa saja.&lt;br /&gt;Budaya liberalism dan feminism menjadi biang kerok atas kebobrokan moral dan akhlak masyarakat Indonesia. Karena kedua ideology ala barat ini lah yang memberikan ruang sebebas bebasnya untuk mengeksploitasi individu.&lt;br /&gt;Liberalism dan feminism adalah sebuah paham yang menjadikan penganutnya tidak beda dengan binatang. Parahnya, masyarakat Indonesia tidak juga aware akan kebusukan ideology ini. mereka merasa bahwa isme ini adalah sebuah paham modern ala barat. Jadi, bagi siapa saja yang anti maka di bilang kampungan, ketinggalan jaman bahkan ekskrim.&lt;br /&gt;Seharusnya mereka lah para menganut kebebasan yang harus sadar secepatnya. Sadar kalau kebebasan bukanlah memberikan ruang sebebas bebasnya untuk melakukan apa saja.&lt;br /&gt;Contohnya saja wanita. Kita sudah sering mendengar para kaum hawa ini meneriakkan kebebasan wanita. Akan tetapi kebebasan seperti apakah yang mereka mau?&lt;br /&gt;Apabila kita menawarkan kebebebasan ala Islam. Mereka akan menyebut kebebebasan itu sudah usang dan ketinggalan jaman. Karena anggapan mereka Islam justru membelenggu wanita. Islam mewajibkan muslimah untuk memakai jilbab, patuh kepada suami, mengutamakan untuk mengurusi anak dari pada bekerja, menjadikan pria sebagai imam (pemimpin), tidak boleh keluar kecuali dengan mahramnya dan lain lain.&lt;br /&gt;Yang mereka mau adalah kebebebasan ala barat. Yaitu bebas menggunakan pakaian apa saja, bergaul dengan siapa saja, adanya persamaan derajat, hak dan kewajiban antara pria dan wanita, apa yang bisa pria lakukan, wanita pun bisa (termasuk menjadi pemimpin) dan kebebebasan nyeleneh lainnya. &lt;br /&gt;Justru liberalism ala barat ini lah yang menjadi kan wanita sebagai produk. Paham ini bukan mengangkat harkat dan martabat wanita. Akan tetapi justru menjatuhkan wanita ke dalam lubang kenistaan.&lt;br /&gt;Sebagai contoh, sekarang ini wanita justru banyak dijadikan sebagai obyek. Lihatlah kalau ada launching suatu produk atau pameran. Strategi marketing yang mudah adalah memposisikan wanita untuk penarik agar konsumen datang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KEBEBEBASAN PERGAULAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Paham ini juga memberikan ruang untuk kebebebasan dalam bergaul. Tidak ada lagi sekat antara laki laki dan perempuan. Kita bebas untuk bergaul dengan siapa saja. Apakah itu pria atau pun wanita.&lt;br /&gt;Dampak dari kebebebasan pergaulan ini adalah di halalkannya berpacaran dan berzina.&lt;br /&gt;Barat mengajarkan bahwa kita adalah orang bebas. Dan hanya cinta sesama yang menyatukan insan manusia. Ini berbeda dengan Islam yang menegaskan bahwa manusia di satukan atas nama akidah.&lt;br /&gt;Paham kebebebasan menjadikan cinta antar sesama sebagai tolak ukur penyatu manusia. Oleh karena itu, tak perduli apakah dengan sesama jenis, binatang atau pun dengan siapa saja (orang mati sekali pun) asalkan cinta, maka mereka bisa disatukan di atas jalinan suci.&lt;br /&gt;Ini lah yang menyebabkan masyarakat Indonesia kebablasan. Dengan kebebasan pergaulan dan atas nama cinta maka tak perduli sudah nikah atau belom yang penting berzina lah. Dengan berzina  maka rasa cinta dan kasih sayang akan tersalurkan. Pernikahan bukan lagi menjadi hal yang sacral.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SAATNYA BERUBAH KEDALAM IDEOLOGY ISLAM&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Islam adalah sebuah ideology yang mempunyai ide dan metode untuk membentuk sebuah masyarakat yang sejahtera secara moral maupun materi. Dengan peraturan Islam maka harkat dan martabat manusia bisa kembali terangkat.&lt;br /&gt;Manusia jelas berbeda dengan binatang. Karena manusia mempunya akal fikiran. Dengan diterapkannya hukum Islam, maka kita bisa mengembalikan kodrat manusia sebagai makhluk yang paling tinggi derajatnya. Sebagai contoh, binatang tanpa rasa malu mengumbar aurat nya di tempat umum dan bisa menyetubuhi lawan jenisnya dimana saja dia mau. Ini sama persis dengan kejadian pada sekarang ini. Akan tetapi dengan adanya hukum Islam maka akan ada pengaturan yang membatasi masalah pakaian dan juga pergaulan.&lt;br /&gt;Islam akan mengatur dan mengangkat harkat dan martabat wanita. Dengan adanya aturan untuk menutup auratnya serta mengatur agar setiap wanita harus menjaga kehormatannya maka pelecehan terhadap kaum hawa tersebut bisa dihilangkan.&lt;br /&gt;Begitu pula halnya dengan pria. Islam mengatur bahwa pria haruslah menjaga pandangan dan kemaluannya (syahwat).&lt;br /&gt;Selain itu dalam urusan pergaulan pun diatur didalam Islam. Hukum Islam melarang manusia yang bukan mahram nya untuk saling bersentuhan, saling bertatap mata dan juga berdua duaan. Ini di maksudkan agar perzinaan tidak terjadi. Karena dengan bersentuhan, bertatap tatapan bahkan bedua duaan, maka hal tersebut jelaslah akan menimbulkan syahwat dan selanjutnya bisa mengarah kepada perzinaan yang lebih besar lagi.&lt;br /&gt;Dan apabila manusia sudah mencukupi umur (dewasa) maka Islam pun sangat menganjurkan untuk menikah. Memang sudah menjadi kodrat dari manusia untuk memiliki nafsu seksual. Oleh karena itu dengan menikah maka nafsu tersebut akan tersalurkan. Bukan dengan berzina yang memiliki dampak negative yang sangat luar biasa.&lt;br /&gt;Hukum islam juga mengatur mengenai hukuman bagi penzina. Hukum ini diberikan bukan untuk melanggar Hak Azazi Manusia (HAM), namun justru sebaliknya. Hukuman perzinaan di terapkan agar memberikan efek jera bagi pelakunya dan memberikan rasa takut kepada orang lain.&lt;br /&gt;Di dalam Islam, hukum bagi penzina bisa bervariasi. Seperti pengusiran dari kampung, cambuk bahkan dihukum mati. Ini berbeda dengan hukum positive Indonesia dimana penzina tidak terlalu mendapat hukuman yang relative berat. Bahkan apabila ada pasangan yang hamil diluar nikah maka hukumannya hanyalah dinikahkan saja. Berbeda dengan Islam. Bahwa kehamilan diluar nikah tidak serta merta bisa langsung dinikahkan. Akan tetapi orang tersebut haruslah menikahi sang wanita pada saat hamil akan tetapi baru bisa di setubuhi setelah melahirkan. Pasangan ini pun harus dicambuk dan diusir dari kampung. Bahkan ada sebagian ulama berpendapat pasangan ini harus dipisahkan terlebih dahulu selama beberapa waktu.&lt;br /&gt;Itulah beberapa hukuman penzina didalam Islam. Hukum ini adalah hukum buatan Allah SWT. Maka sudah jelas hasilnya pun akan memuaskan akal, nurani dan menenangkan hati kita. Akan tetapi untuk menerapkan hukum tersebut maka Indonesia haruslah merubah dahulu sistem yang ada sekarang ini menjadi negara Islam. Karena tanpa adanya daulah maka akan sulit untuk menerapkannya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENUTUP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tragedy video perno Ariel adalah sebuah tragedy gunung es. Ini hanya lah satu dari sekian banyak kejadian perzinaan di Indonesia. Musibah ini adalah dampak dari diterapkanya ideology liberal dan juga feminis. Kedua paham ini menuntun setiap individu untuk melakukan kebebasan ala barat, dimana mengumbar aurat dan bergaul dengan bukan mahramnya adalah sebuah hal yang biasa.&lt;br /&gt;Paham ini justru menjatuhkan kita kedalam lubang kenistaan. Padahal manusia adalah makhluk yang mulia yang mempunyai aurat, akal, pikiran dan hati nurani.&lt;br /&gt;Negara haruslah turun tangan untuk segera menyelesaikan masalah moral dari bangsa ini. Dan sudah saatnya lah negara menyingkirkan liberalism dan feminism dari bumi Indonesia dan menggunakan Islam sebagai solusi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-8007236923492023111?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/8007236923492023111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/06/momentum-ariel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8007236923492023111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8007236923492023111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/06/momentum-ariel.html' title='MOMENTUM ARIEL'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-2959026529893235600</id><published>2010-06-30T17:45:00.001+07:00</published><updated>2010-06-30T17:47:11.430+07:00</updated><title type='text'>KRITERIA PEMIMPIN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pemimpin sangat lah mempunyai peranan besar dalam hal membawa kemajuan ataupun kebangkitan para pengikutnya. Pemimpin adalah ibarat supir dan rakyat adalah penumpangnya. Jadi tugas pemimpin adalah membawa para penumpang tersebut untuk sampai ke tujuan dengan selamat.&lt;br /&gt;Kita mengenal pemimpin di rumah tangga yaitu Bapak sebagai kepala rumah tangga. Dan ada juga pemimpin Negara yaitu presiden atau raja.&lt;br /&gt;Pemimpin yang baik adalah yang memberikan kesejahteraan, perlindungan, keadilan dan menjaga moral serta akhlak rakyatnya dan menjadikan negaranya sebagai baldatul tayibatun wa rabbun ghafur.&lt;br /&gt;Sejarah pernah membuktikan pada saat kekhilafan Islam masih berdiri di dunia ini. Dimana kebutuhan rakyatnya bisa terpenuhi. Dimana keadilan bisa di tegakkan. Dimana tidak ada perbedaan antara kaum minoritas maupun mayoritas. Serta tidak adanya kesenjangan social.&lt;br /&gt;Lihatlah pada saat Rasulullah memimpin umat Islam atau pada saat Khulafur Rasyidin. Ummat Islam bisa hidup sejahtera dan bersatu secara agama maupun negara.&lt;br /&gt;Atau pada saat khalifah Umar bin Abdul Aziz, dimana baitul mal kebingungan untuk mendistribusikan hasil zakat karena semua rakyatnya sejahtera sehingga lebih banyak pemberi zakat dari pada penerima.&lt;br /&gt;Bandingkan dengan keadaan Indonesia sekarang ini. Dimana hukum bisa diperjual belikan, kesenjangan social terjadi dimana mana, korupsi menggurita di setiap sector dan kebobrokan kebobrokan lainnya.&lt;br /&gt;Indonesia membutuhkan pemimpin yang mampu membawa Negara ini maju dalam segala bidang. Pemimpin yang mampu merubah tidak hanya rezim masa lalu, akan tetapi seseorang yang bisa merombak total sistem yang ada di Indonesia sekarang ini.&lt;br /&gt;Berikut adalah criteria pemimpin yang dibutuhkan Indonesia untuk menuju kepada kebangkitan yang cemerlang. Criteria ini diambil dari Koran Republika pada tanggal 23 April 2010 oleh Ustadz Arifin Ilham.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teladan dalam ketaqwaan dan paham Kitabullah dan Sunnah. Contoh keteladanan itu bisa di lihat pada Abu Bakar as Shidiq pada pidato pertamanya saat terpilih sebagai khalifah Islam. Beliau berkata “Jika kepemimpinanku benar menurut Al Quran dan Sunnah maka ikuti aku. Jika tidak, maka tinggalkanlah aku”&lt;br /&gt;2. Wara (berhati hati dalam hukum Allah SWT) dan Istiqamah. “Sesungguhnya orang orang yang mengatakan ‘Tuhan kami adalah Allah’ kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan) ‘jangan lah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih; dan bergembiralah kamu dengan surga yang telah di janjijakan Allah kepadamu. Kami-lah pelindungmu dalam kehidupan dunia dan di akhirat; didalamnya kamu memperoleh apa yang kamu inginkan dan memperoleh (pula) didalamnya apa yang kamu minta” (41:30-31)&lt;br /&gt;3. Sehat, kuat, cerdas dan visioner dalam membangun dan mensejahterakan rakyat “Hai orang orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok, dan bertaqwalah kepada Allah dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (59:18)&lt;br /&gt;4. Ahli ibadah, dzikir, tadabur Quran, berjamaah di mesjid, puasa sunnah dan ahli tahajud&lt;br /&gt;5. Tsiqah (bisa di percaya), adil, jujur, amanah, tepat janji, tegas dan berani.&lt;br /&gt;6. Rendah hati, merakyat, tulus mencintai rakyatnya, serta dekat dengan anak yatim piatu dan fakir miskin&lt;br /&gt;7. Jabatan menjadi wasilah dakwah “Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba tiba orang yang di antaramu dan diantara dia ada permusuhan seolah oleh telah menjadi teman yang setia” (41:34)&lt;br /&gt;8. Mendengar nasihat ulama, siap dikritik, terus belajar, tidak mudah tersinggung dan marah. “Syu’ayb berkata: Hai kaumku, bagaimana pikiranmu jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhan ku dan dianugrahi Nya aku dari Nya rezeki yang baik (patutkah aku menyalahi perintah Nya)? Dan aku tidak berkehendak menyalahi kamu (dengan mengerjakan) apa yang aku larang. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan selama aku masih berkesanggupan. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepada Nya lah aku kembali” (11:88)&lt;br /&gt;9. Selalu berdoa untuk rakyatnya disertai tawakal yang kuat “Maka disebabkan rahmat dari Allah lah kamu berlaku lemah terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauh diri dari sekeliling mu. Karena itu, maafkanlah mereka; mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu. Kemudian apabila kamu telah membulatkan tekad, maka bertawakal lah kepada Allah. Sesungguhnya Allah menyukai orang yang bertawakal kepada Nya” (3:159)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-2959026529893235600?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/2959026529893235600/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/06/kriteria-pemimpin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/2959026529893235600'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/2959026529893235600'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/06/kriteria-pemimpin.html' title='KRITERIA PEMIMPIN'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-8869403176390972167</id><published>2010-06-16T21:40:00.002+07:00</published><updated>2010-06-30T22:14:55.608+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>ADAB RESEPSI DALAM ISLAM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengadakan resepsi sangatlah dianjurkan di dalam islam. Rasulullah SAW bersabda pada saat Fatimah RA dipinang Ali bin Abi Thalib RA bahwa “Sesungguhnya pada pernikahan haruslah diadakan walimah”.&lt;br /&gt;Akan tetapi budaya resepsi pada saat ini, khususnya di Indonesia, banyak melakukan penyimpangan dalam syariat Islam. Sebuah resepsi menjadi ajang untuk pamer, pemborosan, memberatkan, dan banyak melakukan perkara-perkara yang mungkar.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, agar sebuah resepsi (walimah) pernikahan tidak terjerembab kedalam perkara yang bertentangan, ajaran Islam telah menetapkan adab dalam menyelenggarakan walimah. Berikut adalah adab dan tata cara walimah atau resepsi pernikahan berdasarkan syariat Islam yang diambil dari Syekh Abdul Aziz bin Fathi as-Sayyid Nada dalam Mausuu’atul Aadaab al-Islaamiyyah.&lt;br /&gt;Pertama, hendaknya sebuah walimah di selenggarakan dengan niat yang benar. “niatkan walimah itu sebagai sunnah Rasulullah SAW dan memberi makan orang-orang” tutur Syekh as-Sayyid Nada.&lt;br /&gt;Sesuatu yang diniatkan dengan baik akan menjadi amal saleh. Sehingga, harta yang dibelanjakan dan waktu yang diluangkan akan diganti menjadi pahala.&lt;br /&gt;Kedua, membuat dan menyediakan hidangan yang sesuai dengan kemampuan. Menurut Syekh as-Sayyid Nada, seorang tuan rumah tak perlu memberatkan diri diluar batas kemampuannya untuk menyediakan hidangan bagi para undangan.&lt;br /&gt;Kesederhanaan dalam menyelenggarakan walimah telah di contohkan Rasulullah SAW. Ketika memiliki rezeki, Rasulullah SAW menyembelih kambing sebagai sumber hidangan. Namun, saat tak memiliki apa-apa, walimah pun digelar sesuai kemampuan. Semua contoh berwalimah sesuai kemampuan itu dijelaskan dalam hadist. Diriwayatkan dari Anas bin Malik RA, ia berkata, “aku melihat Rasulullah SAW mengadakan walimah untuk Zainab, yang tidak pernah diadakah untuk istri-istrinya beliau lainnya, dan beliau menyembelih seekor kambing”.&lt;br /&gt;Namun, saat mengadakan walimah dengan Shafiyyah binti Huyay RA, Rasulullah SAW tak menyembelih apapun. Menurut Anas RA, Nabi SAW pernah menginap tiga hari di suatu tempat antara Khabir dan Madinah untuk menyelenggarakan perkawinan dengan Shafiyyah RA. Nabi SAW kemudian mengundang kamu muslimin untuk menghadiri walimahnya. Dalam walimah itu para undangan tidak disuguhi roti maupun daging. Hidangan disajikan bagi para tamu undangan hanyalah kurma kering, gandum, dan minyak samin. Hal ini diajarkan Rasulullah untuk menghindari umat Islam terjerat dari utang, karena memaksakan diri mengadakan walimah diluar batas kemampuan.&lt;br /&gt;Ketiga, seorang Muslim yang mengadakan walimah hendaknya mengundang karib kerabat, tetangga, dan rekan-rekan seagama. Menurut Syekh as-Sayyid Nada, mengundang karib kerabat dalam acara walimah akan mempererat tali silaturahim. Sedangkan, mengundang tetangga dapat mendatangkan kebaikan. “selain itu mengundang rekan-rekan seagama akan melanggengkan kasih sayang dan menambahkan rasa cinta” paparnya.&lt;br /&gt;Keempat, Nabi SAW mengingatkan agar seorang Muslim tidak hanya mengundang orang-orang kaya saja. Nabi SAW menekankan agar saat walimah orang miskin pun harus diundang. Syekh as-Sayyid Nada menuturkan, meninggalkan atau melupakan orang miskin dari walimah bukanlah ajaran Islam. Mengabaikan orang-orang miskin dapat mematahkan hati mereka. Sehingga, mereka yang mengadakan walimah namun mengabaikan orang-orang miskin di cap Islam sebagai orang-orang yang sombong. Bahkan, hidangan walimah yang mengabaikan orang fakir dan miskin disebut Nabi SAW sebagai makanan paling buruk. Rasulullah SAW bersabda “seburuk buruknya hidangan adalah makanan walimah, yang di undang untuk menghadirinya hanyalah orang-orang kaya, sedangkan orang-orang miskin tidak di undang…” (HR Bukhari-Muslim).&lt;br /&gt;Kelima, Nabi SAW mengajarkan agar sebuah acara walimah tak diselenggarakan secara berlebih-lebihan. Dalam Al-Quran surat al-A’raaf, Allah SWT berfirman “….Dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan”. Saat ini, menurut Syekh as-Sayyid Nada, begitu banyak orang yang mengadakan walimah secara berlebihan. Bahkan ada yang mengadakannya sampai menghabiskan uang berpuluh bahkan ratusan milyar rupiah. “ Berbangga-bangga dan pamer di hadapan manusia untuk menjaga kedudukan dan gengsi, merupakan bentuk mengkufuri nikamat Allah SWT”, paparnya. Alangkah baiknya, jika kelebihan itu di berikan kepada mereka yang membutuhkan.&lt;br /&gt;Keenam, sebuah acara walimah tak boleh berisi perkara munkar. Menurut dia, jika undangan sebuah walimah berisi perkara-perkara munkar, maka wajib bagi yang diundang untuk tidak menghadirinya.&lt;br /&gt;Ketujuh, wajib mendatangi undangan bagi yang diundang. Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda “Apabila salah seorang dari kalian diundang ke walimah, hendaklah ia mendatanginya” (HR Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diambil dari tabloid Republika Dialog Jum’at, Halaman 10, jumat 23 April 2010&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-8869403176390972167?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/8869403176390972167/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/06/adab-resepsi-dalam-islam-mengadakan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8869403176390972167'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8869403176390972167'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/06/adab-resepsi-dalam-islam-mengadakan.html' title=''/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-2940896342530842836</id><published>2010-04-15T21:31:00.000+07:00</published><updated>2010-04-15T21:33:03.687+07:00</updated><title type='text'>Seputar Bid'ah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Soal: pada satu pertemuan  kami mendiskusikan masalah bid’ah secara istilah. Sebagian dari kami  mengatakan bahwa bid’ah itu mencakup semua bentuk yang menyalahi  ketentuan asy-Syâri’. Sedangkan sebagian yang lain mengatakan bahwa yang  dimaksud bid’ah itu hanya penyimpangan ketentuan asy-Syâri’ dalam  ibadah… Kami mohon penjelasan masalah ini? Semoga Allah SWT memberikan  balasan yang lebih baik kepada Anda.&lt;/span&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jawab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Perintah-perintah asy-Syâri’  itu ada dua jenis:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jenis pertama, dinyatakan  redaksi perintah disertai penjelasan tata cara menunaikan perintah  tersebut, yaitu langkah-langkah praktis untuk mengimplementasikan.  Misalnya Allah SWT berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;  وَأَقِيمُوا الصَّلَاةَ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 16pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dan dirikanlah shalat&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; (QS al-Baqarah [2]: 43)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ini adalah redaksi perintah.  Akan tetapi manusia tidak dibiarkan untuk shalat sesuai keinginannya,  melainkan datang nash-nash lain yang menjelaskan tata cara menunaikan  shalat mulai takbiratul ihram, berdiri, membaca al-Fatihah, ruku’,  I’idal, sujud… Demikian juga Allah berfirman:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ  حِجُّ الْبَيْتِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;dan mengerjakan haji adalah  kewajiban manusia terhadap Allah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; (QS Ali  ‘Imran [3]: 97)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;ini adalah redaksi perintah  untuk menunaikan haji “berupa redaksi berita dalam makna tuntutan”,  kemudian terdapat nash-nash yang menjelaskan tata cara menunaikan  perintah berhaji itu… &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jenis kedua, dinyatakan  redaksi perintah yang bersifat umum atau mutlak tanpa disertai  penjelasan tata cara menunaikannya. Artinya tanpa penjelasan  langkah-langkah praktis untuk menunaikannya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Misalnya sabda Rasulullah  saw:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;«مَنْ  أَسْلَفَ فِي شَيْءٍ فَفِي كَيْلٍ مَعْلُومٍ وَوَزْنٍ مَعْلُومٍ إِلَى  أَجَلٍ مَعْلُومٍ [أخرجه البخاري]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Siapa saja yang melakukan  salaf pada sesuatu hendaklah dalam takaran dan timbangan tertentu sampai  jangka waktu tertentu (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Di sini terdapat perintah  melakukan jual beli salam “salaf” dengan redaksi kalimat syarat. Beliau  memerintahkan agar jual beli salam itu dilakukan pada takaran,  timbangan, dan jangka waktu tertentu. Akan tetapi asy-Syâri’ tidak  menjelaskan tata cara langkah-angkah pelaksanaannya, seperti dua orang  yang berakad hendaknya duduk berhadapan, dan membaca sesuatu dari  al-Quran, kemudian melangkah ke depan, saling memeluk satu sama lain,  kemudian saling menyeru dalam masalah jual beli salam … dan setelah itu  baru dilakukan ijab dan qabul…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Contoh lain, sabda Rasulullah  saw:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;«  الذَّهَبُ بِالذَّهَبِ رِبًا إِلَّا هَاءَ وَهَاءَ » [البخاري ومسلم]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Emas dengan emas adalah riba  kecuali tunai (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;«الذَّهَبُ  بِالذَّهَبِ مِثْلًا بِمِثْلٍ وَالْوَرِقُ بِالْوَرِقِ مِثْلًا  بِمِثْلٍ»[البخاري ومسم]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Emas dengan emas harus sama,  dirham dengan dirham harus sama (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ini merupakan perintah  “redaksi berita dalam makna tuntutan”. Akan tetapi tidak dijelaskan tata  cara langkah-langkah praktis untuk pertukran itu seperti yang kami  sebutkan sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Contoh lainnya, telah sahih  bahwa Rasul saw telah memerintahkan untuk berdiri ketika ada jenazah  yang lewat. Akan tetapi Beliau tidak menjelaskan tata cara  langkah-langkah praktis berdiri itu seperti yang kami jelaskan pada  contoh pertama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Begitulah, jadi terdapat  perintah-perintah asy-Syâri’ dan bersamanya dinyatakan pula  langkah-langkah praktis untuk menunaikannya. Dan juga terdapat  perintah-perintah asy-Syâri’ yang dinyatakan secara mutlak atau secara  umum tanpa disertai langkah-langkah praktis terperinci tata cara  menunaikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penyimpangan perintah  asy-Syâri’ yang untuknya dinyatakan tata cara penunaiannya secara  istilah disebut bid’ah, karena dilakukan tidak menurut tata cara yang  telah dijelaskan oleh asy-Syâri’. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Jadi bid’ah secara bahasa  seperti dinyatakan di dalam Lisân al-‘Arab: orang yang mengada-adakan  (al-mubtadi’) adalah orang yang mendatangkan suatu perkara yang belum  pernah ada contohnya… Mengada-adakan sesuatu (abda’at asy-syay’a):  membuatnya tidak berdasarkan contoh sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dan bid’ah secara istilah  demikian pula, yaitu penyimpangan tata cara syar’i yang telah dijelaskan  oleh syara’ untuk menunaikan suatu perintah syar’i. Dan ini adalah  makna yang ditunjukkan oleh hadis berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;« وَمَنْ عَمِلَ  عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ » [البخاري ومسلم]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Siapa saja yang melakukan  satu perbuatan yang tidak ada ketentuan kami tentangnya maka tertolak  (HR Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Begitulah, jika orang  bersujud tiga kali di dalam shalatnya, bukannya dua kali saja, maka itu  bid’ah. Siapa saja yang melempar jumrah di Mina sebanyak delapan  lemparan bukannya tujuh lemparan maka ia telah melakukan bid’ah… Dan  semua bid’ah merupakan kesesatan, dan setiap kesesatan di dalam neraka,  yaitu bahwa dia berdosa karena perbuatannya itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Menyalahi perintah syara’  yang tidak memiliki tata cara tertentu, maka itu masuk di dalam cakupan  hukum-hukum syara’. Jadi dikatakan ia haram, atau makruh, atau mubah  jika berupa seruan taklif (khithâb at-taklîf). Atau dikatakan batil atau  fasid … jika berupa seruan wadh’i (khithâb al-Wadh’i). Hal itu sesuai  indikasi (qarinah) yang menyertai perintah tersebut dari sisi tegas,  penguatan atau pilihan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pada contoh kami yang  pertama, siapa yang melakukan salaf “yaitu mengakadkan akad salam”  dengan menyalahi perintah asy-Syâri’ yaitu tanpa takaran, timbangan dan  tempo tertentu, maka tidak dikatakan bahwa dia melakukan bid’ah.  Melainkan dikatakan bahwa akad yang menyalahi perintah asy-Syâri’  tersebut adalah batil atau fasid sesuai jenis penyimpangannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pada contoh kedua, jika  menyalahi perintah asy-Syâri’ “emas dengan emas kontan dan sama”, yaitu  seandainya seorang laki-laki mempertukarkan emas dengan emas dengan cara  menyalahi perintah asy-Syâri’ yaitu tidak sama dan tidak kontan, maka  tidak dikatakan bahwa ia mendatangkan bid’ah karena menyalahi perintah  tersebut. Melainkan dikatakan ia melakukan keharaman dengan melakukan  muamalah ribawi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Juga menyalahi perintah  berdiri ketika ada jenazah lewat dan ia tetap duduk, tidak dikatakan  bahwa itu bid’ah. Tetapi dikatakan bahwa itu adalah mubah karena  nash-nash syara’ menyatakan dua kondisi. Imam Muslim mengeluarkan hadis  dari Ali bin Abi Thalib ra., ia berkata: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;«قَامَ رَسُولُ  اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ قَعَدَ» [مسلم]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Rasulullah saw berdiri  kemudian Beliau duduk (HR Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Begitu pula terkait  penyimpangan perintah asy-Syâri’:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;«فَاظْفَرْ بِذَاتِ  الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ» [البخاري]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Pilihlah yang memiliki  kebaikan agama niscaya engkau akan selamat (HR Bukhari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Penyimangan terhadap perintah  ini tidak dikatakan sebagai bid’ah. Akan tetapi dipelajari hukum syara’  berkaitan dengan pernikahan dengan wanita yang tidak memiliki kebaikan  agama. Hal itu karena tidak dijelaskan langkah-langkah praktis dalam  memilih, misalnya apakah orang yang meminang itu berdiri di depan wanita  itu, membaca ayat kursi, lalu melangkah ke depan satu langkah dan  membaca surat al-Falaq dan an-Nas, kemudian melangkah satu langkah lagi  dan membaca basmalah, kemudian mengulurkan tangan kanannya dan  menyampaikan pinangan…&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Demikian juga sabda Rasul  saw:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;«يَا مَعْشَرَ  التُّجَّارِ إِنَّ هَذَا الْبَيْعَ يَحْضُرُهُ اللَّغْوُ وَالْحَلِفُ  فَشُوبُوهُ بِالصَّدَقَةِ» [أبو داود وأحمد]&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Wahai para pedagang  sesungguhnya jual beli ini dihadiri oleh ungkapan berlebihan dan sumpah  maka siramlah dengan sedekah (HR Abu Dawud dan Ahmad)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sabda itu Beliau sampaikan  kepada para pedagang akibat mereka banyak bersumpah. Maka asy-Syâri’  tidak menjelaskan langkah-langkah rinci untuk menunaikan perintah  “siramlah”. Atas dasar itu maka tidak dikatakan bahwa siapa yang menjual  dan menggunakan sumpah, jika ia tidak jujur, tidak dikatakan bahwa ia  telah mendatangkan bid’ah. Melainkan dipelajari hukum syara’ berkaitan  dengan ketidakjujuran pedagang yang mengucapkan sumpah pada saat berjual  beli itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Begitulah berkaitan dengan  penyimpangan perintah-perintah yang asy-Syâri’ tidak mendatangkan tata  caranya secara terperinci untuk menunaikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dengan melakukan elaborasi  terhadap nash-nash syara’ didapati bahwa pada sebagian besar ibadah  dinyatakan tata cara untuk menunaikan perintah asy-Syâri’ tersebut,  yaitu langkah-langkah praktis untuk menerapkan perintah asy-Syâri’ itu.  Karena itu bid’ah tidak terjadi dalam selain ibadah. Karena hanya ibadah  sajalah yang di dalamnya dinyatakan langkah-langkah praktis untuk  menerapkan perintah asy-Syâri’.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Kami katakan sebagian besar  ibadah, karena sebagian ibadah, tentangnya tidak dinyatakan  langkah-langkah praktis implementasinya. Misalnya, jihad. Meski jihad  adalah ibadah, namun perintah-perintahnya dinyatakan secara mutlak atau  bersiat umum. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;قَاتِلُوا  الَّذِينَ يَلُونَكُمْ مِنَ الْكُفَّارِ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt; &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Perangilah orang-orang kafir  yang di sekitar kamu itu (QS at-Tawbah [9]: 123)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Traditional Arabic&amp;quot;;"&gt;جَاهِدِ الْكُفَّارَ  وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 14pt; font-family: &amp;quot;AGA Arabesque&amp;quot;;"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Berjihadlah (melawan)  orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah  terhadap mereka. (QS at-Tawbah [9]: 73)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Perintah-perintah tersebut  tidak terdapat nash-nash yang menjelaskan tata cara pelaksanaannya.  Tidak terdapat misalnya tata cara memerangi itu seperti apa, misalnya  dengan membaca ayat-ayat, mengirimkan pengintai, melangkah satu langkah  ke depan, kemudian bergerak ke kanan … begitulah. Karena itu, siapa saja  yang tidak berjihad pada waktu yang ditetapkan untuk berjihad, tidak  dikatakan ia mendatangkan bid’ah. Melainkan dikatakan ia melakukan  keharaman karena tidak turut berjihad.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Ringkasnya bahwa penyimpangan  perintah asy-Syâri’ yang asy-Syâri’ jelaskan tata cara penunaiannya,  maka penyimpangan itu merupakan bid’ah. Sedangkan penyimpangan perintah  asy-Syâri’ yang bersifat mutlak atau bersifat umum, yang asy-Syâri’  tidak menjelaskan tata cara penunaiannya maka penyimpangan itu terjadi  pada hukum syara’ “taklif –haram, makruh, mubah” atau “wadh’iy –batil,  fasad”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Dan karena dengan melakukan  elaborasi ditemukan bahwa kebanyakan ibadah di dalamnya dinyatakan tata  cara penunaiannya, atas dasar itu penyimpangan yang terjadi di dalam  ibadah masuk dalam kategori bid’ah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: left; direction: ltr; unicode-bidi: embed;"&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;Sedangkan dalil-dalil mumalah  atau jihad… maka dinyatakan secara mutlak atau umum, atas dasar itu  penyimpangan yang terjadi di dalamnya masuk dalam bab hukum syara’  “taklif: haram, makruh, mubah” atau “wadh’iy: batil, fasad”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size: 10pt; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;"&gt;(sumber : Situs Amir Hizbut  Tahrir ; http://hizb-ut-tahrir.info)&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-2940896342530842836?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/2940896342530842836/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/04/seputar-bidah.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/2940896342530842836'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/2940896342530842836'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/04/seputar-bidah.html' title='Seputar Bid&apos;ah'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-426437843157962424</id><published>2010-04-15T20:10:00.003+07:00</published><updated>2010-04-15T20:16:25.784+07:00</updated><title type='text'>Sejarah April Mop</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Tiap tanggal 1 April, ada saja orang—terutama anak-anak muda—yang merayakan hari tersebut dengan membuat aneka kejutan atau sesuatu keisengan. April Fools Day, demikian orang Barat menyebut hari tanggal 1 April atau lebih popular disebut sebagai ‘April Mop’. Namun tahukah Anda jika perayaan tersebut sesungguhnya berasal dari sejarah pembantaian tentara Salib terhadap Muslim Spanyol yang memang didahului dengan upaya penipuan? Inilah sejarahnya yang disalin kembali sebagiannya dari buku “Valentine Day, Natal, Happy New Year, April Mop, Halloween: So What?” (Rizki Ridyasmara, Pustaka Alkautsar, 2005) SEJARAH APRIL MOP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan April Mop yang selalu diakhiri dengan kegembiraan dan kepuasan itu sesungguhnya berawal dari satu tragedi besar yang sangat menyedihkan dan memilukan. April Mop atau The April’s Fool Day berawal dari satu episode sejarah Muslim Spanyol di tahun 1487 atau bertepatan dengan 892 H. Sebelum sampai pada tragedi tersebut, ada baiknya menengok sejarah Spanyol dahulu ketika masih di bawah kekuasaan Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak dibebaskan Islam pada abad ke-8 M oleh Panglima Thariq bin Ziyad, Spanyol berangsur-angsur tumbuh menjadi satu negeri yang makmur. Pasukan Islam tidak saja berhenti di Spanyol, namun terus melakukan pembebasan di negeri-negeri sekitar menuju Perancis. Perancis Selatan dengan mudah bisa dibebaskan. Kota Carcassone, Nimes, Bordeaux, Lyon, Poitou, Tours, dan sebagainya jatuh. Walau sangat kuat, pasukan Islam masih memberikan toleransi kepada suku Goth dan Navaro di daerah sebelah Barat yang berupa pegunungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menerangi Spanyol. Karena sikap para penguasa Islam begitu baik dan rendah hati, maka banyak orang-orang Spanyol yang kemudian dengan tulus dan ikhlas memeluk Islam. Muslim Spanyol bukan hanya beragama Islam, namun mereka sungguh-sungguh mempraktekkan kehidupan secara Islami. Mereka tidak hanya membaca Al-Qur’an tapi juga bertingkah laku berdasarkan Al-Qur’an. Mereka selalu berkata tidak untuk musik, bir, pergaulan bebas, dan segala hal yang dilarang Islam. Keadaan tenteram seperti itu berlangsung hampir enam abad lamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama itu pula kaum kafir yang masih ada di sekeliling Spanyol tanpa kenal lelah terus berupaya membersihkan Islam dari Spanyol, namun mereka selalu gagal. Telah beberapa kali dicoba tapi selalu tidak berhasil. Dikirimlah sejumlah mata-mata untuk mempelajari kelemahan umat Islam di Spanyol. Akhirnya mata-mata itu menemukan cara untuk menaklukkan Islam di Spanyol, yakni pertama-tama harus melemahkan iman mereka dulu dengan jalan serangan pemikiran dan budaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka mulailah secara diam-diam mereka mengirim alkohol dan rokok secara gratis ke dalam wilayah Spanyol. Musik diperdengarkan untuk membujuk kaum mudanya agar lebih suka bernyanyi dan menari ketimbang baca Qur’an. Mereka juga mengirim sejumlah ulama palsu yang kerjanya meniup-niupkan perpecahan di dalam tubuh umat Islam Spanyol. Lama-kelamaan upaya ini membuahkan hasil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya Spanyol jatuh dan bisa dikuasai pasukan Salib. Penyerangan oleh pasukan Salib benar-benar dilakukan dengan kejam tanpa mengenal peri kemanusiaan. Tidak hanya pasukan Islam yang idbantai, juga penduduk sipil, wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, semuanya dihabisi dengan sadis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu persatu daerah di Spanyol jatuh, Granada adalah daerah terakhir yang ditaklukkan. Penduduk-penduduk Islam di Spanyol (juga disebut orang Moor) terpaksa berlindung di dalam rumah untuk menyelamatkan diri. Tentara-tentara Kristen terus mengejar mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika jalan-jalan sudah sepi, tinggal menyisakan ribuan mayat yang bergelimpangan bermandikan genangan darah, tentara Salib mengetahui bahwa banyak Muslim Granada yang masih bersembunyi di rumah-rumah. Dengan lantang tentara Salib itu meneriakkan pengumuman, bahwa para Muslim Granada bisa keluar dari rumah dengan aman dan diperbolehkan berlayar keluar dari Spanyol dengan membawa barang-barang keperluan mereka. “Kapal-kapal yang akan membawa kalian keluar dari Spanyol sudah kami persiapkan di pelabuhan. Kami menjamin keselamatan kalian jika ingin keluar dari Spanyol, setelah ini maka kami tidak lagi memberikan jaminan!” demikian bujuk tentara Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang-orang Islam masih curiga dengan tawaran ini. Beberapa dari orang Islam diperbolehkan melihat sendiri kapal-kapal penumpang yang sudah dipersiapkan di pelabuhan. Setelah benar-benar melihat ada kapal yang sudah dipersiapkan, maka mereka segera bersiap untuk meninggalkan Granada bersama-sama menuju ke kapal-kapal tersebut. Mereka pun bersiap untuk berlayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keesokan harinya, ribuan penduduk Muslim Granada yang keluar dari rumah-rumahnya dengan membawa seluruh barang-barang keperluannya beriringan jalan menuju pelabuhan. Beberapa orang Islam yang tidak mempercayai tentara Salib bertahan dan terus bersembunyi di rumah-rumahnya. Setelah ribuan umat Islam Spanyol berkumpul di pelabuhan, dengan cepat tentara Salib menggeledah rumah-rumah yang telah itinggalkan penghuninya. Lidah api terlihat menjilat-jilat angkasa ketika para tentara Salib itu membakari rumah-rumah tersebut bersama orang-orang Islam yang masih bertahan di dalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedang ribuan umat Islam yang tertahan di pelabuhan hanya bisa terpana ketika tentara Salib juga membakari kapal-kapal yang dikatakan akan mengangkut mereka keluar dari Spanyol. Kapal-kapal itu dengan cepat tenggelam. Ribuan umat Islam tidak bisa berbuat apa-apa karena sama sekali tidak bersenjata. Mereka juga kebanyakan terdiri dari para perempuan dan anak-anaknya yang masih kecil-kecil. Sedang tentara Salib itu telah mengepung mereka dengan pedang terhunus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan satu teriakan dari pemimpinnya, ribuan tentara Salib itu segera membantai dan menghabisi umat Islam Spanyol tanpa perasaan belas kasihan. Jerit tangis dan takbir membahana. Dengan buas tentara Salib terus membunuhi warga sipil yang sama sekali tidak berdaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seluruh Muslim Spanyol di pelabuhan itu habis dibunuh dengan kejam. Darah menggenang di mana-mana. Laut yang biru telah berubah menjadi merah kehitam-hitaman. Tragedi ini bertepatan dengan tanggal 1 April. Inilah yang kemudian diperingati oleh dunia Kristen setiap tanggal 1 April sebagai April Mop (The Aprils Fool Day).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi umat Islam April Mop tentu merupakan tragedi yang sangat menyedihkan. Hari di mana ribuan saudara-saudaranya seiman disembelih dan dibantai oleh tentara Salib di Granada, Spanyol. Sebab itu, adalah sangat tidak pantas jika ada orang Islam yang ikut-ikutan merayakan tradisi ini. Sebab dengan ikut merayakan April Mop, sesungguhnya orang-orang Islam itu ikut bergembira dan tertawa atas tragedi tersebut. Siapa pun orang Islam yang turut merayakan April Mop, maka ia sesungguhnya tengah merayakan ulang tahun pembunuhan massal ribuan saudara-saudaranya di Granada, Spanyol, beberapa abad silam.(rizki)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Eramuslim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;April Mop Merupakan Perayaan Pembantaian Umat Islam, Tak Pantas Dirayakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam sangat tidak pantas merayakan “April Mop” atau “The April Fool Day” karena kebiasaan itu dilatarbelakangi peringatan peristiwa pembantaian umat Islam di Spanyol pada 1 April 1487 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Umat Islam banyak yang “latah” dan merayakan April Mop tanpa mengetahui dasar dan asal muasal peristiwa tersebut, ” kata Cendikiawan Muslim Ir.H.Asmara Dharma dalam tulisannya yang dirilis, di Medan, kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia menjelaskan, perayaan April Mop itu diawali peristiwa penyerangan besar-besaran oleh tentara Salib terhadap negara Spanyol yang ketika itu di bawah kekuasaan kekhalifahan Islam pada Maret 1487 Masehi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota-kota Islam di Spanyol seperti Zaragoza dan Leon di wilayah Utara, Vigo dan Forto di wilayah Timur, Valencia di wilayah Barat, Lisabon dan Cordoba di Selatan serta Madrid di pusat kota dan Granada sebagai kota pelabuhan berhasil dikuasai tentara Salib.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Islam yang tersisa dari peperangan itu dijanjikan kebebasan jika meninggalkan Spanyol dengan kapal yang disiapkan di pelabuhan Granada. Tentara Salib itu berjanji keselamatan dan memperbolehkan umat Islam menaiki kapal jika mereka meninggalkan Spanyol dan persenjataan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, ketika ribuan umat Islam sudah berkumpul di pelabuhan, kapal yang tadinya sandar di pelabuhan langsung dibakar dan kaum muslim dibantai dengan kejam sehingga air laut menjadi merah karena darah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peristiwa pembantaian dan pengingkaran janji tersebut terjadi pada 1 April 1487 Masehi dan dikenang sebagai “The April Fool Day.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, Dharma menjelaskan, peristiwa “The April Fool Day” itu dipopulerkan menjadi April Mop dengan “ritual” boleh mengerjai, menipu dan menjahili orang lain pada tanggal tersebut tetapi bernuansa gembira.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ritual tersebut disyaratkan dengan tidak bolehnya orang yang ditipu dan dijahili itu marah dan membalas, ” katanya. (novel/ant)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Eramuslim&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-426437843157962424?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/426437843157962424/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/04/sejarah-april-mop.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/426437843157962424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/426437843157962424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/04/sejarah-april-mop.html' title='Sejarah April Mop'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-2414126214105183093</id><published>2010-03-13T15:48:00.002+07:00</published><updated>2010-03-13T16:02:34.736+07:00</updated><title type='text'>Sembilan Ketidak-otentikan Yudhoyono</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S5tTXw-NNCI/AAAAAAAAACk/Jt8IoNttt7E/s1600-h/sby.jpeg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 83px; height: 124px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S5tTXw-NNCI/AAAAAAAAACk/Jt8IoNttt7E/s400/sby.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5448039841982657570" /&gt;&lt;/a&gt;Oleh: Eep Saefulloh Fatah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa dalam beberapa bulan terakhir dinamika politik Indonesia berkembang dengan begitu mencemaskan? Beberapa kasus, seperti kriminalisasi terhadap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah) serta Bank Century, tak terkelola secara layak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada banyak faktor yang terlibat dan ada banyak kemungkinan jawaban atas pertanyaan itu. Namun, salah satu faktor yang berperan besar adalah absennya kepemimpinan kuat yang mampu menyelesaikan segenap urusan dengan tegas dan lekas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Presiden Susilo Bambang Yudhoyono belakangan ini tampil secara kurang meyakinkan. Sekalipun bukan penentu semua hal, Presiden berperan membuat sejumlah kasus berkembang menjadi meriam liar yang mengancam kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai warga negara yang berhak memiliki harapan kepada pejabat publik setingkat Presiden, saya menyaksikan Yudhoyono terancam oleh krisis kepemimpinan dan krisis otentisitas. Keduanya saling sokong membangun postur politik Presiden yang kurang meyakinkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Popularitas dan etika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada setidaknya sembilan ketidak-otentikan Yudhoyono. Pertama, pada awal masa kerjanya (2004), Yudhoyono menegaskan, ”Saya tak peduli pada soal popularitas.” Nyatanya, ia amat sangat peduli pada popularitas sepanjang kepemimpinannya. Untuk kebijakan tak populer, sekalipun sangat diperlukan secara teknokratis, ia cenderung membiarkan Wakil Presiden M Jusuf Kalla maju pasang badan. Untuk kebijakan populer, ia lekas-lekas memasang badannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, di tengah ramainya rapat Panitia Khusus DPR tentang Hak Angket Bank Century, Yudhoyono menyatakan, ”Demokrasi memerlukan kesantunan.” Nyatanya, ia biarkan ketidaksantunan dilakukan secara permanen oleh politisi partainya sendiri, Partai Demokrat, seperti diperlihatkan Ruhut Sitompul. Padahal, kendali atas partai itu hampir sepenuhnya ada di tangan Yudhoyono.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, menghadapi berbagai tantangan terhadap pemerintahannya, ia kerap menegaskan bahwa ia tak perlu reaktif terhadap para pengkritiknya. Nyatanya, ia sangat reaktif dalam banyak kasus. Presiden Yudhoyono kerap merespons secara kurang matang berbagai persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, Yudhoyono kerap mengajak masyarakat untuk bersandar pada etika. Nyatanya, sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan ia kerap melakukan pelanggaran etika yang sangat elementer, terutama dengan membiarkan pejabat di bawah kewenangannya untuk bertanggung jawab atas kebijakan eksekutif yang pembuatannya jelas-jelas melibatkan kewenangan dan tanggung jawab presiden. Dalam kasus Bank Century, pidato Yudhoyono selepas Rapat Paripurna DPR yang menegaskan bahwa dirinya bertanggung jawab adalah sebuah sikap tegas yang kasip.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mafia peradilan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelima, di tengah maraknya kasus Bibit-Chandra, Presiden menyerukan, ”Ganyang mafia peradilan!” Nyatanya, ia tak melakukan langkah sigap dan tegas selepas terungkapnya mafia peradilan melalui penayangan rekaman percakapan pengusaha Anggodo Widjojo dengan sejumlah pejabat dalam sidang Mahkamah Konstitusi. Bahkan, ketika namanya beberapa kali disebut dalam percakapan itu, ia bergeming, seolah-olah memandang itu bukan persoalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keenam, masih segar dalam ingatan kita, Yudhoyono menangis mendengar laporan wakil korban luapan lumpur Sidoardjo. Nyatanya, ia tak membuat langkah yang tegas dan lekas untuk menyelesaikan kasus luapan lumpur ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketujuh, Yudhoyono kerap menandaskan bahwa langkah-langkah yang diambilnya adalah langkah yang matang, penuh pertimbangan, terukur, dan saksama. Nyatanya, ia senang berputar-putar seperti orang tersesat serta terkesan ragu-ragu dan lamban. Contoh paling krusial dan aktual soal ketidakmatangan langkahnya adalah ketika kantor kepresidenan mempermalukan Presiden secara tandas dalam kasus batalnya pelantikan dua wakil menteri (Anggito Abimanyu dan Fahmi Idris). Sementara penanganan kasus Bibit-Chandra dan Bank Century menggarisbawahi keragu-raguan dan kelambanannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedelapan, Yudhoyono kerap menyebut perlunya pemerintahan yang bekerja secara profesional berbasiskan kompetensi. Nyatanya, Kabinet Indonesia Bersatu II—sebagaimana dikritik banyak sekali kalangan—gagal mencerminkan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesembilan, Susilo Bambang Yudhoyono kerap menyebutkan bahwa reformasi birokrasi adalah salah satu agenda kerja yang hendak ia prioritaskan dan segerakan dalam termin kedua pemerintahannya. Nyatanya, ia menjadi Presiden Indonesia Era Reformasi yang paling ”sukses” menambunkan birokrasi pemerintahan. Bagaimana publik bisa berharap lebih jauh jika agenda reformasi birokrasi yang elementer ini saja gagal diwujudkannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah catatan saya. Boleh jadi Anda bertanya mengapa saya seperti tukang keluh berhadapan dengan Presiden; mengapa saya senang benar mengkritik Yudhoyono. Saya mengkritik Yudhoyono bukan lantaran membencinya, melainkan lantaran ia Presiden saya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yudhoyono adalah seorang pejabat publik. Sebagai bagian dari publik, saya berhak untuk berharap kepadanya. Adalah tugas saya untuk membantunya dengan mengingatkan hal-hal yang belum tercapai. Sebab, di sekeliling Yudhoyono sudah terlampau banyak orang yang terus-menerus mencatat dan melaporkan (hanya) keberhasilannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EEP SAEFULLOH FATAH, CEO Polmark Indonesia, Political Marketing Consulting&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Kompas.com (9/3/2010)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-2414126214105183093?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/2414126214105183093/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/sembilan-ketidak-otentikan-yudhoyono.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/2414126214105183093'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/2414126214105183093'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/sembilan-ketidak-otentikan-yudhoyono.html' title='Sembilan Ketidak-otentikan Yudhoyono'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S5tTXw-NNCI/AAAAAAAAACk/Jt8IoNttt7E/s72-c/sby.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-8330108053814700996</id><published>2010-03-09T15:10:00.002+07:00</published><updated>2010-03-09T15:18:09.422+07:00</updated><title type='text'>10 ALASAN MENOLAK OBAMA , PRESIDEN NEGARA PENJAJAH</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;1. Obama adalah kepala negara dari negara penjajah Amerika Serikat bertentangan dengan     sikap politik Indonesia yang anti penjajahan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Kedatangan Obama untuk memastikan dan mengokohkan Indonesia sebagai negara kapitalis sekuler yang telah menjadi sumber berbagai persoalan di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kedatangan Obama untuk mengokohkan penjajahan ekonomi lewat perusahaan Amerika yang merampok kekayaan alam Indonesia di Aceh, Riau, hingga Papua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kedatangan Obama merupakan sebagai bagian dari politik belah bambu di dunia Islam yang menampilkan citra positif Amerika untuk menutupi kejahatannya di negeri Islam lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Obama memerangi kaum muslimin di Afghanistan bahkan mengirim 30 ribu pasukan tambahan yang telah menewaskan ribuan umat Islam termasuk anak-anak dan ibu-ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Obama tidak sepenuhnya menarik pasukan AS dari Irak yang selama pendudukan AS telah membunuh lebih 1 juta umat Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Obama hingga saat ini belum menutup penjara Guantanamo sesuai dengan janjinya yang menjadi tempat penahanan dan penyiksaan banyak muslim yang tidak bersalah dan tempat penghinaan terhadap Islam dan Al Qur’an&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8.Obama dengan setia menjadi pendukung setia Zionis Israel yang hingga saat ini terus membantai umat Islam di Palestina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Obama tidak mengecam sama sekali ketika Israel membantai lebih kurang 1300 muslim di Gaza sebaliknya bahkan mendukung tindakan kejam Zionis Israel itu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10.Status negara Amerika adalah Muhariban Fi’lan karena secara langsung membunuh umat Islam, haram melakukan hubungan dalam bentuk apapun. Islam mengharamkan kaum muslimin menyambut pembunuh umat Islam yang merupakan musuh Allah SWT dan musuh Umat Islam apalagi menjadikannya sebagai sahabat dan tamu terhormat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;             &lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-8330108053814700996?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/8330108053814700996/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/10-alasan-menolak-obama-presiden-negara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8330108053814700996'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8330108053814700996'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/10-alasan-menolak-obama-presiden-negara.html' title='10 ALASAN MENOLAK OBAMA , PRESIDEN NEGARA PENJAJAH'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-9077879505683474649</id><published>2010-03-04T15:06:00.001+07:00</published><updated>2010-03-04T15:09:32.001+07:00</updated><title type='text'>TOLAK JUDICAL REVIEW AKKBB ATAS UU NO 1/PNPS/1965</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;Akhir-akhir ini perhatian public terpusat ke Mahkamah Konstitusi (MK). Walau issue nya tidak se heboh bank century akan tetapi masalah ini sangatlah penting untuk di kawal, karena menyangkut akhlak umat islam. Issue yang menjadi perhatian adalah judicial review yang dilakukan oleh Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB). AKKBB berpandangan bahwa UU no 1/PNPS/ 1965 mengenai penodaan agama sudah tidak relevan lagi di gunakan di republic ini. Karena undang-undang tersebut sangat kontras dengan pasal 28 E ayat 1. Undang-undang tersebut juga tidak sesuai dengan Hak Asasi Manusia dan hak kebebasan individu. AKKBB berpendapat bahwa Negara tidak boleh mengatur akhlak atas rakyatnya, karena itu adalah urusan setiap individu masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;Pada UU no 1/PNPS/1965 menyatakan bahwa &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegiatan agama itu, penafsiran dan kegiatan.”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext;mso-bidi-font-style: italic"&gt;Dan apabila hal tersebut masih terjadi maka akan di pidanakan dengan kurungan maksimal 5 tahun penjara. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext;mso-bidi-font-style: italic"&gt;Undang-undang inilah yang menjadi senjata kaum muslim untuk menghindari aliran-aliran yang menyimpang dari islam. Fakta yang terjadi saat ini bahwa meskipun undang-undang tersebut masih berlaku akan tetapi aliran-aliran sesat masih saja bermunculan dan masih banyak orang-orang yang mengaku dirinya adalah nabi. Sekarang bisa dibayangkan apabila Mahkamah Konstitusi mengoalkan permohonan AKKBB tersebut. Bukan hanya aliran sesat atau nabi palsu yang akan muncul, mungkin akan muncul seseorang yang mengaku bahwa dirinya adalah TUHAN. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext;mso-bidi-font-style: italic"&gt;Argument AKKBB untuk melakukan judicial review atas undang-undang tersebut sangatlah menyakiti umat islam. Memang benar bahwa setiap individu diberi kebebasan untuk memeluk agama atau kepercayaan yang dia inginkan, dan juga Negara haruslah memberi kebebasan kepada individu tersebut untuk melaksanakan ibadahnya. Akan tetapi, kebebasan yang dimaksud adalah kebebasan yang mempunyai batasan, bukan nya kebebasan yang sebebas-bebasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext;mso-bidi-font-style: italic"&gt;Di dalam islam sudah di tegaskan bahwa tidak ada tuhan selain Allah, dan Muhammad SAW adalah utusan Nya. Islam juga meyakini bahwa Muhammad SAW adalah nabi terakhir dan penutup dan tidak ada nabi setelah nya. Dan semua umat islam diwajibkan untuk tetap berpegang teguh kepada Al Quran dan Hadist sebagai pedoman dalam setiap aspek kehidupan. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext;mso-bidi-font-style: italic"&gt;Sangatlah konyol apabila ada orang yang mengaku nabi, utusan malaikat jibril, atau mengotak-ngatik hukum yang sudah diwajibkan di dalam islam. Apakah kita memberikan toleransi kepada mereka? Mungkin jawabnya IYA apabila kelompok tersebut tidak mengatasnamakan islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;text-indent:.5in;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext;mso-bidi-font-style: italic"&gt;Oleh karena itu Mahkamah Konstitusi haruslah menolak permohonan AKKBB untuk melakukan judicial review atas undang-undang no 1/PNPS/1965 karena bisa dibayangkan apa yang akan terjadi apabila MK meloloskan permohonan mereka. Umat muslim akan kehilangan payung hukum untuk menjaga kemurnian islam. Dan dampak dari hal tersebut adalah akan terjadi ‘’hukum jalanan’’ dimana umat islam akan membuat hukuman sendiri guna meng eksekusi para penoda ajaran islam. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-9077879505683474649?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/9077879505683474649/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/tolak-judical-review-akkbb-atas-uu-no.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/9077879505683474649'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/9077879505683474649'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/tolak-judical-review-akkbb-atas-uu-no.html' title='TOLAK JUDICAL REVIEW AKKBB ATAS UU NO 1/PNPS/1965'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-6982670709146667113</id><published>2010-03-04T15:02:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T15:04:25.135+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;NOMOR 1/PNPS TAHUN 1965&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;TENTANG&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN DAN/ATAU PENODAAN AGAMA&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Menimbang : &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;a. bahwa dalam rangka pengamanan Negara dan Masyarakat, citacita&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Revolusi Nasional dan pembangunan Nasional Semesta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;menuju ke masyarakat adil dan makmur, perlu mengadakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;peraturan untuk mencegah penyalah-gunaan atau penodaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;agama;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;b. bahwa untuk pengamanan revolusi dan ketentuan masyarakat,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;soal ini perlu diatur dengan Penetapan Presiden;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Mengingat :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;1. pasal 29 Undang-undang Dasar;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;2. pasal IV Aturan Peralihan Undang-undang Dasar;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;3. penetapan Presiden No. 2 tahun 1962 (Lembara-Negara tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;1962 No. 34);&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;4. pasal 2 ayat (1) Ketetapan M.P.R.S. No. II/MPRS/1960;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;MEMUTUSKAN:&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Menetapkan : &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA TENTANG&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;PENCEGAHAN PENYALAHGUNAAN DAN/ATAU PENODAAN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;AGAMA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 1&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;menyerupai kegiatan-kegiatan keagamaan dari agama itu, penafsiran dan kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;mana menyimpang dari pokok-pokok ajaran agama itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 2&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;(1) Barang siapa melanggar ketentuan tersebut dalam pasal 1 diberi perintah dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya itu di dalam suatu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;keputusan bersama Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;(2) Apabila pelanggaran tersebut dalam ayat (1) dilakukan oleh Organisasi atau&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;sesuatu aliran kepercayaan, maka Presiden Republik Indonesia dapat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;membubarkan Organisasi itu dan menyatakan Organisasi atau aliran tersebut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;sebagai Organisasi/ aliran terlarang, satu dan lain setelah Presiden mendapat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;pertimbangan dari Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 3&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Apabila, setelah dilakukan tindakan oleh Menteri Agama bersama-sama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri atau oleh Presiden Republik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Indonesia menurut ketentuan dalam pasal 2 terhadap orang, Organisasi atau aliran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;kepercayaan, mereka masih terus melanggar ketentuan dalam pasal 1, maka orang,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;penganut, anggota dan/atau anggota Pengurus Organisasi yang bersangkutan dari&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;aliran itu dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 4&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;"Pasal 156a&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;a. yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;b. dengan maksud agar supaya orang tidak menganut agama apapun juga, yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;bersendikan ke-Tuhanan Yang Maha Esa."&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 5&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Penetapan Presiden Republik Indonesia ini mulai berlaku pada hari diundangkannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Agar supaya setiap orang dapat mengetahuinya memerintahkan pengundangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Penetapan Presiden Republik Indonesia ini dengan penempatan dalam Lembaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Negara Republik Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:3.5in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in; line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:3.5in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in; line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:3.5in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt;     &lt;/span&gt;pada tanggal 27 Januari 1965.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:3.5in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:4.0in;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;text-indent:.5in; line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;SUKARNO&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Diundangkan di Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;pada tanggal 27 Januari 1965&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;SEKRETARIS NEGARA,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;MOHD. ICHSAN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA TAHUN 1965 NOMOR 3.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;PENJELASAN&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;ATAS&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;PENETAPAN PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;NOMOR 1/PNPS TAHUN 1965&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;TENTANG&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;PENCEGAHAN PENYALAH-GUNAAN DAN/ATAU PENODAAN AGAMA&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt; text-align:center;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace: none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;I. UMUM&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;1. Dekrit Presiden tanggal 5 Juli 1959 yang menetapkan Undang-Undang Dasar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;1945 berlaku lagi bagi segenap bangsa Indonesia telah menyatakan, bahwa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Piagam Jakarta tertanggal 22 Juni 1945 menjiwai dan merupakan suatu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;rangkaian kesatuan dengan konstitusi tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Menurut Undang-undang Dasar 1945 Negara kita berdasarkan :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;1. Ketuhanan Yang Maha Esa;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;2. Kemanusiaan yang adil dan beradab;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;3. Persatuan Indonesia;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;4. Kerakyatan;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;5. Keadilan Sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Sebagai dasar pertama, Ke-Tuhanan Yang Maha Esa bukan saja meletakkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dasar moral diatas Negara dan Pemerintah, tetapi juga memastikan adanya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;kesatuan Nasional yang berasas keagamaan. Pengakuan sila pertama (Ke-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Tuhanan Yang Maha Esa) tidak dapat dipisah-pisahkan dengan Agama, karena&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;adalah salah satu tiang pokok daripada perikehidupan manusia dan bagi bangsa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Indonesia adalah juga sebagai sendi perikehidupan Negara dan unsur mutlak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dalam usaha nation-building.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;2. Telah teryata, bahwa pada akhir-akhir ini hampir diseluruh Indonesia tidak sedikit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;timbul aliran-aliran atau Organisasiorganisasi kebatinan/kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;masyarakat yang bertentangan dengan ajaran-ajaran dan hukum Agama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Diantara ajaran-ajaran/perbuatan-perbuatan pada pemeluk aliran-aliran tersebut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;sudah banyak yang telah menimbulkan hal-hal yang melanggar hukum,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;memecah persatuan Nasional dan menodai Agama. Dari kenyataan teranglah,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;bahwa aliran-aliran atau Organisasi-organisasi kebatinan/kepercayaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;masyarakat yang menyalah-gunakan dan/atau mempergunakan Agama sebagai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;pokok, pada akhir-akhir ini bertambah banyak dan telah berkembang kearah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;yang sangat membahayakan Agama-agama yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;3. Untuk mencegah berlarut-larutnya hal-hal tersebut diatas yang dapat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;membahayakan persatuan Bangsa dan Negara, maka dalam rangka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;kewaspadaan Nasional dan dalam Demokrasi Terpimpin dianggap perlu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dikeluarkan Penetapan Presiden sebagai realisasi Dekrit Presiden tanggal 5 Juli&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;1959 yang merupakan salah satu jalan untuk menyalurkan ketata-negaraan dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;keagamaan, agar oleh segenap rakyat diseluruh wilayah Indonesia ini dapat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dinikmati ketenteraman beragama dan jaminan untuk menunaikan ibadah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;menurut Agamanya masing-masing.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;4. Berhubung dengan maksud memupuk ketenteraman beragama inilah, maka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Penetapan Presiden ini pertama-tama mencegah agar jangan sampai terjadi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;penyelewengan-penyelewengan dari ajaranajaran agama yang dianggap&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;sebagai ajaran-ajaran pokok oleh para ulama dari agama yang bersangkutan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;(pasal 1-3); dan kedua kalinya aturan ini melindungi ketenteraman beragama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;tersebut dari penodaan/penghinaan serta dari ajaran-ajaran untuk tidak memeluk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;agama yang bersendikan Ke-Tuhanan Yang Maha Esa/(Pasal 4).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;5. Adapun penyelewengan-penyelewengan keagamaan yang nyatanyata&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;merupakan pelanggaran pidana dirasa tidak perlu diatur lagi dalam peraturan ini,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;oleh karena telah cukup diaturnya dalam berbagai-bagai aturan pidana yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;telah ada. Dengan Penetapan Presiden ini tidaklah sekali-kali dimaksudkan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;hendak mengganggu gugat hak hidup Agama-gama yang sudah diakui oleh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Pemerintah sebelum Penetapan Presiden ini diundangkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;II. PASAL DEMI PASAL&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 1&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Dengan kata-kata "Dimuka Umum" dimaksudkan apa yang lazim diartikan dengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;kata-kata itu dalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana. Agama-agama yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dipeluk oleh penduduk di Indonesia ialah Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Budha dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;khong Cu (Confusius). Hal ini dapat dibuktikan dalam sejarah perkembangan Agama agama di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Karena 6 macam Agama ini adalah agama-gama yang dipeluk hampir seluruh&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;penduduk Indonesia, maka kecuali mereka mendapat jaminan seperti yang diberikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;oleh pasal 29 ayat 2 Undang-undang Dasar, juga mereka mendapat bantuan-bantuan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dan perlindungan seperti yang diberikan oleh pasal ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Ini tidak berarti bahwa agama-agama lain, misalnya: Yahudi, Zarasustrian, Shinto,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Taoism dilarang di Indonesia. Mereka mendapat jaminan penuh seperti yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;diberikan oleh pasal 29 ayat 2 dan mereka dibiarkan adanya, asal tidak melanggar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;ketentuan-ketentuan yang terdapat dalam peraturan ini atau peraturan perundangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Terhadap badan/aliran kebatinan, Pemerintah berusaha menyalurkannya kearah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;pandangan yang sehat dan kearah Ke-Tuhanan Yang Maha Esa. Hal ini sesuai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dengan ketetapan M.P.R.S. No. II/MPRS/1960, lampiran A. Bidang I, angka 6.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Dengan kata-kata "Kegiatan keagamaan" dimaksudkan segala macam kegiatan yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;bersifat keagamaan, misalnya menamakan suatu aliran sebagai Agama,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;mempergunakan istilah-istilah dalam menjalankan atau mengamalkan ajaran-ajaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;kepercayaannya ataupun melakukan ibadahnya dan sebagainya. Pokok-pokok ajaran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;agama dapat diketahui oleh Departemen Agama yang untuk itu mempunyai alatalat/&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;cara-cara untuk menyelidikinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 2&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Sesuai dengan kepribadian Indonesia, maka terhadap orang-orang ataupun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;penganut-penganut sesuatu aliran kepercayaan maupun anggota atau anggota&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Pengurus Organisasi yang melanggar larangan tersebut dalam pasal 1, untuk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;permulaannya dirasa cukup diberi nasehat seperlunya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Apabila penyelewengan itu dilakukan oleh organisasi atau penganutpenganut aliran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;kepercayaan dan mempunyai effek yang cukup serius bagi masyarakat yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;beragama, maka Presiden berwenang untuk membubarkan organisasi itu dan untuk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;menyatakan sebagai organisasi atau aliran terlarang dengan akibat-akibatnya (jo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;pasal 169 K.U.H.P.).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 3&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Pemberian ancaman pidana yang diatur dalam pasal ini, adalah tindakan lanjutan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;terhadap anasir-anasir yang tetap mengabaikan peringatan tersebut, dalam pasal 2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Oleh karena aliran kepercayaan biasanya tidak mempunyai bentuk seperti&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;organisasi/perhimpunan, dimana mudah dibedakan siapa pengurus dan siapa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;anggotanya, maka mengenai aliran-aliran kepercayaan, hanya penganutnya yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;masih terus melakukan pelanggaran dapat dikenakan pidana, sedang pemuka aliran&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;sendiri yang menghentikan kegiatannya tidak dapat dituntut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Mengingat sifat idiil dari tindak pidana dalam pasal ini, maka ancaman pidana 5 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dirasa sudah wajar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 4&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Maksud ketentuan ini telah cukup dijelaskan dalam penjelasan umum diatas. Cara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;mengeluarkan persamaan atau melakukan perbuatan dapat dilakukan dengan lisan,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;tulisan ataupun perbuatan lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Huruf a, tindak pidana yang dimaksudkan disini, ialah yang semata-mata (pada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;pokoknya) ditujukan kepada niat untuk memusuhi atau menghina.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Dengan demikian, maka, uraian-uraian tertulis maupun lisan yang dilakukan secara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;obyektif, zakelijk dan ilmiah mengenai sesuatu agama yang disertai dengan usaha&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;untuk menghindari adanya kata-kata atau susunan kata-kata yang bersifat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;permusuhan atau penghinaan, bukanlah tinak pidana menurut pasal ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Huruf b, Orang yang melakukan tindak pidana tersebut disini, disamping&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;mengganggu ketentraman orang beragama, pada dasarnya menghianati sila pertama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;dari Negara secara total, dan oleh karenanya adalah pada tempatnya, bahwa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;perbuatannya itu dipidana sepantasnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;"&gt;Pasal 5&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom:0in;margin-bottom:.0001pt;text-align: justify;line-height:150%;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;Cukup jelas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;TAMBAHAN LEMBARAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA NOMOR 2726.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.5pt;line-height:150%"&gt;RINGKASAN PERMOHONAN PERKARA Nomor 140/PUU-VII/2009 tentang UU PENYALAHGUNAAN DAN/ATAU PENODAAN AGAMA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.5pt;line-height:150%"&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;Pembatasan Atas Kebebasan Beragama Atau Berkeyakinan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.5pt;line-height:150%"&gt;”&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.5pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" align="center" style="text-align:center;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.5pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:21.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;I. PARA PEMOHON &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;1. Perkumpulan Inisiatif Masyarakat Partisipatif untuk Transisi Berkeadilan (IMPARSIAL), selanjutnya disebut sebagai Pemohon I; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;2. Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM),selanjutnya disebut sebagai Pemohon II &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;3. Perkumpulan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI), selanjutnya disebut sebagai Pemohon III; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;4. Perkumpulan Pusat Studi Hak Asasi Manusia dan Demokrasi (Demos), selanjutnya disebut sebagai Pemohon IV; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;5. Perkumpulan Masyarakat Setara, selanjutnya disebut Pemohon V; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;6. Yayasan Desantara (Desantara Foundation), selanjutnya disebut sebagai Pemohon VI; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;7. Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), selanjutnya disebut sebagai Pemohon VII; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;8. K.H. Abdurahman Wahid, selanjutnya disebut sebagai Pemohon VIII; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;9. Prof. DR. Musdah Mulia, selanjutnya disebut sebagai Pemohon IX; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;10. Prof. M. Dawam Rahardjo, selanjutnya disebut sebagai Pemohon X; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;11. KH. Maman Imanul Haq, selanjutnya disebut sebagai Pemohon XI. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:28.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:0in;margin-right:0in;margin-bottom:6.0pt; margin-left:28.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;KUASA HUKUM &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:0in;margin-right:.25in;margin-bottom:0in; margin-left:27.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%"&gt;Asfinawati, S.H., Siti Aminah, S.H., Hermawanto, S.H., M. Choirul Anam, S.H., Syamsul Alam Agus, S.H., Edy Halomoan Gurning. S.H., Sinung Karto, S.H., Kiagus Ahmad Bs, S.H., Zainal Abidin, S.H., Nurkholis, S.H., Muhammad Isnur, S.H., Adam M. Pantouw, S.H., Sidik S.Hi., Alghiffari Aqsa, S.H., Intan Kumala Sari, S.H., Diah Kurniati, S.H., Tommy Albert Tobing, S.H., Vicky Sylvanie, S.H., Ilham Harjuna, S.H.., M. Arfiandi Fauzan, S.H., Tabrani Abby, S.H., M.Hum., Andi Muttaqien, S.H., Abdul Haris, S.H., Judianto Simanjuntak,S.H., Yanrino Sibuea, S.H., Poengky Indarti, S.H. Ll.M., Wahyu Wagiman, S.H., Aqil Sukheri, S.H, Uli Parulian Sihombing, S.H. Ll.M., Indria Fernida, S.H., Fulthoni, S.H., Ali Akbar Tanjung, S.H., Ali Nursahid, S.H., Chrisbiantoro,S.H., Indriaswati D. Saptaningrum, S.H., Ll.M., Putri Kanesia, S.H., Edwin Partogi, S.H., Muhammad Ali Fernandez, S.Hl., Yati Andriyani, S.H., Anggara, S.H., Totok Yuli Yanto, S.H., Ratnaning Wulandari, S.H., Nimram Abdurrahman, S.H., Maruli Tua Raja Gukguk, S.H., Pratiwi Febry, S.H., Reza Dimas D. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%; color:windowtext"&gt;S.H., R. Dwiyanto Prihartono, S.H., Pablo, Christalo, S.H., M.A. Nur Hariandi, S.H., Carolina S. Martha, S.H., Saor Siagian, S.H., Nopemmerson, S.H., Bhathara Ibnu Reza, S.H Ll.M., Supriyadi Widodo Eddyono, S.H., Febi Yonesta, S.H., dan Restaria F. Hutabarat, S.H.kesemuanya adalah Advokat dan Pengabdi Bantuan Hukum, tergabung dalam Tim Advokasi Kebebasan Beragama, dengan domisili hukum di Jl. Diponegoro Nomor 74, Jakarta Pusat. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;II. KEWENANGAN MAHKAMAH KONSTITUSI : &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:28.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Pemohon dalam permohonan sebagaimana dimaksud menjelaskan, bahwa ketentuan yang mengatur kewenangan Mahkamah Konstitusi untuk menguji Undang-undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama adalah : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:45.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family: Wingdings;color:windowtext"&gt;⌧ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height: 150%;color:windowtext"&gt;Pasal 24C ayat (1) UUD 1945 “&lt;i&gt;Mahkamah Konstitusi berwenang mengadili pada tingkat pertama dan terakhir yang putusannya bersifat final untuk menguji undang-undang terhadap undang-undang dasar, memutus sengketa kewenangan lembaga negara yang kewenangannya diberikan oleh undang-undang dasar, memutus pembubaran partai politik, dan memutus perselisihan tentang hasil pemilihan umum&lt;/i&gt;”. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:45.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;font-family:Wingdings;mso-bidi-font-family: Wingdings;color:windowtext"&gt;⌧ &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height: 150%;color:windowtext"&gt;Pasal 10 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi ”&lt;i&gt;menguji undang-undang terhadap Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945&lt;/i&gt;” &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:26.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;III. KEDUDUKAN PEMOHON &lt;i&gt;(LEGAL STANDING) &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:28.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Bahwa menurut ketentuan Pasal 51 Ayat (1) UU Nomor 24 Tahun 2003 tentang Mahkamah Konstitusi (UU MK), agar seseorang atau suatu pihak dapat diterima sebagai Pemohon dalam permohonan pengujian undang-undang terhadap UUD 1945, maka orang atau pihak dimaksud haruslah; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:46.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;a. menjelaskan kedudukannya dalam permohonannya, yaitu apakah yang sebagai perorangan warga negara Indonesia, kesatuan masyarakat hukum adat, badan hukum, atau lembaga negara; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:46.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;b. kerugian hak dan/atau kewenangan konstitusionalnya, dalam kedudukan sebagaimana dimaksud pada huruf (a), sebagai akibat diberlakukannya undang-undang yang dimohonkan pengujian. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:28.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Atas dasar ketentuan tersebut Pemohon perlu terlebih dahulu menjelaskan kedudukannya, hak konstitusi yang ada pada Pemohon, beserta kerugian spesifik yang akan dideritanya sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:0in;margin-right:3.0pt;margin-bottom:0in; margin-left:28.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Para Pemohon merupakan &lt;i&gt;badan hukum privat &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;perseorangan &lt;/i&gt;yang menganggap hak dan/atau kewenangan konstitusionalnya telah dirugikan oleh berlakunya undang-undang, yaitu Undang-undang Nomor 1 Tahun 1965 tentang Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:21.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;IV. NORMA-NORMA YANG DIAJUKAN UNTUK DIUJI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:0in;margin-right:1.75in;margin-bottom:0in; margin-left:64.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;A. NORMA MATERIIL &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Sebanyak 5 (lima) norma, yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;1. Pasal 1 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Setiap orang dilarang dengan sengaja di muka umum menceritakan, menganjurkan atau mengusahakan dukungan umum, untuk melakukan penafsiran tentang sesuatu agama yang dianut di Indonesia atau melakukan kegiatan-kegiatan keagamaan yang menyerupai kegiatan-kegitan agama itu, penafsiran dan kegaitan.”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;2. Pasal 2 ayat (1) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Barang siapa melanggar ketentuan tersebut dalam Pasal 1 diberi perintah dan peringatan keras untuk menghentikan perbuatannya itu di dalam suatu keputusan bersama Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri.”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;3. Pasal 2 ayat (2) &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Apabila pelangaran tersebut dalam ayat (1) dilakukan oleh Organisasi atau sesuatu aliran kepercayaan, maka Presiden Republik Indonesia dapat membubarkan Organisasi itu dan menyatakan Organisasi atau aliran tersebut sebagai Organisasi/aliran terlarang, satu dan lain setelah Presiden mendapat pertimbangan dari Menteri Agama, Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri.”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;4. Pasal 3 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Apabila, setelah dilakukan tindakan oleh Menteri Agama bersama-sama Menteri/Jaksa Agung dan Menteri Dalam Negeri atau oleh Presiden Republik Indonesia menurut ketentuan dalam pasal 2 terhadap orang, Organisasi atau aliran kepercayaan, mereka masih terus melanggar ketentuan dalam pasal 1, maka orang, penganut, anggota dan/atau anggota Pengurus Organisasi yang bersangkutan dari aliran itu dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun.”. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;5. Pasal 4a &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Pada Kitab Undang-undang Hukum Pidana diadakan pasal baru yang berbunyi sebagai berikut: &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:1.25in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Pasal 156 a: &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:1.25in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Dipidana dengan pidana penjara selama-lamanya lima tahun barangsiapa dengan sengaja di muka umum mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan: yang pada pokoknya bersifat permusuhan, penyalah-gunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:64.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;B. NORMA UUD 1945 SEBAGAI ALAT UJI &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:0in;margin-right:1.75in;margin-bottom:0in; margin-left:64.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Sebanyak 9 (sembilan) norma, yaitu : &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;1. &lt;b&gt;Pasal 1 ayat (3) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Negara Indonesia adalah negara hukum.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;2. &lt;b&gt;Pasal 27 ayat (1) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;3. &lt;b&gt;Pasal 28D ayat (1) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;"Setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan, dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.". &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;4. &lt;b&gt;Pasal 28E ayat (1) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Setiap orang bebas memeluk agama dan beribadat menurut agamanya, memilih pendidikan dan pengajaran, memilih pekerjaan, memilih kewarganegaraan, memilih tempat tinggal diwilayah negara dan meninggalkannya, serta berhak kembali. “ &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;5. &lt;b&gt;Pasal 28E ayat (2) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Setiap orang atas kebebasan meyakini kepercayaan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;6. &lt;b&gt;Pasal 28E ayat (3) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Setiap orang berhak atas kebebasan berserikat, berkumpul, dan mengeluarkan pendapat” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;7. &lt;b&gt;Pasal 28I ayat (1) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Hak untuk hidup, hak untuk tidak disiksa, hak kemerdekaan pikiran dan hati nurani, hak beragama, hak untuk tidak diperbudak, hak untuk diakui sebagai pribadi dihadapan hukum, dan hak untuk tidak dituntut atas dasar hukum yang berlaku surut adalah hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apa pun.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;8. &lt;b&gt;Pasal 28I ayat (2) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Setiap orang berhak bebas atas perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apa pun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakuan yang bersifat diskriminatif itu.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-top:12.0pt;margin-right:0in;margin-bottom:0in; margin-left:53.0pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;9. &lt;b&gt;Pasal 29 ayat (2) &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;“Negara menjamin kemerdekaan tiaptiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.75in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:21.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;V. Alasan-Alasan Pemohon Dengan Diterapkan UU &lt;i&gt;a quo &lt;/i&gt;Bertentangan Dengan UUD 1945. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;1. Bahwa &lt;b&gt;prinsip persamaan dalam hukum (&lt;i&gt;equality before the law&lt;/i&gt;) &lt;/b&gt;adalah adanya persamaan kedudukan setiap orang dalam hukum dan pemerintahan, yang diakui secara normatif dan dilaksanakan secara empirik. Prinsip ini juga dapat dimaknai bahwa tidak ada hukum yang istimewa. Jaminan prinsip ini dinyatakan dalam UUD 1945 misalnya dalam Pasal 27 ayat (1) yaitu “segala warga negara bersamaan kedudukannya di dalam hukum dan pemerintahan dan wajib menjunjung tinggi hukum dan pemerintahan itu dengan tidak ada kecualinya”, Pasal 28D ayat (1) yaitu “setiap orang berhak atas pengakuan, jaminan, perlindungan dan kepastian hukum yang adil serta perlakukan yang sama di depan hukum”, dan Pasal 28I ayat (2) yang menyatakan “setiap orang berhak bebas dari perlakuan yang diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan perlindungan terhadap perlakukan yang diskriminatif itu; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;Bahwa selain bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1) UUD 1945, Pasal &lt;i&gt;a quo &lt;/i&gt;juga bertentangan dengan Hak memeluk agama, beribadat, meyakini keyakinan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28E ayat (1) dan (2) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;2. Bahwa Pasal 1 UU &lt;i&gt;a quo &lt;/i&gt;menunjukan adanya pembedaan dan/atau pengutamaan terhadap enam agama antara lain: Islam, Katolik, Kristen, Hindu, Budha, dan Kong Hu Cu, dibandingkan dengan agama-agama atau aliran keyakinan lainnya. Hal mana merupakan bentuk kebijakan diskriminatif yang dilarang. Dengan demikian jelas bahwa Pasal 1 UU No. 1/PNPS/1965 bertentangan dengan Pasal 28I ayat (2) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;3. Bahwa oleh karena substansi Pasal 1 UU No. 1/PNPS/1965 bertentangan dengan UUD 1945, maka dengan sendirinya ketentuan Pasal 2 ayat (2) UU &lt;i&gt;a quo &lt;/i&gt;sebagai hukum proseduralnya, menjadi bertentangan pula dengan UUD 1945. Tanpa hal itu pun, sesungguhnya Pasal &lt;i&gt;a quo &lt;/i&gt;bertentangan dengan UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;4. Bahwa Pasal 2 ayat (2) UU No.1/PNPS/1965 &lt;b&gt;bertentangan dengan prinsip negara hukum &lt;/b&gt;karena prosedur pembubaran organisasi dimaksud bertentangan dengan prinsip toleransi, keragaman, dan pemikiran terbuka. Proses pembubaran organisasi dan pelarangan organisasi, seharusnya dilakukan melalui proses peradilan yang adil, independen dan terbuka, dengan mempertimbangkan hak atas kebebasan beragama, keragaman dan toleransi; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;5. Bahwa dengan demikian, Pasal 3, dan hubungannya dengan Pasal 1 dan 2 UU &lt;i&gt;a quo &lt;/i&gt;nyata-nyata membatasi kebebasan mereka yang beragama atau berkeyakinan selain keenam agama yang dilindungi, penghayat Kepercayaan, dan kelompok atau aliran minoritas dalam keenam agama tersebut. Hal ini bertentangan dengan kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagaimana yang dilindungi dalam Pasal 28 E ayat (1) dan (2), Pasal 28 I ayat (1), dan Pasal 29 ayat (2) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;6. Bahwa Pasal 4 huruf a UU No. 1/PNPS/1965 bertentangan dengan jaminan kebebasan di atas. Hal ini dikarenakan rumusan Pasal 4 huruf a UU &lt;i&gt;a quo &lt;/i&gt;membuat pelaksanaannya mengharuskan diambilnya satu tafsir tertentu dalam agama tertentu untuk menjadi batasan permusuhan, penyalahgunaan dan penodaan terhadap agama. Berpihaknya negara/pemerintah kepada salah satu tafsir tertentu adalah diskriminasi terhadap aliran/tafsir lain yang hidup pula di Indonesia. Karenanya hal ini bertentangan dengan hak persamaan di muka hukum Pasal 27 ayat (1) UUD 1945, Hak atas kebebasan beragana, meyakini keyakinan, menyatakan pikiran dan sikap, sesuai dengan hati nuraninya Pasal 28E ayat (2), Pasal 28I ayat (1), Pasal 29 ayat (2) UUD 1945, dan hak untuk bebas dari perlakuan yang bersifat diskriminatif atas dasar apapun Pasal 28I ayat (2) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%;page-break-before: always"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:21.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;VI. PETITUM &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;1. Menerima dan mengabulkan seluruh permohonan pengujian undang-undang Para Pemohon; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;2. Menyatakan ketentuan Pasal 1 UU No.IIPNPS/1965 bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1), Pasal 28E ayat (1) dan (2), Pasal 28I ayat (1), Pasal 29 ayat (2), serta Pasal 28I ayat (2) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;3. Menyatakan ketentuan Pasal 2 ayat (1) UU No.IIPNPS/1965 bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1), serta Pasal 1 ayat (3) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;4. Menyatakan ketentuan Pasal 2 ayat (2) UU No.1/PNPS/1965 bertentangan dengan Pasal 1 ayat (3), serta Pasal 28E ayat (3) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;5. Menyatakan ketentuan Pasal 3 UU No.IIPNPS/1965 bertentangan dengan Pasal 28E ayat (1) dan (2), Pasal 28I ayat (1), serta Pasal 29 ayat (2) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:.5in;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;6. Menyatakan ketentuan Pasal 4a UU No.1/PNPS11965 bertentangan dengan Pasal 28D ayat (1), Pasal 27 ayat (1), Pasal 28E ayat (2), Pasal 28I ayat (1), Pasal 29 ayat (2), serta Pasal 28I ayat (2) UUD 1945; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="margin-left:35.0pt;text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;7. Menyatakan ketentuan Pasal 1, Pasal 2 ayat (1) dan (2), Pasal 3, Pasal 4a UU No.IIPNPS/1965 tentang Pencegahan Penyalahgunaan dan/atau Penodaan Agama tidak mempunyai kekuatan hukum yang mengikat dengan segala akibat hukumnya. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="Default" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt;line-height:150%;color:windowtext"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%"&gt;&lt;span style="'font-size:12.0pt;line-height:150%;font-family:"&gt;http://www.mahkamahkonstitusi.go.id/Resume/resume_Permohonan%20Perkara%20140%20%20UU%20Penodaan%20Agama.pdf&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-6982670709146667113?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/6982670709146667113/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/penetapan-presiden-republik-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/6982670709146667113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/6982670709146667113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/penetapan-presiden-republik-indonesia.html' title=''/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-981636494818502561</id><published>2010-03-04T14:56:00.000+07:00</published><updated>2010-03-04T15:00:48.087+07:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;NOMOR: …… /PER/M/KOMINFO/2/ 2010…. TAHUN 2010&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;TENTANG&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;KONTEN MULTIMEDIA&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" align="center" style="text-align:center"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight: normal"&gt;&lt;u&gt;DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA REPUBLIK INDONESIA,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menimbang&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;       &lt;/span&gt;:&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;a.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;bahwa konten memiliki peranan, pengaruh, dan dampak yang signifikan dalam penyelenggaraan jasa multimedia, baik terhadap penyelenggara jasa multimedia itu sendiri maupun terhadap masyarakat pada umumnya dan pada khususnya anggota masyarakat yang merasa dirugikan oleh pembuatan, pengumuman, dan/atau penyebarluasannya; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;b.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;            &lt;/span&gt;bahwa untuk membina industri penyelenggara jasa multimedia agar senantiasa mampu menghadapi berbagai tantangan dan persoalan yang terjadi baik di tingkat dalam negeri maupun Internasional, Pemerintah perlu memberikan pedoman kepada penyelenggara jasa multimedia mengenai pengelolaan konten multimedia; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;c.&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;             &lt;/span&gt;bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan b perlu membentuk Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika tentang Konten Multimedia;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-tab-count:3"&gt;                                                &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mengingat &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;         &lt;/span&gt;:&lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;               &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;1. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Undang-undang Nomor 8 Tahun 1992 tentang Perfilman (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1992 Nomor 32, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3473); &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;2. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Undang-undang Nomor 36 Tahun 1999 tentang Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 154, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3881); &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;3. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Undang-undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 166, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3887); &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;4. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Undang-undang Nomor 32 Tahun 2002 tentang Penyiaran (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2002 Nomor 139, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4252); &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;5. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 58, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4843); &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;6. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 tentang Pornografi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 181, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4928); &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;7. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 52 Tahun 2000 tentang Penyelenggaraan Telekomunikasi (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2000 Nomor 107, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3980); &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;8. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2009 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Bukan Pajak yang Berlaku pada Departemen Komunikasi dan Informatika (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4974);&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;9. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;           &lt;/span&gt;Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.20 Tahun 2001 sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 30/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Penyelenggaraan Jaringan Telekomunikasi; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:1.5in;text-indent:-.5in"&gt;10. &lt;span style="mso-tab-count:1"&gt;         &lt;/span&gt;Keputusan Menteri Perhubungan Nomor: KM.21 Tahun 2000 sebagaimana telah diubah, terakhir dengan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor: 31/PER/M.KOMINFO/10/2008 tentang Penyelenggaraan Jasa Telekomunikasi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;MEMUTUSKAN:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menetapkan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;PERATURAN MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA TENTANG KONTEN MULTIMEDIA.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;BAB I&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;KETENTUAN UMUM&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 1&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam Peraturan ini yang dimaksud dengan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;1. Telekomunikasi adalah setiap pemancaran, pengiriman, dan atau penerimaan dari setiap informasi dalam bentuk tanda-tanda, isyarat, tulisan, gambar, suara dari bunyi melalui sistem kawat, optik, radio, atau sistem elektro-magnetik lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;2. Penyiaran adalah kegiatan pemancarluasan siaran melalui sarana pemancaran dan/atau sarana transmisi di darat, di laut atau di antariksa dengan menggunakan spektrum frekuensi radio melalui udara, kabel, dan/atau media lainnya untuk dapat diterima secara serentak dan bersamaan oleh masyarakat dengan perangkat penerima siaran.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;3. Teknologi Informasi adalah suatu teknik untuk mengumpulkan, menyiapkan, menyimpan, memproses, mengumumkan, menganalisis, dan/atau menyebarkan informasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;4. Konten adalah substansi atau muatan Informasi Elektronik dan/atau Dokumen Elektronik yang mencakup seluruh suara, tulisan, gambar baik diam maupun bergerak atau bentuk audio visual lainnya, sajian-sajian dalam bentuk program, atau gabungan sebagiannya dan/ atau keseluruhannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;5. Multimedia adalah Sistem Elektronik yang memiliki kemampuan untuk melaksanakan fungsi Telekomunikasi, Penyiaran, dan Teknologi Informasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;6. Konten Multimedia adalah Konten yang dimuat, didistribusikan, ditransmisikan, dibuat dapat diakses dan/atau disimpan melalui atau dalam Perangkat Multimedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;7. Sistem Elektronik adalah serangkaian perangkat dan prosedur elektronik yang berfungsi mempersiapkan, mengumpulkan, mengolah, menganalisis, menyimpan, menampilkan, mengumumkan, mengirimkan, dan/atau menyebarkan Informasi Elektronik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;8. Informasi Elektronik adalah satu atau sekumpulan data elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto, electronic data interchange (EDI), surat elektronik (electronic mail), telegram, teleks, telecopy atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol, atau perforasi yang telah diolah yang memiliki arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;9. Dokumen Elektronik adalah setiap Informasi Elektronik yang dibuat, diteruskan, dikirimkan, diterima, atau disimpan dalam bentuk analog, digital, elektromagnetik, optikal, atau sejenisnya, yang dapat dilihat, ditampilkan, dan/atau didengar melalui Komputer atau Sistem Elektronik, termasuk tetapi tidak terbatas pada tulisan, suara, gambar, peta, rancangan, foto atau sejenisnya, huruf, tanda, angka, Kode Akses, simbol atau perforasi yang memiliki makna atau arti atau dapat dipahami oleh orang yang mampu memahaminya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;10. Kontrak Elektronik adalah perjanjian para pihak yang dibuat melalui Sistem Elektronik.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;11. Penyelenggara Jasa Multimedia, yang selanjutnya akan disebut Penyelenggara, adalah penyelenggara jasa Telekomunikasi yang menawarkan layanan berbasis Teknologi Informasi, meliputi jasa akses Internet, penyelenggara jasa interkoneksi Internet, penyelenggara jasa Internet teleponi untuk keperluan publik, penyelenggara jasa sistem komunikasi data, atau penyelenggara jasa Multimedia lain yang ditetapkan berdasarkan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;12. Pengguna Jasa Multimedia, yang selanjutnya akan disebut Pengguna, adalah orang yang memuat, mengubah, mengakses, menyimpan, mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;13. Akses adalah kegiatan melakukan interaksi dengan Sistem Elektronik yang berdiri sendiri atau dalam jaringan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;14. Kode Akses adalah angka, huruf, simbol, karakter lainnya atau kombinasi di antaranya, yang merupakan kunci untuk dapat mengakses Komputer dan/atau Sistem Elektronik lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;15. Perangkat Multimedia adalah perangkat keras, perangkat lunak yang terintegrasi sehingga memungkinkan suatu Sistem Elektronik menjalankan fungsi Telekomunikasi, Penyiaran, dan Teknologi Informasi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;16. Penyaringan adalah tindakan untuk menemukan dan menutup akses (blocking) dimuat, ditransmisikan, diumumkan, dan disimpannya suatu Konten yang dilarang di dalam sistem penyelenggaraan jasa Multimedia yang diselenggarakan oleh Penyelenggara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;17. Laporan adalah pemberitahuan yang disampaikan oleh seseorang karena hak atau kewajiban berdasarkan peraturan perundang-undangan tentang adanya Konten yang dilarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;18. Pengaduan adalah pemberitahuan disertai permintaan oleh pihak yang berkepentingan tentang adanya Konten yang dilarang yang menyangkut pihak tersebut secara pribadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;19. Menteri adalah Menteri yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam bidang komunikasi dan informatika.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;20. Direktur Jenderal adalah Direktur Jenderal yang memiliki tugas dan tanggung jawab dalam bidang Konten Multimedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left:9.0pt;text-indent:-9.0pt"&gt;21. Tim Konten Multimedia adalah Tim yang dibentuk oleh Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 2&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Maksud dari pembentukan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika ini adalah untuk melindungi kepentingan umum dari segala jenis gangguan sebagai akibat penyalahgunaan Informasi Elektronik, Dokumen Elektronik dan Transaksi Elektronik yang mengganggu ketertiban umum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Tujuan dari pembentukan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika ini adalah untuk memberikan pedoman kepada Penyelenggara untuk bertindak secara patut, teliti, dan hati-hati dalam menyelenggarakan kegiatan usahanya yang terkait dengan Konten Multimedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;BAB II&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;KONTEN YANG DILARANG&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 3&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang menurut peraturan perundang-undangan merupakan:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konten pornografi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konten lain yang menurut hukum tergolong sebagai Konten yang melanggar kesusilaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 4&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang menawarkan perjudian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 5&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung muatan mengenai tindakan yang merendahkan keadaan dan kemampuan fisik, intelektual, pelayanan, kecakapan, dan aspek fisik maupun non fisik lain dari suatu pihak.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 6&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;muatan berupa berita bohong dan menyesatkan yang mengakibatkan kerugian konsumen dalam Transaksi Elektronik, yaitu Konten mengenai suatu peristiwa atau hal yang tidak benar atau tidak berdasarkan fakta yang dinyatakan sedemikian rupa sehingga menurut penalaran yang wajar Konten tersebut adalah benar atau autentik, yang secara materil dapat mendorong konsumen untuk melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan yang dapat mengakibatkan kerugian pada konsumen;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;muatan yang bertujuan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antar golongan (SARA) meliputi Konten mengenai penghinaan dan/atau menyatakan informasi yang tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta mengenai suatu suku, agama, ras, atau golongan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;muatan mengenai pemerasan dan/atau pengancaman meliputi Konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan kegiatan pemerasan dan/atau pengancaman; dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;muatan berupa ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi meliputi Konten yang ditransmisikan dan/atau diumumkan melalui Perangkat Multimedia yang bertujuan untuk melakukan ancaman kekerasan atau menakut-nakuti yang ditujukan secara pribadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 7&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara dilarang mendistribusikan, mentransmisikan, dan/atau membuat dapat diaksesnya Konten yang mengandung:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;muatan privasi, antara lain Konten mengenai isi akta otentik yang bersifat pribadi dan kemauan terakhir ataupun wasiat seseorang, riwayat dan kondisi anggota keluarga, riwayat, kondisi dan perawatan, pengobatan kesehatan fisik, dan psikis seseorang, kondisi keuangan, aset, pendapatan, dan rekening bank seseorang, hasil-hasil evaluasi sehubungan dengan kapabilitas, intelektualitas, dan rekomendasi kemampuan seseorang, dan/atau catatan yang menyangkut pribadi seseorang yang berkaitan dengan kegiatan satuan pendidikan formal dan satuan pendidikan nonformal; dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;muatan hak kekayaan intelektual tanpa izin dari pemegang hak kekayaan intelektual yang bersangkutan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;BAB III&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;PERAN PENYELENGGARA&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 8&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara wajib memantau seluruh Konten dalam layanannya yang dimuat, ditransmisikan, diumumkan, dan/atau disimpan oleh Pengguna yang dilakukan dengan cara:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;membuat aturan penggunaan layanan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;melakukan pemeriksaan mengenai kepatuhan Pengguna terhadap aturan penggunaan layanan Penyelenggara;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;melakukan Penyaringan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menyediakan layanan Pelaporan dan/atau Pengaduan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menganalisa Konten Multimedia yang dilaporkan dan/atau diadukan oleh Pengguna; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menindaklanjuti hasil analisis atas Laporan dan/atau Pengaduan dari suatu Konten Multimedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 9&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Aturan penggunaan layanan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf a sekurang-kurangnya memuat ketentuan mengenai:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;larangan bagi Pengguna untuk memuat Konten yang menurut Peraturan Menteri ini merupakan Konten yang dilarang; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;keharusan bagi Pengguna untuk memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai identitas dan kontaknya saat mendaftar; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;keharusan bagi Pengguna untuk tunduk pada hukum negara Republik Indonesia; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;keharusan bagi Pengguna untuk menyetujui bahwa jika Pengguna melanggar kewajibannya, maka Penyelenggara dapat menutup akses (blocking) Akses dan/atau menghapus Konten Multimedia yang dimaksud; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;keharusan bagi Pengguna untuk menyetujui ketentuan privasi yang paling sedikit mengenai: &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kesediaan Pengguna untuk mengizinkan Penyelenggara menyimpan data pribadi dan data penggunaan layanan; dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;kesediaan Pengguna untuk mengizinkan Penyelenggara mengungkapkan data pribadi dan data penggunaan layanan kepada aparat penegak hukum dan/atau Menteri apabila ada dugaan mengenai perbuatan melawan hukum terkait pemuatan suatu Konten.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Penyelenggara dilarang membuat aturan penggunaan layanan yang menyatakan bahwa Penyelenggara tidak bertanggungjawab atas penyelenggaraan jasanya yang digunakan untuk memuat, mendistribusikan, mentransmisikan, membuat dapat diaksesnya, dan/atau menyimpan Konten Multimedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Penyelenggara wajib melakukan pemeriksaan secara rutin mengenai kepatuhan Pengguna terhadap aturan penggunaan layanan Penyelenggara.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 10&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Penyaringan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf c dilakukan dengan mengoperasikan Sistem Elektronik yang memiliki fungsi sebagai sarana Penyaringan menurut upaya terbaik Penyelenggara sesuai dengan kapasitas Teknologi Informasi, kapasitas finansial, dan otoritas yang dimilikinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Penyelenggara wajib memastikan bahwa Sistem Elektronik sebagaimana dimaksud pada ayat (1) andal dan aman serta bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 11&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Penyediaan layanan pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 huruf d dilakukan dengan menggunakan sarana yang mudah diaplikasikan oleh Pengguna dalam memberikan atau menerima Laporan dan/atau Pengaduan mengenai keberadaan Konten yang dilarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Sarana pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;surat elektronik; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sarana telekomunikasi; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;surat melalui pos; dan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sarana komunikasi lainnya yang umum.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Penyelenggara wajib memastikan bahwa sarana pelaporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) andal dan aman serta bertanggung jawab sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 12&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Penyelenggara wajib menindaklanjuti Laporan dan/atau Pengaduan dengan cara melakukan analisis Konten paling lambat 3 (tiga) hari setelah Laporan dan/atau Pengaduan diterima.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Pada saat proses analisa Laporan dan/atau Pengaduan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 ayat (1), Penyelenggara wajib menandai Konten tersebut, sehingga Pengguna mengetahui bahwa Konten tersebut diduga merupakan Konten yang dilarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Hasil analisis sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diklasifikasikan dalam 3 (tiga) predikat sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konten yang dilarang; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konten yang tidak dilarang; atau &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konten yang belum jelas dan akan diteruskan ke Tim Konten Multimedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 13&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penindaklanjutan hasil analisis atas Laporan dan/atau Pengaduan dari suatu Konten sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 dilakukan dalam jangka waktu paling lama 3×24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak Laporan dan/atau Pengaduan tersebut diterima.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 14&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Penyelenggara wajib meminta Pengguna untuk menghapus dari Sistem Elektronik Penyelenggara Konten yang telah diputuskan oleh Penyelenggara atau Tim Konten Multimedia sebagai Konten yang dilarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Apabila permintaan Penyelenggara untuk menghapus Konten tidak dilaksanakan oleh Pengguna dalam jangka waktu paling lama 3×24 (tiga kali dua puluh empat) jam sejak permintaan diajukan, maka Penyelenggara wajib menutup akses (blocking) Konten tersebut dari layanannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Penyelenggara dapat menghapus Konten sebagaimana dimaksud pada ayat (1) apabila ada putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 15&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara wajib menyimpan dan mengamankan data komunikasi dan aktifitas elektronik pelanggan atau Pengguna paling singkat 3 (tiga) bulan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 16&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara wajib memuat salinan elektronik dari Peraturan Menteri ini sebagai kesatuan yang tidak terpisahkan dari layanannya dan memastikan setiap Pengguna mengakses, membaca, mengetahui dan/atau dapat mengaksesnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 17&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Penyelenggara wajib memberikan informasi dan bukti kepada aparat penegak hukum dalam rangka penyelidikan atau penyidikan terkait keberadaan Konten dalam Sistem Elektroniknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 18&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Penyelenggara wajib menyampaikan Laporan pemantauan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 8 kepada Direktur Jenderal setiap tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Setelah menerima Laporan dari Penyelenggara, Direktur Jenderal melakukan verifikasi atas kebenarannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Setelah verifikasi selesai dilakukan, Direktur Jenderal mengeluarkan surat yang menginformasikan tingkat kepatuhan Penyelenggara dan surat tersebut disampaikan kepada Penyelenggara yang bersangkutan dan diumumkan kepada masyarakat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 19&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Penyelenggara harus menyelenggarakan jasa Multimedia secara andal dan aman serta bertanggungjawab terhadap beroperasinya jasa Multimedia sebagaimana mestinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Penyelenggara bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan jasa Multimedia yang dilakukan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak berlaku dalam hal dapat dibuktikan terjadinya keadaan memaksa, kesalahan, dan/atau kelalaian pihak Pengguna .&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;BAB IV&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;PERAN PEMERINTAH DAN MASYARAKAT&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 20&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Direktur Jenderal berwenang melakukan pemantauan dan penilaian untuk mendorong Penyelenggara mematuhi Peraturan Menteri ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Direktur Jenderal dapat menjadikan penilaiannya atas kepatuhan Penyelenggara dalam melaksanakan Peraturan Menteri ini sebagai salah satu indikator prestasi Penyelenggara dalam melaksanakan ijin penyelenggaraan jasa Multimedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 21&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Masyarakat, dan/atau Penyelenggara dapat mengajukan Laporan dan/atau Pengaduan kepada Tim Konten Multimedia mengenai keberadaan suatu Konten yang diduga merupakan Konten yang dilarang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Laporan dan/atau Pengaduan harus disampaikan dengan menyertakan identitas yang benar yang dapat dibuktikan oleh pelapor dan/atau pengadu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Laporan dan/atau Pengaduan dapat disampaikan melalui:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;surat elektronik;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sarana telekomunikasi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;surat melalui pos; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;sarana komunikasi yang umum digunakan lainnya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(4) Penyelenggara hanya dapat mengajukan Laporan dan/atau Pengaduan apabila Penyelenggara dapat menunjukkan bukti dan alasan yang kuat bahwa Penyelenggara telah melakukan analisis pendahuluan terhadap Konten yang dimaksud dan berdasarkan hasil analisis tersebut Penyelenggara tidak memperoleh keyakinan yang kuat mengenai dilarang atau tidaknya Konten tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 22&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Tim Konten Multimedia ditetapkan dengan Keputusan Menteri dengan jumlah anggota paling banyak 30 (tiga puluh) orang dan masa kerja 1 (satu) tahun.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Tim Konten Multimedia dipimpin oleh seorang Ketua yang dijabat oleh Direktur Jenderal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Pengajuan anggota Tim Konten Multimedia dilakukan oleh Direktur Jenderal dengan mempertimbangkan faktor kompetensi, integritas, dan independensi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(4) Komposisi Tim Konten Multimedia terdiri atas 50% (lima puluh persen) dari unsur Pemerintah dan 50% (lima puluh persen) dari unsur masyarakat yang berkualifikasi sebagai ahli atau profesional.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(5) Tim Konten Multimedia dibantu oleh sekretariat yang susunannya akan ditetapkan lebih lanjut dalam Keputusan Direktur Jenderal.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(6) Menteri menetapkan Tim Konten Multimedia paling lambat 1 (satu) tahun sejak dikeluarkannya Peraturan Menteri ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 23&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Pelaksanaan pemeriksaan terhadap satu atau serangkaian Konten yang berdasarkan Laporan dan/atau Pengaduan dari masyarakat, penegak hukum, dan/atau Penyelenggara diduga merupakan Konten yang dilarang, dilakukan oleh 5 (lima) orang anggota Tim Konten Multimedia, yang untuk selanjutnya disebut Kelompok Kerja, yang keanggotaannya terdiri dari:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;2 (dua) orang dari lingkungan Departemen Komunikasi dan Informatika; dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;3 (tiga) orang dari selain lingkungan Departemen Komunikasi dan Informatika yang keilmuannya terkait dengan Konten yang akan diperiksa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Susunan anggota dan ketua Kelompok Kerja ditetapkan oleh Ketua Tim Konten Multimedia.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 24&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pemeriksaan terhadap Laporan dan/atau Pengaduan mengenai Konten yang diduga merupakan Konten yang dilarang dilakukan dengan tahapan sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;analisis pendahuluan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;pemeriksaan substantif;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;pengajuan hasil penilaian.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 25&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Analisis pendahuluan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;pendistribusian Konten yang akan diperiksa kepada seluruh anggota Kelompok Kerja;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;masing-masing anggota Kelompok Kerja memberikan pendapatnya secara tertulis berdasarkan hasil analisis dari segi kepakaran, pengalaman, dan kebijaksanaannya;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;berbagai pendapat tersebut dimusyawarahkan oleh seluruh anggota Kelompok Kerja;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;perumusan hasil analisis pendahuluan; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;penyusunan rencana pemeriksaan substantif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Pemeriksaan substantif sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kelompok Kerja meminta konfirmasi kepada pihak yang membuat Konten yang dimaksud melalui surat elektronik, sarana telekomunikasi, surat melalui pos, dan sarana komunikasi yang umum digunakan lainnya berdasarkan rumusan hasil analisis pendahuluan;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pihak yang dimintai konfirmasi wajib memberikan jawaban paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal penerimaan permintaan konfirmasi;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kelompok Kerja melakukan analisis terhadap jawaban yang diberikan oleh pihak yang dimintai konfirmasi; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Kelompok Kerja merumuskan hasil analisis pemeriksaan substantif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Pengajuan hasil penilaian pemeriksaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 25 dilakukan dengan prosedur sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;pelaporan Kelompok Kerja kepada Tim Konten Multimedia mengenai pelaksanaan pemeriksaan dengan menyampaikan usulan hasil pemeriksaan dan alasannya; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;penyampaian hasil pemeriksaan dari Tim Konten Multimedia kepada Menteri.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 26&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hasil pemeriksaan Kelompok Kerja diklasifikasikan menjadi 2 (dua) predikat sebagai berikut.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konten yang dilarang; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Konten yang tidak dilarang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 27&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ketua Tim Konten Multimedia setelah menerima usulan hasil pemeriksaan dari Kelompok Kerja melakukan hal-hal sebagai berikut:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;melakukan pembahasan atas usulan, apabila dianggap perlu;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menetapkan hasil pemeriksaan; dan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;memberitahukan hasil pemeriksaan kepada pelapor dan/atau pengadu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 28&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apabila Ketua Tim Konten Multimedia telah menyatakan bahwa Konten yang ada pada Sistem Elektronik Penyelenggara adalah Konten yang dilarang, maka Penyelenggara wajib:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;meminta Pengguna untuk menghentikan kegiatan pembuatan, pemuatan, pentransmisian, pengumuman, dan/atau penyimpanan Konten yang dimaksud;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;meminta Pengguna untuk menghapus Konten yang dimaksud;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;menghambat Akses pada Konten yang dimaksud; dan/atau&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;melakukan tindakan lain yang patut, teliti, dan hati-hati untuk memastikan Konten yang dimaksud tidak lagi ada dan/atau tidak lagi dapat diakses pada Sistem Elektroniknya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 29&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Penyelenggara wajib menutup akses (blocking) Konten yang telah dinyatakan oleh Tim Konten Multimedia sebagai Konten yang dilarang dari Sistem Elektroniknya dalam waktu paling lambat 3 (tiga) hari setelah tanggal penerimaan pemberitahuan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Penyelenggara yang melakukan kesengajaan atau kelalaian dalam memenuhi ketentuan penutupan akses (blocking) sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikenakan sanksi administratif.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style="text-decoration:none"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;BAB V&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;SANKSI ADMINISTRATIF&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 30&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(1) Menteri dapat mengenakan sanksi administratif kepada Penyelenggara yang melanggar Pasal 8; Pasal 9 ayat (3); Pasal 10 ayat (2); Pasal 11 ayat (3); Pasal 12 ayat (2); Pasal 13; Pasal 15; Pasal 16; Pasal 17; Pasal 18 ayat (1); ayat (2); Pasal 19 ayat (1); Pasal 29, atau Pasal 30.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(2) Sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berupa teguran tertulis, denda administratif, pembatasan kegiatan usaha, dan/atau pencabutan izin sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;(3) Pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud pada ayat (2) tidak menghapuskan pertanggungjawaban pidana.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;&lt;u&gt;BAB VI&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;KETENTUAN PENUTUP&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;b style="mso-bidi-font-weight:normal"&gt;Pasal 32&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Peraturan Menteri ini mulai berlaku setelah 1 (satu) tahun sejak tanggal penetapan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ditetapkan di Jakarta&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pada tanggal ??-??-????&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;MENTERI KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;REPUBLIK INDONESIA,&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;TIFATUL SEMBIRING&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-981636494818502561?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/981636494818502561/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/peraturan-menteri-komunikasi-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/981636494818502561'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/981636494818502561'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/peraturan-menteri-komunikasi-dan.html' title=''/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-501149540608234153</id><published>2010-03-02T00:29:00.003+07:00</published><updated>2010-03-04T15:21:57.113+07:00</updated><title type='text'>Berbisnis dan Berpolitik (sebuah perjuangan hidup)</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;Berbisnis dan bepolitik. Dua hal tersebut yang seharusnya menjadi landasan berfikir kita untuk sebuah perjuangan hidup. Dua-duanya adalah saling berkaitan. Tanpa bisnis maka akan sulit untuk kita dalam berpolitik. Dan begitu juga sebaliknya. Tanpa berpolitik maka nilai perjuangan hidup kita akan hampa.&lt;br /&gt;Dari manakah dua landasan tersebut di dapat? Jawabannya sederhana&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah insan yang sempurna. Beliau adalah kekasih Allah SWT yang setiap muslim harus menjadikan beliau sebagai panutan hidup.&lt;br /&gt;Rasulullah SAW adalah seorang pebisnis dan juga politikus yang handal. Beliau memulai bisnis nya sejak masih berumur belasan tahun. Beliau sangat mahir dalam mempertahankan kepercayaan pelanggan dan juga rekan bisnisnya.&lt;br /&gt;Selain sebagai pebisnis, Rasulullah SAW juga sangat di kenal sebagai politikus yang tidak ada duanya. Beliau berhasil merubah ideology masyarakat mekkah, dari ideology bar-bar menjadi Islam. Dan pada akhirnya, islam bisa tersebar ke seluruh penjuru dunia.&lt;br /&gt;Itulah landasannya mengapa berbisnis dan berpolitik menjadi sebuah frame berfikir. Dan landasan tersebut sebagai perjuangan hidup untuk membangun peradaban islam seperti yang pernah terjadi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERBISNIS&lt;br /&gt;Mengapa berbisnis dulu baru berpolitik?&lt;br /&gt;Dengan berbisnis maka akan terjadi interaksi politik didalamnya. Dengan berbisnis maka kita akan melakukan aksi-aksi politik seperti mencari dan mempertahankan pelanggan dan juga klien, melobi rekan bisnis, memimpin rapat, bergaul luas, dan interaksi-interaksi lainnya.&lt;br /&gt;Disadari atau tidak, hal-hal tersebut sangatlah kental dengan unsur politik. Karena salah satu tujuan dari politik adalah bagaimana meyakinkan orang untuk mempercayai kita. Dan ini lah yang sangat membantu untuk membentuk karakter dalam berpolitik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;Dan yang lebih penting adalah, dengan berbisnis maka kita bisa mendapatkan uang untuk modal kita nantinya dalam dunia politik. Sehingga tujuan berpolitik adalah murni untuk menyebarkan ideology kepada masyarakat tanpa harus melakukan prakter-praktek yang di haramkan oleh islam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Oleh karena itu, sebelum melakukan kegiatan politik secara active ada baiknya untuk menguatkan dahulu akar bisnis dan menjalankannya sesuai dengan hukum islam.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;PENGARUH BERBISNIS SECARA INDIVIDU&lt;br /&gt;Secara langsung atau tidak, dengan berbisnis maka akan menaikkan harkat dan martabat seorang muslim. Salah satu tujuan dalam berbisnis adalah mencari keuntungan. Dan keuntungan itulah yang di pergunakan untuk memperkuat cita-cita perjuangan untuk membangun peradaban Islam.&lt;br /&gt;Karena tidak dapat di pungkiri bahwa setiap perjuangan selalu membutuhkan biaya. Bagaimana seseorang mau pergi berjuang apabila keluarganya masih kelaparan, bagaimana mau mengajak orang untuk berzakat, infaq, dan shadaqah apabila orang tersebut justru tidak melakukannya karena tidak mempunyai pendapatan. Sangatlah mudah untuk di counter apabila ada orang yang mengajak untuk mengeluarkan zakat sedangkan dia justru menerima zakat.&lt;br /&gt;Alangkah sempurnanya apabila kita berbicara masalah haji dan kita sudah pernah kesana. Alangkah indahnya apabila kita memberikan makan anak-anak yatim dengan kelebihan rizqi yang kita punya dan alangkah berwibanya kita apabila mempunyai pakaian yang baik serta kendaraan yang nyaman tetapi kita masih tampil sederhana di tempat umum.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, sangatlah wajar apabila mengatakan bahwa perjuangan itu membutuhkan biaya. Dan hanya dengan berbisnis lah maka cita-cita itu akan cepat untuk diwujudkan.&lt;br /&gt;Penulis menyampaikan hal ini karena bukan hanya Nabi SAW yang melakukan bisnis. Para sahabat pun melakukan hal yang sama. Lihatlah biografi Aburrahman bin Auf, Abu Bakar, Utsman dan sahabat-sahabat yang di jamin Allah masuk surga lainnya. Adakah diantara mereka yang tidak berbisnis? Memang ada, akan tetapi jumlahnya sedikit.&lt;br /&gt;Bahkan Nabi SAW bersabda “'Perhatikan olehmu sekalian, sesungguhnya sembilan dari sepuluh pintu rezeki di dunia ini terdapat didalam perdagangan (bisnis)'' (HR Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BERPOLITIK&lt;br /&gt;Artian politik dalam hal ini mencakup aspek yang seluas-luasnya. Karena Islam adalah agama yang sempurna. Islam mengajarkan dan mengatur tidak hanya masalah ketaqwaan kepada Allah SWT akan tetapi mengajarkan pula masalah hukum Negara dan pemerintahan. Seperti ekonomi, politik, social, budaya, hukum dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Dengan di dukung oleh akar bisnis yang kuat maka kita akan lebih leluasa untuk bergerak melakukan aktivitas politik. Kita bisa langsung turun ke jalan untuk mendakwahkan bahwa Islam adalah sebuah agama dan juga system yang sempurna. Islam tidak hanya sebuah agama yang mengajarkan untuk mendekatkan diri kepada sang pencipta, akan tetapi Islam juga mempunyai system politik yang mengatur segala aspek kehidupan bernegara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PERJUANGAN&lt;br /&gt;Dengan landasan frame berfikir tadi (berbisnis dan berpolitik) maka hal tersebut akan membentuk suatu arah dari perjuangan hidup. Bahwa perjuangan hidup seorang muslim adalah untuk berkontribusi membangun sebuah peradaban Islam. Peradaban yang pernah terjadi sewaktu khilafah masih ada di bumi Allah ini. Dimana peradaban Islam adalah sumber dari ilmu pengetahuan, teknologi, budaya dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Semuanya di mulai dari berbisnis. Karena hal itulah yang dilakukan Rasulullah SAW dan kebanyakan para sahabat-sahabat lainnya. Lihatlah bagaimana Islam masuk ke Indonesia. Islam masuk ke Indonesia melalui pedagang-pedagang dari Gujarat. Mereka selain melakukan bisnis disini, sekaligus melakukan aktivitas politik dengan mengajarkan penduduk untuk masuk Islam.&lt;br /&gt;Akan terasa pincang apabila seorang pejuang meninggalkan bisnis ataupun politik. Karena itu adalah satu kesatuan. Bisnis menunjang kita untuk melakukan aktivitas politik.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, penulis ingin mengajak agar merubah pola pikir selama ini. berfikirlah bahwa tujuan hidup kita adalah untuk berjuang di jalan Allah SWT (karena sudah menjadi kodrat manusia lahir sebagai pejuang). Dan bentuk perjuangan itu adalah mengembalikan kejayaan Islam di bumi Allah ini. Dengan membangun sebuah peradaban dunia yang tersentralkan hanya kepada Al Quran dan Hadits. Hal ini pernah terjadi kira-kira 14 abad yang lalu dan secara resmi peradaban tersebut hancur pada awal tahun 1900.&lt;br /&gt;Oleh karena itu, marilah kita berkontribusi untuk berjuang di jalan Allah SWT untuk kembali membangun peradaban Islam ini&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-501149540608234153?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/501149540608234153/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/berbisnis-dan-berpolitik-perjuangan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/501149540608234153'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/501149540608234153'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/berbisnis-dan-berpolitik-perjuangan.html' title='Berbisnis dan Berpolitik (sebuah perjuangan hidup)'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-8492870447443324392</id><published>2010-03-02T00:27:00.002+07:00</published><updated>2010-03-05T22:47:08.069+07:00</updated><title type='text'>Fakta fakta tentang Israel</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S5EnXGDDpdI/AAAAAAAAACc/hbMtlHI86Cc/s1600-h/israel.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 130px; height: 91px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S5EnXGDDpdI/AAAAAAAAACc/hbMtlHI86Cc/s400/israel.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5445176702181549522" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Tahukah anda bahwa selain ras yahudi, dilarang membeli atau menyewa tanah di Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tahukah anda bahwa setiap ras yahudi yang ada di setiap Negara di seluruh dunia menjadi warga Negara Israel secara otomatis? Sementara warga Palestina yang terlahir di tanah negerinya sendiri sejak puluhan abad yang lalu terus diusir ke luar Palestina?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Tahukah anda bahwa penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel harus menggunakan kendaraan dengan cat dan warna khusus untuk membedakan antara ras yahudi dan non yahudi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tahukah anda bahwa Yerusalem bagian timur, Tepi Barat, Gaza dan dataran tinggi Golan dianggap oleh masyarakat internasional khususnya barat dan Amerika sebagai kawasan yang dijajah Israel dan bukan merupakan bagian dari Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Tahukah anda bahwa Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk ras yahudi dan membagikan 15% sisanya untuk seluruh penduduk Palestina yang menetap di kawasan Israel? Secara realitas, Israel mengalokasikan 85% air bersih hanya untuk 400 penduduk yahudi di Hebron, sementara 15% sisanya alokasikan kepada 120 ribu penduduk Palestina di daerah itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Tahukah anda bahwa Amerika mengalolasikan 5 milyar US$ dari penghasilan pajaknya setiap tahunnya untuk menyumbang Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Tahukah anda bahwa Amerika terus memberikan bantuan militer kepada Israel sebesar 1,8 milyard US$ setiap tahunnnya? Dan tahukah anda bahwa jumlah sebesar itu sama dengan sumbangan Amerika kepada seluruh Negara di benua benua Afrika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Tahukah anda bahwa Israel juga menunggu bantuan perang tambahan sebesar 4 milyard US$ dari Amerika yang terdiri dari pesawat tempur F 16, Apache dan Blackhawk? Dan karena Amerika merupakan Negara koalisi utama bagi Israel, maka ia wajib memberikan semua fasilitas yang diminta Israel untuk menjamin eksistensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Tahukah anda bahwa pemerintah Amerika telah menekan Konggres tentang pelanggaran Israel dalam penggunaan senjata yang mereka sumbangkan? Khususnya pada tahun 1978, 1979 dan tahun 1982 pada perang di Lebanon dan penggunaan senjata nuklir pada tahun 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10. Tahukah anda bahwa Israel adalah satu-satunya Negara di Timur Tengah yang menolak menandatangani larangan pengembangan senjata nuklir? Dan menolak Tim Investigasi PBB untuk memeriksa tempat persembunyian nuklirnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11. Tahukah anda bahwa sebelum berdirinya Israel pada tahun 1948, sudah memiliki pabrik pengembangan senjata nuklir?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;12. Tahukah anda bahwa Perwira Tinggi Israel di Departemen Perang mengakui secara terang-terangan bahwa militer Israel membunuh semua tahanan perang Palestina tanpa proses pengadilan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;13. Tahukah anda bahwa Israel meledakan tempat kediaman Diplomat Amerika dan menyerang kapal perang Amerika Liberty di perairan internasional pada tahun 1967? Walaupun serangan itu menewaskan 33 tentara Amerika dan melukai 177 lainnya, tetapi Amerika sama sekali tidak melakukan tindakan apapun terhadap Israel? Hanya dengan alasan bahwa tentara Israel salah sasaran? Bayangkan kalau serangan itu dilakukan oleh Negara Islam?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;14. Tahukah anda bahwa Israel merupakan Negara yang paling banyak mengabaikan resolusi DK PBB? Jumlah resolusi yang diabaikan oleh Israel mencapai 69 buah. Bayangkan seandainya satu Negara Islam mengabaikan 1 resolusi PBB, apa yang akan dilakukan oleh Amerika?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;15. Tahukah anda bahwa pemerintah Israel menggunakan system politik konservasi terhadap identitas ras yahudi agar tetap menjadi warga Negara itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;16. Tahukah anda bahwa Mahkamah Agung Israel telah menetapkan Perdana Menteri Ariel Sharon sebagai tersangka dalam kasus pembantaian Shabra dan Syatilla pada 16 September 1982 di Lebanon yang menewaskan lebih dari 1000 orang Palestina terdiri dari anak- anak, wanita dan orang tua?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;17. Tahukah anda bahwa pada tanggal 20 Mei 1990, seorang tentara Israel menyuruh para buruh Palestina yang sedang menunggu bus di sebuah halte untuk duduk berbaris di atas tanah, setelah itu ia menembaki mereka dari jarah setengah meter? Tahu pulakah anda bahwa pemerintah Israel menyatakan tentara itu tidak bersalah dan bahkan mendapat penghargaan khusus dari pemerintah Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;18. Tahukah anda bahwa sampai tahun 1988, semua pabrik dan kantor di Israel hanya boleh menempelkan keterangan lowongan kerja dengan perkataan: “lowongan kerja hanya untuk ras yahudi”, “dicari seorang karyawan dengan syarat ras yahudi”?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;19. Tahukah anda bahwa Departmen Luar Negeri Israel membayar 6 peruhaan media Amerika untuk memunculkan image positif Israel kepada masyarakat Amerika dan Eropa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;20. Tahukah anda bahwa Sharon mengajak Partai radikal Molodeit untuk menjadi koalisi utama dalam kabinetnya? Padahal partai itu beridiologi radikal dengan persepsi pokok membesihkan Israel dari non ras yahudi dan pengusiran secara paksa seluruh warga Palestina dari Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;21. Tahukah anda bahwa Perdana Menteri Israel pertama David ben Gorion sepakat dengan langkah pengusiran secara paksa seluruh ras arab dari Israel?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;22. Tahukah anda bahwa Rahib besar di Israel Ofadya Yosef yang juga pendiri Partai Syas (partai terbesar ketiga di Israel) mendukung aksi militer Israel untuk menghabisi warga Palestina? bahkan ia mengeluarkan fatwa radikal pada hari raya paskah yang lalu dalam wawancaranya di sebuah jaringan radio terbesar di Israel: “Tuhan akan membalas semua kejahatan warga arab, Tuhan akan menghancurkan keturunannya,menghabisinya dan menghancurkan tanahnya dan Tuhan akan membalas mereka dengan siksaan yang pedih. Karenanya dilarang semua ras yahudi untuk memberikan rasa kasih saying kepada warga arab, dan wajib bagi setiap yahudi untuk menembakan rudal dan senjatanya ke arah dada dan kepala setiap warga arab untuk menghabisinya, karena mereka itu makhluq yang jahat dan terkutuk”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;23. Tahukah anda bahwa pengungsi Palestina terbesar di dunia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;24. Tahukah anda bahwa penduduk Kristen Palestina bersatu dengan penduduk Palestina muslim untuk melawan penjajah yahudi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;25. Tahukah anda, walaupun Mahkamah Agung Israel sudah mengeluarkan keputusan pelarangan penyiksaan dalam proses pemeriksaan, tetapi Shinbet (Badan Intelejen Israel) tetap terus menyiksa setiap pejuang Palestina dalam proses pemeriksaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;26. Tahukah anda bahwa walaupun Israel terus mengganggu proses belajar mengajar dan merusak seluruh sarana dan prasara pendidikan penduduk Palestina, tetapi penduduk Palestina tetap menjadi Negara&lt;br /&gt;terbesar di dunia yang penduduknya bergelar doctor (S3)? Hal ini apabila dilihat dari jumlah prosentase penduduknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;27. Tahukah anda bahwa setiap manusia mempunyai hak yang sama yang dijamin oleh undang-undang HAM internasional yang diterbitkan pada tanggal 10 Desember 1948? Tetapi tahukah anda bahwa undang-undang itu sama sekali tidak berlaku bagi penduduk Palestina? karena dihalangi dengan ditanda tanganinya kesepatakan OSLO?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;28. Tahukah anda bahwa mayoritas buku sejarah di dunia mengatakan Negara-negara arab yang menyerang Israel terlebih dahulu pada perang tahun 1967? Padahal faktanya, justru Israel yang menyerang Negara- negara arab terlebih dahulu kemudian mereka merebut kota Al Quds dan Tepi Barat? Tetapi mereka mengatakan bahwa serangannya itu adalah serangan untuk menjaga diri dan antisipasi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;29. Tahukah anda bahwa Israel sebagai Negara penjajah sama sekali tidak terikat dengan konsvensi Jenewa untuk menjaga hak-hak dan keselamatan warga sipil Palestina?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;30. Tahukah anda bahwa perintah Perdana Menteri Israel Ariel Sharon sudah tidak dituruti lagi oleh militer Israel? Salah satu contohnya adalah ketika ia melarang militer Israel untuk melakukan genjatan senjata dan dilarang menembak, tetapi militer Israel terus menyerang, menembaki rakyat sipil Palestina dan menghancurkan tempat tinggal mereka. Insiden paling memilukan andalah pembantaian tiga wanita Palestina, padahal mereka sedang berada dalam tenda pengungsiannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;31. Tahukah anda bahwa Israel terus melakukan berbagai usaha untuk menghancurkan Masjid Al Aqsha dan Qubah Shakhrah sejak 50 tahun yang lalu dengan menggali bawah tanah masjid tersebut agar runtuh dengan sendirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;32. Tahukah anda bahwa Presiden Afrika Selatan Nelson Mandela mengatakan bahwa Israel adalah Negara rasisme dan apartheid seperti kondisi Afrika Selatan sebelum ia pimpin?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;33. Tahukah anda bahwa sejak berdirinya, negara Israel telah melanggar resolusi PBB kurang lebih 84 resolusi, bandingkan dg negara Palestina tak satupun resolusi PBB yg dilanggar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;34. Tahukah anda bahwa negara US telah mem-veto resolusi PBB yg akan menghukum Israel sebanyak 35 kali .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : &lt;a href="http://warisancoetomocoid.wordpress.com/2009/01/07/israel-israel-dan-israel/"&gt;http://warisancoetomocoid.wordpress.com/2009/01/07/israel-israel-dan-israel/&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-8492870447443324392?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/8492870447443324392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/fakta-fakta-tentang-israel.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8492870447443324392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8492870447443324392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/fakta-fakta-tentang-israel.html' title='Fakta fakta tentang Israel'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S5EnXGDDpdI/AAAAAAAAACc/hbMtlHI86Cc/s72-c/israel.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-256220093186195910</id><published>2010-03-02T00:25:00.001+07:00</published><updated>2010-03-05T14:49:40.386+07:00</updated><title type='text'>Ramalah Haram</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Hari ini cuma ngelakuin aktivitas seperti biasa. Mungkin ada sedikit yang beda yaitu tadi pagi ujan lebat banget (jadi males banget mau bangun tidur) n pas pulang kerja, gw stuck di tol ancol hampir 4 jam. gara-gara ada trailer kebalik di kilometer 1 tol dalam kota.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pas malemnya gw ngobrol-ngobrol ma someone. n dia talking mengenai ramalan..&lt;br /&gt;Gw bilang kalo ramalan itu hukum nya haram di Islam. Tapi dia bilang gak apa-apa, karena dia ngedatengin tukang ramal itu cuma iseng-iseng doang (padahal dia  seorang muslim)..&lt;br /&gt;emang susah kalo udah gini. coz setiap orang punya argumen masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia ini terdapat tiga kategori Islam. Yang pertama adalah Islam Abangan. Islam abangan ialah seseorang yang mengaku islam tetapi tidak menjalankan syariat islam. Mungkin kalo bahasa kita nya disebut islam KTP.&lt;br /&gt;Yang kedua adalah Islam Priyayi. Islam kategori ini adalah orang Islam yang menjalankan hukum islam akan tetapi masih juga menjalankan ataupun percaya dengan budaya-budaya nenek moyang terdahulu. sebagai contonya, dia menjalankan shalat tetapi dia masih percaya klenik-klenik, masih suka puasa putih, percaya ramalan dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Islam yang ketiga adalah Islam santri. Kategori yang ke tiga ini adalah orang-orang yang benar-benar menjalankan islam secara kaffah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, menurut gw di Indonesia ini, lebih banyak Islam abangan dan priyayinya dari pada kelompok santri. mungkin ini karena budaya Indonesia yang masih kental dengan unsur-unsur animisme dan dinamismenya.&lt;br /&gt;selain itu, budaya kafir yang tanpa ampun menyerang Indonesia yang menyebabkan orang-orang Islam di Indonesia jauh dari Islam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal di dalam Al Quran surat al baqarah ayat 208 yang isi nya: "wahai orang-orang yang beriman masuklah kamu kepada Islam secara menyeluruh. Dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaithan. Sesungguhnya syaithan itu musuh yang nyata bagi kamu". menegaskan bahwa kita sebagai seorang muslim wajib hukumnya untuk masuk Islam secara menyeluruh (kafah) dengan hanya berpegang kepada Al Quran dan Sunnah.&lt;br /&gt;Akan tetapi, walaupun sudah jelas-jelas Allah SWT memerintah kita untuk masuk ke dalam Islam secara menyeluruh, namun masih saja ada banyak orang-orang yang merasa bahwa menjadi orang Islam itu banyak toleransinya atau bahasa kerennya Islam yang sudah di modern kan. Padahal, dari pertama kali Islam di sebarkan oleh Nabi SAW sampai dengan kiamat  nanti, hukum Islam tidak akan surut di telan jaman. Dan juga Islam tidak lah mengenal “toleransi” kepada hal-hal yang sifatnya  melecehkan Islam itu sendiri. Karena harus dipahami benar bahwa Islam itu adalah agama damai, akan tetapi tegas dalam bersikap (yang halal itu halal dan yang haram itu haram).&lt;br /&gt;Salah satu “toleransi” yang melecehkan Islam adalah ramalan.&lt;br /&gt;Gak tau kenapa sekarang ini banyak bener iklan-iklan, baik di TV, majalan, selembaran dan lain-lain mengenai ramalan. Ada ramalan jodoh, ada yang bisa bantu untuk kaya, ada yang bisa menerawang masa depan dan ramalan lainnya. Apalagi dalam menghadapi akhir tahun ini, tukang ramal jelas makin laku karena mereka akan di minta nasehat mengenai prediksi tahun 2010.&lt;br /&gt;Gaya-gaya sang tukang ramal ini juga macem-macem. Ada yang mengaku dari petapa gunung A, ada yang dari gunung B. Ada yang ngaku dapet wangsit lah dan 1001 gaya lainnya supaya masyarakat tertarik. Akan tetapi yang paling berbahaya menurut saya adalah tukang ramal yang mengaku atau menggunakan atribut agama Islam dalam melakukan prakteknya. Ini lah yang berbahaya. Karena masyarakat percaya bahwa ini tidak lah menimbulkan dosa.&lt;br /&gt;Di dalam hukum marketing, semakin tinggi permintaan  maka produknya semakin banyak. Itu lah sebabnya semakin menjamurnya tukang ramal kerena banyaknya permintaan dari masyarakat. Gw gak tau apa alesan mereka mendatangi si ahli ramal ini. Mungkin karena gak mau pusing untuk menghadapi masa depan atau alesan-alesan lainnya. Tapi yang jelas adalah, telah terjadinya kekurangan iman di dalam qalbu mereka. Sehingga lebih mempercayai para peramal dari pada Allah SWT. &lt;br /&gt;Bukannya gw sok suci or sok alim. Tetapi apa yang gw ketahui bahwa  mendatangi atau pun mempercayai ramalan itu hukumnya HARAM!!!  Dan gak ada alasannya apapun untuk memberikan toleransi kepada orang-orang yang berhubungan dengan ramalan. Yang datang, yang nganterin, yang turut berhubungan maupun si juru  ramalan (dukun) semuanya ikut kufur.&lt;br /&gt;“Dari Abu Hurairah ra. dari Nabi SAW, beliau bersabda, ”Barang siapa yang mendatangi tukang ramal lalu membenarkan apa yang dikatakannya maka ia telah kufur apa yang diturunkan kepada Muhammad SAW.” (agama Islam). [HR Abu Daud, Bukhari, Ahmad dan Tirmidzy]&lt;br /&gt;Selain kufur, shalat mereka pun tidak akan di terima selama 40 hari&lt;br /&gt;“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, kemudian ia bertanya kepadanya tentang sesuatu hal dan membenarkan apa yang dia katakan, maka sholatnya tidak akan diterima selama 40 hari.” (HR Muslim 4/1751).&lt;br /&gt;Nah, jadi gak ada lah toleransi mengenai ramalah. Apakah itu ramalan bintang, ramalan tangan, ramalan kartu tarot ataupun ramalan-ramalan lainnya.&lt;br /&gt;Dan juga gak ada istilah minta ramalan karena main-main, iseng-iseng, seru-seruan sama teman atau apa pun alesannya. Tetap saja mendatangi apalagi mempercayai ramalan adalah mendapatkan dosa. Mungkin sama saja kaya daging babi. Mau makan daging babi sedikit, banyak atau makannya Cuma iseng-iseng atau seru-seruan tetap saja makan daging babi itu haram. Dan konsekuensi dari haram adalah mendapatkan dosa.&lt;br /&gt;Dan juga jangan lah ngasih toleransi kepada orang-orang yang mengaku bisa melihat masa depan dan mengetahui hal-hal yang sifatnya ghoib. Karena hanya Allah lah yang yang lebih mengetahui hal yang goib&lt;br /&gt;“Dia adalah Rabb yang mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang ghaib tersebut.” (Al Jin: 26).&lt;br /&gt;Dan Allah hanya memberikan pengetahuan mengenai ilmu ghoib hanya kepada orang-orang yang di ridhoi oleh Nya, yaitu para Rasul&lt;br /&gt;“Ilmu tentang yang ghaib tidak ditampakkan kepada seorang pun kecuali orang-orang yang Alloh ridhoi diantara para rosul.” (Al Jin: 27)&lt;br /&gt;Selain itu, mendatangi tukang ramal juga adalah syirik karena lebih percaya kepada hal lain dari pada Allah SWT&lt;br /&gt;“Ramalan mujur-sial adalah syirik. (Beliau mengulanginya tiga kali) dan tiap orang pasti terlintas dalam hatinya perasaan demikian, tetapi Allah menghilangkan perasaan itu dengan bertawakal”. (HR. Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia akan mengampuni dosa di bawah tingkatan syirik bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An Nisaa’ : 48, 116).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-256220093186195910?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/256220093186195910/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/ramalah-haram.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/256220093186195910'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/256220093186195910'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/ramalah-haram.html' title='Ramalah Haram'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6716074060497680425.post-8398740200243127913</id><published>2010-03-02T00:13:00.004+07:00</published><updated>2010-03-04T15:24:27.902+07:00</updated><title type='text'>KAIDAH-KAIDAH DALAM BERJIHAD</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4v2q0N3hfI/AAAAAAAAAB8/ARpF_RExqjU/s1600-h/bendera.jpeg"&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 105px; height: 129px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4v2q0N3hfI/AAAAAAAAAB8/ARpF_RExqjU/s400/bendera.jpeg" border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5443715790039123442" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh&lt;br /&gt;Syaikh Prof. Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini adalah pembahasan yang sangat penting dalam masalah jihad, yaitu memahami bahwa jihad yang disyariatkan dalam Islam adalah yang sesuai dengan kaidah-kaidah dan syarat-syarat yang dijelaskan dalam Al-Qur’an maupun sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam serta atsar para Salafush Shalih. Tidak sempurna jihad dijalan Allah dan tidak akan termasuk amal shalih tanpa memperhatikan syarat-syarat tersebut.&lt;br /&gt;Diantara kaidah-kaidah serta syarat-syarat jihad adalah sebagai berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[1]. Jihad harus dilandasai oleh dua hal yang merupakan syarat diterimanya amal ibadah, yaitu ikhlas dan mutaba’ah (mengikuti sunnah Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam). Allah Subhanahu wa Ta’ala tidak akan menerima jihadnya seseorang hingga dia mengikhlaskan niatnya karena Allah dan mengharapkan keridhoanNya. Jika dia hanya mengharapkan dengan jihadnya tersebut keuntungan pribadi atau jabatan atau yang lainnya dari perkara-perkara dunia maka jihadnya ini tidak diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Demikian pula, Allah tidak akan menerima jihad seseorang apabila dia tidak mengikuti sunnah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam berjihad. Seseorang yang ingin berjihad haruslah terlebih dahulu memahami bagaimana dahulu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam berjihad kemudian dia mencontohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[2]. Jihad tersebut harus sesuai dengan maksud dan tujuan disyariatkannya jihad yaitu untuk meninggikan kalimat Allah dan agar agama ini hanyalah milik Allah, sebagaimana Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya : Wahai Rasulullah ! ada seseorang yang berperang karena keberaniannya, ada lagi karena fanatik (golongan), ada juga karena riya, mana diantara mereka yang termasuk berjihad di jalan Allah ? maka beliau menjawab : “Barangsiapa yang berperang di jalan Allah agar kalimat Allah tinggi maka dia di jalan Allah” [Hadits Riwayat Bukhari 7458 dan Muslim 1904]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[3]. Jihad haruslah diiringi dengan ilmu dan pemahaman agama yang baik, karena jihad termasuk semulia-mulianya ibadah dan ketaatan. Dan ibadah tidaklah sah tanpa ilmu dan pemahaman agama. Oleh karena itulah Umar bin Abdul Aziz rahimahullah berkata : “Barangsiapa yang beribadah kepada Allah tanpa ilmu maka dia lebih banyak merusak daripada memperbaiki”. Disebutkan dalam atsar bahwa : “Ilmu adalah imam/pemimpin amal sedangkan amal itu adalah pengikutnya”. Hal ini sebenarnya sudah jelas, karena jika tujuan dan perbuatan tidak diiringi dengan ilmu, maka hal tersebut hanyalah kebodohan dan kesesatan serta mengekor kepada hawa nafsu. Maka harus diketahui hakekat jihad yang sebenarnya, tujuan jihad, macam-macam jihad dan tingkatan-tingkatannya, serta harus dipahami keadaan musuh yang hendak diperangi. [2]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[4]. Jihad hendaknya dilakukan dengan penuh rahmat/kasih sayang dan lemah lembut karena jihad tidaklah disyariatkan untuk menyiksa jiwa atau menyakiti orang lain. Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Tidaklah kelemah lembutan ada pada sesuatu, melainkan dia akan memperindahnya, dan tidaklah kekerasan ada pada sesuatu melainkan dia akan merusaknya” [Hadits Riwayat Muslim]&lt;br /&gt;Syaikhhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Syaitan selalu menginginkan dari manusia agar mereka berlebih-lebihan dalam semua perkara. Jika syaitah melihat orang tersebut condong kepada kasih sayang maka dia jadikan berlebih-lebihan dalam menyayangi, hingga tidak membenci apa yang dibenci Allah dan tidak cemburu. Tapi jika syaitan melihat orang itu condong kepada sikap kasar/keras, maka syaitan pun menjadikannya berlebih-lebihan hingga tidak berbuat ihsan/baik, lemah lembut dan kasih sayang sesuai dengan yang Allah perintahkan dan dia amat ekstrim dalam membenci dan mencela serta memberi sangsi…” [3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[5]. Jihad haruslah dipenuhi dengan keadilan dan jauh dari kedzoliman. Ini adalah ketentuan yang penting dalam jihad di jalan Allah, sebagaimana yang Allah Subhanahu wa Ta’ala firmannya.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas” [Al-Baqarah : 190]&lt;br /&gt;Dan firmanNya.&lt;br /&gt;“Artinya : Hai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap suatu kaum, medorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” [Al-Maidah : 8]&lt;br /&gt;Dahulu, jika Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengutus pasukannya, selalu mewasiati mereka untuk bertakwa dan beliau berkata : “Berjalanlah dengan menyebut nama Allah dan di jalan Allah, perangilah orang-orang yang kafir kepada Allah. Janganlah mecincang (mayat) dan janganlah berbuat curang serta jangan membunuh anak kecil” [Hadits Riwayat Muslim 1731]&lt;br /&gt;Para ulama telah menjelaskan bahwa orang yang tidak ikut berperang dari kaum wanita, anak-anak kecil, orang-orang tua, orang buta, orang-orang yang lemah/sakit, orang-orang gila, dan para pendeta/pastur serta biarawan/biarawati adalah golongan yang tidak layak dibunuh dalam medan jihad karena perang itu ditujukan kepada orang yang memerangi kita ketika kita menampakkan agama Allah. Siapapun dari golongan diatas yang tidak ikut serta memerangi kita maka kita pun tidak boleh memerangi mereka. Yang demikian itu karena Allah membolehkan untuk membunuh jiwa yang dengannya makhluk ini bisa baik, seperti yang Allah firmankan.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan berbuat fitnah lebih besar (dosanya) daripada membunuh” [Al-Baqarah : 217]&lt;br /&gt;Maksudnya bahwa perang itu meskipun terdapat kejelekan dan kerusakan di dalamnya, tapi kerusakan dan fitnah kekafiran lebih dari itu semuanya. Barangsiapa yang tidak menghalangi kaum muslimin dari mendirikan agama Allah, maka bahaya kekafirannya hanya untuk dia sendiri. Oleh karena itulah para ulama berkata : “Para da’i yang menyeru kepad bid’ah yang menyelisihi Al-Qur’an dan Sunnah layak diberi sangsi, berlainan dengan yang diam (tidak menyeru kepada bid’ah). Semuanya ini termasuk kebaikan Islam dan seruan Islam untuk berbuat adil dan menjauhi segala bentuk penganiayaan dan kedzoliman” [4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[6]. Jihad (tholab/menyerang ,-pent) haruslah bersama imam kaum muslimin atau dengan seizinnya baik pemimpin/imam tersebut orang yang baik ataupun fasik. Ini diantara kententuan yang paling penting yang harus ada dalam jihad fi sabilillah, karena jihad –khususnya jihad melawan musuh-musuh Allah dengan senjata- tidak bisa dilakukan melainkan dengan kekuatan dan kekuatan tidak bisa diperoleh melainkan dengan persatuan. Dan persatuan tidak dapat terwujud melainkan dengan kepemimpinan. Dan kepemimpinan tidak berjalan melainkan dengan adanya sikap mendengar serta taat (kepada pemimpin). Semua perkara ini saling berkaitan dan tidak sempurna sebagiannya melainkan dengan sebagian yang lain, bahkan tidak akan tegak agama dan dunia ini melainkan dengannya[5].&lt;br /&gt;Ketentuan ini telah dijelaskan dalam sunnah serta ucapan para salaf. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.&lt;br /&gt;“Artinya : Sesungguhnya imam/pemimpin itu adalah perisai yang (kaum muslimin) berperang dibelakangnya dan menjadikan sebagai tameng” [Hadits Riwayat Bukhari 2957 dan Muslim 1841]&lt;br /&gt;Imam Abu Ja’far Ath-Thohawi berkata dalam Aqidah Thohawiyahnya : “Haji dan jihad senantiasa dilaksanakan bersama ulim amri/pemimpin kaum muslimin yang baik maupun yang dzolim sampai hari kiamat…”.&lt;br /&gt;Imam Al-Barbahari rahimahullah berkata : “Barangsiapa yang mengatakan ; dibolehkan sholat dibelakang setiap imam yang baik maupun fasik dan dibolehkan jihad bersama para kholifah, serta dia tidak memberontak terhadap penguasa dengan mengangkat senjata dan dia mendo’akan kebaikan untuknya, maka sungguh di telah keluar dari ucapan kelompok Khowarij dari awal sampai akhir” [6]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[7]. Jihad di jalan Allah disesuaikan dengan keadaan kaum muslimin, sudah kuatkah atau masih lemah ? karena keadaan bisa berubah setiap waktu dan tempat. Jihad di jalan Allah disyariatkan dalam Islam dengan melalui beberapa tahapan ; Pada waktu di Mekkah belum disyariatlan jihad dengan mengangkat senjata, karena kaum muslimin pada saat itu masih minoritas dan lemah, akan tetapi disyariatkan jihad dengan hati dan lisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;“Artinya : Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur’an dengan jihad yang besar” [Al-Furqon : 52] ayat ini makkiyah (turun sebelum hijrahnya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ke Madinah, -pent)&lt;br /&gt;Firman Allah : “Wajahidhum”. Ibnu Abbas mengatakan : “Dengan Al-Qur’an” seperti yang diriwayatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya. Setelah beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam hijrah ke Madinah dan mulai mendirikan negara Islam diizinkan beliau untuk berperang secara mutlak melalui firmanNya.&lt;br /&gt;“Artinya : telah diizinkan (berperang) bagi orang-orang yang diperangi, karena sesungguhnya mereka telah dianiaya. Dan sesungguhnya Allah, benar-benar Maha Kuasa menolong mereka” [Al-Haj : 39]&lt;br /&gt;Kemudian diwajibkan jihad kepada kaum muslimin serta diperintahkan untuk memerangi orang-orang yang memerangi mereka dan menahan diri dari orang-orang yang tidak mengganggu mereka.&lt;br /&gt;Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu, (tetapi) janganlah kamu melampui batas, karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampui batas” [Al-Baqarah : 190]&lt;br /&gt;Setelah itu Allah menurunkan ayat yang memerintahkan untuk berjihad secara mutlak serta tidak menahan diri dari siapapun sampai mereka masuk kedalam agama Allah atau membayar jizyah, seperti yang termaktub dalam firmanNya.&lt;br /&gt;“Artinya : Dan perangilah mereka, supaya jangan ada fitnah dan supaya agama itu semata-mata untuk Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan” [Al-Anfal : 39]&lt;br /&gt;Para pakar ulama menguatkan pendapat yang menyatakan bahwa ayat-ayat tersebut tidak ada yang mansukh/dihapus (hukumnya,-pent) akan tetapi ayat-ayat tersebut berlaku sesuai dengan kondisi yang ada, maka hendaknya kaum muslimin disetiap waktu dan tempat untuk mengambil ayat-ayat tersebut sesuai dengan kemampuan mereka. Apabila mereka dalam keadaan lemah maka jihadnya sesuai dengan kemampuan mereka. Jika mereka lemah maka cukup dengan berdakwah secara lisan. Dan jika mereka telah memiliki sebagian kekuatan maka mereka (dibolehkan) memerangi orang-orang yang memerangi mereka atau yang dekat dengan mereka serta menahan diri dari yang tidak menganggu mereka. Dan apabila mereka telah amat kuat dan memiliki kekuasaan maka (dibolehkan) untuk memerangi semuanya sehingga manusia semuanya masuk Islam atau membayar jizyah. [7]&lt;br /&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Barangsiapa diantara kaum muslimin dalam keadaan lemah di suatu tempat atau waktu, maka hendaknya dia mengamalkan ayat kesabaran dan memaafkan orang-orang yang menyakiti Allah dan RasulNya dari kalangan ahli kitab maupun orang-orang musyrikin”.[8]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Abdurrohman As-Sa’di rahimahullah berkata : “Hendaknya mereka mengetahui bahwa Allah tidak membebani manusia melainkan sesuai kemampuan mereka dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah suri tuladan mereka. Dahulu beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam melalui dua keadaan dalam berdakwah dan berjihad. Beliau diperintah sesuai dengan keadaannya. Disaat kaum muslimin dalam keadaan lemah dan dikuasai musuh beliau diperintah untuk membela diri saja dan mencukupkan diri dengan berdakwah serta menahan diri dari jihad mengangkat senjata, karena hal tersebut lebih banyak madhorotnya. Dan disaat yang lain mereka diperintahkan untuk menolak kejahatan para musuh dengan segala kekuatan yang ada dan berdamai selama terdapat maslahat dalam perdamaian tersebut, serta memerangi orang orang-orang yang melampui batas jika maslahatnya lebih besar. Wajib bagi kaum muslimin untuk meneladani Nabi mereka dalam hal ini. Dan meneladani beliau adalah kemaslahatan dan kesuksesan” [9]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[8]. Jihad haruslah dapat mewujudkan kemaslahatan dan tidak mengakibatkan kemadhorotan yang lebih besar. Yang demikian itu karena Jihad dengan segala bentuknya disyariatkan untuk mewujudkan maslahat dan menolak madhorot dari Islam dan kaum muslimin baik perorangan maupun kelompok. Senantiasa jihad disyariatkan apabila diketahui dengan seyakin-yakinnya atau diperkirakan dengan seksama dapat mewujudkan tujuan tersebut. Tapi sebaliknya, jika diketahui dengan yakin atau diperkirakan dengan seksama hal tersebut lebih banyak mendatangkan madhorot, maka jihad pada saat itu tidak disyariatkan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata : “Seutama-utamanya jihad dan amal shalih adalah yang lebih mentaati Allah dan lebih bermanfaat bagi hamba Allah. Apabila jihad dapat memadhorotkannya serta menghalangi dari yang lebih bermanfaat maka tidak bisa dikatagorikan sebagai amal shalih” [10]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[9]. Kesimpulan : Pondasi dari kaidah-kaidah diatas adalah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai tolak ukur dalam segala keadaan dan hal tersebut mencakup empat perkara : Aqidah yang benar, Niat yang ikhlas, Kejujuran dalam bertawakkal, dan Mengikuti sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Seorang mujahid yang tidak berpegang dengan aqidah yang benar maka ucapan dan perbuatannya tidak terlepas dari kerusakan dan penyimpangan, karena benarnya aqidah seseorang adalah pondasi bagi keselamatan ucapan dan perbuatan. Dan seorang mujahid yang tidak berpegang dengan niat ikhlas dalam ucapan dan perbuatannya maka jihadnya bukan karena wajah Allah atau untuk menegakkan kalimatNya bahkan hanya untuk memuaskan hawa nafsunya. Dan mujahid yang tidak jujur dalam bertawakkal kepada Allah maka dia tidak akan bisa istiqomah dalam berjihad di jalan Allah dan dalam memikul beban jihad, bahkan tekadnya bisa cepat lemah dan mudah pesimis dari pertolongan Allah. Dan seorang mujahid yang tidak mengikuti jejak Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka jihadnya tidak akan benar dan tidak jauh dari bid’ah dan penyimpangan. Bahkan jihadnya lebih condoh kepada pengrusakan terhadap dirinya dan selainnya dari pada perbaikan dan seruan kepada jalan Allah yang lurus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[Diringkas dari kitab “Al-Quthuuful Jiyaad min Hikami wal Ahkaamil Jihaad” hal. 23-35 oleh Syaikh DR Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad, Alih bahasa Abdurrahman bin Thayib]&lt;br /&gt;[Disalin dari Majalah Adz-Dzakhiirah Al-Islamiyyah Edisi 18 Th IV Muharram 1427H/Peb-Maret 2006M. Penerbit Ma’had Ali Al-Irsyad Surabaya, Jl. Sultan Iskandar Muda 45 Surabaya]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;_________&lt;br /&gt;Foote Note&lt;br /&gt;[1]. Pembahasan ini kami ringkaskan dari kitab “Al-Quthuuful Jiyaad min Hikami wal Ahkaamil Jihaad” hal. 23-35 oleh Syaikh DR Abdurrozzaq bin Abdul Muhsin Al-Abbad, Alih bahasa Abdurrahman bin Thayib.&lt;br /&gt;[2]. Lihat Majmu fatawa oleh Syaikhul Islam rahimahullah 28/135-136&lt;br /&gt;[3]. Majmu Fatawa oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah 28/35&lt;br /&gt;[4]. Majmu Fatawa oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah 28/161 dan Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’aad 3/100, 105&lt;br /&gt;[5]. Majmu Fatawa 28/390&lt;br /&gt;[6]. Syarhus Sunnah hal. 57&lt;br /&gt;[7]. Majmu Fatawa oleh Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah 18/131,133,136-137&lt;br /&gt;[8]. Ash-Shoorimul Maslul 2/413&lt;br /&gt;[9]. Wujuubur Ta’awun Bainal Muslimin 5/190&lt;br /&gt;[10]. Majmu Fatawa 22/300&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6716074060497680425-8398740200243127913?l=hamaydiharahap.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/feeds/8398740200243127913/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/kaidah-kaidah-dalam-berjihad.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8398740200243127913'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6716074060497680425/posts/default/8398740200243127913'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://hamaydiharahap.blogspot.com/2010/03/kaidah-kaidah-dalam-berjihad.html' title='KAIDAH-KAIDAH DALAM BERJIHAD'/><author><name>Hamaydi Raja Sultan Harahap</name><uri>http://www.blogger.com/profile/02121587880418185009</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='17' src='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4QIWMKF0aI/AAAAAAAAABI/LWWr0cXDZDA/S220/mahkota.jpeg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_A4wnIXhCHGg/S4v2q0N3hfI/AAAAAAAAAB8/ARpF_RExqjU/s72-c/bendera.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
